Sedekah Buku untuk Kemajuan Bangsa

oleh -1,014 views

Oleh: Rd. Ace Sumanta

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) semakin redup. Terlebih Indonesia dan hampir 102 negara di dunia dilanda Pandemi Covid 19. Kini Covid-19 semakin landai, namun tetap bangsa Indonesia belum bisa bangkit dari keterpurukan. Hal itu karena sekolah baru dibuka pada awal tahun 2022, walaupun belum bisa pulih 100 persen, belum lagi beberapa kendala teknis.

Gerakan literasi tidak bisa dihambat semestinya harus berjalan. Sebelum tahun 2019 atau sebelum Pandemi Covid-19, sekolah masih bisa melakukan gerakan membaca 15 menit sebelum masuk. Siswa diharuskan membaca buku bukan pelajaran, melainkan buku bersifat umum dan boleh juga membaca buku fiksi dan kearifan lokal.

Baca :  Gelar Lapak Baca, Perpusdes Taman Bunga Ajak Cinta Literasi

Guru-guru terasa akrab dengan istilah GLS (Gerakan Litetasi Sekolah) dan WJLRC (West Java Leader Reading Challange) hingga GLN (Gerakan Literasi Nasional). Tentu saja hingga ke pelosok pedesaan.

Begitu juga saya sebagai sastrawan dan budayawan turut berkampanye hingga membuat Rumah Baca untuk turut serta mendorong dan melakukan gerakan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan minat baca, terutama di kalangan pelajar dan remaja.

Sangat bermanfaat tentunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM) tidak hanya mengimplementasikan Permendikbud RI Nomor 23 tahun 2015 tentang Penyembuhan Budi Pekerti juga membiasakan anak-anak dan remaja membaca buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *