Ricuh !, Para PKL “Walk Out” saat Rapat Relokasi

129
0
PKL Bogor Walk Out
Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama Pemkot Bogor saat rapat sosialisasi relokasi PKL ke Pasar Bogor, di aula kantor Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (28/2/2020).

LEAD.co.id | Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Jalan Pedati membubarkan diri (walkout) saat rapat sosialisasi rencana relokasi ke Pasar Bogor, Jumat (28/2/2020).

Kericuhan terjadi saat pihak Pemkot Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya menyampaikan rencana sosialisasi ke 2 dalam rangka relokasi PKL pada tanggal 6 Maret 2020 nanti. Pedagang membubarkan diri meninggalkan aula kantor Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, sambil berteriak menolak rencana relokasi dari Pemkot Bogor.

Perwakilan pedagang Uji Syam mengatakan, seluruh pedagang Lawang Saketeng dan Jalan Pedati menolak relokasi tanggal 6 Maret. Alasannya sudah disampaikan beberapa kali kepada pihak Pemkot Bogor.

“Kami minta agar waktu relokasi ditangguhkan sampai lebaran. Itu sangat realistis melihat situasi kondisi saat ini,” tegasnya.

Baca :  Rapat Bersama, DPRD Resmi Tolak Relokasi PKL

Lanjut Uji, sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa dan tahun ajaran baru, sehingga semuanya juga membutuhkan anggaran dan keuangan. Kalau sekarang harus pindah, maka pedagang akan merugi. “Apakah pihak Pemkot Bogor mau bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pedagang?,” tanya nya.

PKL, Walk Out, Relokasi, Pasar Bogor
Para PKL Walk Out saat rapat sosialisasi relokasi bersama Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya dan perwakilan Pemkot Bogor, di aula kantor Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (28/2/2020).

Senada, kordinator pedagang, Irpan Efendi mengatakan, pedagang sudah minta agar relokasi ditangguhkan waktunya. Ini menyangkut soal nasib pedagang yang harus diperjuangkan menjelang bulan puasa maupun kebutuhan mendesak lainnya. Ketika pedagang dipindahkan, belum tentu langsung normal seperti biasanya, artinya pendapatan pedagang belum jelas kalau dipindahkan sekarang.

“Apa Pemkot Bogor mau bertanggung jawab ketika pedagang sepi dan tidak laku jualannya di tempat yang baru. Kami minta waktu mundur sampai lebaran itu demi kelangsungan kehidupan pedagang,” tegasnya.

Baca :  PKL Kota Bogor Minta Ditata, Menolak Direlokasi

Jadi pedagang bukan menolak direlokasi atau tidak setuju terhadap program Pemkot Bogor, hanya saja soal waktu relokasinya dimundurkan. “Menjelang bulan puasa atau lebaran itu merupakan puncak pedagang mengais rejekonya. Pemkot Bogor malah memindahkan pedagang, ini bentuk kedzoliman dan mematikan usaha pedagang,” tandasnya.

Ketua paguyuban pedagang Lawang Saketeng, Ujang Waras meminta agar Pemkot Bogor memikirkan nasib ribuan warga yang menggantungkan hodup dan mencari nafkah di pasar.

“Bukan saja 696 pedagang yang terdampak, tetapi para buruh, kuli panggul, tukang kantong kresek dan warga lainnya yang usaha mencari rejeki di pasar, nasibnya tidak dipikirkan Pemkot Bogor. Jadi selama menyiapkan tempat yang layak bagi pedagang serta solusi bagi warga terdampak, rencana relokasi lebih baik di mundurkan hingga lebaran,” ucapnya.

Baca :  Catat !!!, Revitalisasi Pendestrian Jalan KH. Adullah bin Nuh Dimulai

Sementara, Dirut PPPJ Muzakkir mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan program yang sudah dijadwalkan yaitu eksekusi relokasi pada tanggal 6 Maret 2020. “Program tetap kita jalankan untuk relokasi nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PPPJ lebih fokus merapihkan tempat untuk mempersiapkan lokasi bagi pedagang. Sebelum direlokasi tanggal 6, sehari sebelumnya akan dilakukan pengocokan lapak.

“Kita berharap semua pedagang akan mendapatkan masing masing lapaknya, tetapi saat ini baru 400 am pedagang tertampung, sisanya bisa bergiliran sistem shif antara pedagang malam dan siang,” jelasnya.

Reporter: Manto Arya

Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here