Sehari Gencatan Senjata, Azerbaijan-Armenia Perang Lagi

oleh -171 views
Gencatan, Senjata, Azerbaijan, Armenia, Perang
Foto: Tim pencari dan penyelamat bekerja di lokasi ledakan yang terkena roket selama pertempuran memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh di kota Ganja, Azerbaijan [Umit Bektas / Reuters via Al Jazeera]

LEAD.co.id | Armenia dan Azerbaijan kembali saling serang usai sehari gencatan senjata di wilayah Nagorno-Karabakh disepakati. Setidaktnya tujuh orang tewas dalam pemboman Armenia di kota kedua Azerbaijan, Ganja, pada Sabtu malam (10/10).

Sebelumnya, gencatan senjata yang ditengahi Rusia, telah diberlakukan setelah pembicaraan maraton di Moskow antara kedua belah pihak, untuk menghentikan pertempuran untuk memungkinkan pasukan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh dan pasukan Azeri untuk menukar tahanan dan korban perang.

Namun kedua belah pihak saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata hanya beberapa menit setelah diberlakukan.

Baca :  Armenia dan Azerbaijan Sepakat Akhiri Perang

Kementerian pertahanan Armenia menuduh Azerbaijan menembaki pemukiman di dalam Armenia, sementara pasukan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh menuduh bahwa pasukan Azerbaijan telah melancarkan serangan baru.

Kedua belah pihak secara konsisten membantah pernyataan satu sama lain tentang aktivitas militer.

Pemimpin wilayah Nagorno-Karabakh mengatakan, permusuhan dengan Azerbaijan telah berkurang pada hari kedua gencatan senjata, tetapi gencatan senjata itu berbahaya.

“Sepertinya sejak pagi lebih tenang, tapi itu bisa berubah dengan sangat cepat,” kata Arayik Harutyunyan seperti dikutip Al Jazeera, Minggu (11/10/2020).

Azerbaijan mengatakan, penembakan oleh pasukan Armenia di kota terbesar kedua negara itu telah menyebabkan tujuh orang tewas, sehari setelah gencatan senjata antara kedua pihak akan diberlakukan.

Baca :  Pertempuran Meletus antara Armenia dengan Azerbaijan

Sebuah “serangan rudal baru setiap malam oleh pasukan Armenia di (a) daerah pemukiman Ganja,” menyebabkan tujuh tewas dan 33 luka-luka termasuk anak-anak, tulis kementerian luar negeri Azerbaijan di Twitter pada hari Minggu.

Kementerian pertahanan di wilayah yang memisahkan diri mengatakan pasukan Armenia menghormati gencatan senjata dan pada gilirannya menuduh Azerbaijan menembaki daerah sipil.

Laporan tentang “Pasukan Karabakh yang menembaki Ganja adalah kebohongan mutlak”, tambahnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Al Jazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *