Sampah Meluber, Lurah Sempur Tutup TPS di Sungai Ciliwung

oleh -464 views

BOGOR (Lead.co.id) – Pemerintah akan menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di RW 01, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Pasalnya, kapasitas TPS yang berdiri sejak 1980 di dekat sungai Ciliwung itu telah melebihi daya tampung.

“Volume sampah melebihi daya tampung TPS dan posisinya berada di dekat sungai kali Ciliwung, sehingga menyebabkan sampah yang meluber masuk ke sungai dan ke badan jalan,” kata Lurah Sempur, Dicky Pratama usai pertemuan dengan warga, pada Kamis (6/10/2022).

Hasil pertemuan dengan pihak RT RW dan perwakilan tokoh masyarakat itu telah disepakati bahwa TPS akan ditutup dalam waktu dekat. Pasalnya, warga mengeluhkan sampah yang berceceran hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Baca :  Hari Air Sedunia: Pramuka Kota Bogor Bebersih Sungai Ciliwung

“Kedepannya kami akan mengajukan ke dinas Perumkim Kota Bogor agar dijadikan taman untuk fasilitas umum,” kata Dicky menambahkan.

Setelah TPS ditutup, akan dibuatkan titik-titik penjemputan yang sudah disepakati bersama antara lain untuk RW 01 di depan melalui gerobak sampah, untuk Kampung Rambutan di Sempur Kaler RW 02, serta Lebak Kantin di Gang Kelor.

Dicky menambahkan, pengurangan dan penanganan sampah, secara bertahap akan diserahkan pengelolaannya pada sumber sampah, melalui pembentukan bank sampah ataupun pembangunan TPS di tingkat Kelurahan.

Saat ini, kata dia, sampah yang bisa masuk ke TPS adalah sampah rumah tangga dan residu. Namun setelah pengelolaan sampah dilakukan pada sumbernya, sampah yang akan diangkut ke TPS hanya berupa residu.

Baca :  Akibat Korsleting, Rumah Kost di Sempur Dilalap Si Jago Merah

Residu adalah sampah yang tidak dapat diolah dengan pemadatan, pengomposan, daur ulang materi ataupun daur ulang energi. Dengan demikian sampah yang ditimbun di TPS dapat berkurang secara signifikan dan usia pemakaian TPS menjadi lebih panjang.

“Pengelolaan sampah yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah dan masyarakat, akan memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan,” tutup Dicky.