Selamat Bermunas VI HA IPB University 2021

oleh -418 views
Munas HA IPB, HA IPB, IPB University, IPB, Alumni IPB
Suasana Munas VI HA IPB University, Dr Apendi Arsyad (tengah) bersama Dirut BLST IPB, Dr Naufal Mahfud (depan kiri) salah seorang menerima Award HA IPB Jumat 17 Desember 2021

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Entah mengapa Jumat sore kemaren tanggal 17 Desember 2021, tergerak saja hati saya ini untuk hadir di acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke 6 Himpunan Alumni-Institut Pertanian Bogor (HA-IPB), bertempat di gedung IPB International Convention Centre, yang populer dgn nama Botani Square IPB.

Saya AA, bukan siapa-siapa bukan pengurus HA IPB, apalagi utusan Munas VI, sehingga hanya tahu dari pemberitaan-pemberitaan yang hiruk pikuk di medsos. Masuk akal apabila saya mencintai IPB, karena saya termasuk alumni kadar 24 karat, yang mana saya lulus S1 Sosek Faperikan (1986), S2 PSL IPB (1999) dan S3 SPL IPB (2007).

Artinya kultur IPB sudah mendarah daging dalam kehidupanku, apalagi saya sejak lulus IPB tahun 1986, tetap memilih Bogor sebagai habitat kehidupanku. Akibatnya saya AA berpeluang untuk meneruskan dan merawat interaksi sosial, persahabatan dengan para Inohong, elite IPB dari waktu ke waktu dalam beberapa urusan dan keperluan, alhamdulillah.

Jadi wajarlah kiranya saya AA bernapsu untuk bisa berkumpul bersama teman-teman di arena pembukaan Munas VI HA IPB, sambil bereuni dan bersilaturrahmi dengan para sahabat lama, yang susah agak lama tidak bersua muka. Kata orang bijak, salah satu kebahagiaan itu adalah jika bertemu dengan para sahabat lama, bisa mengenang kehidupan masa lalu di kampus Rakyat, juga mengenal nasib para Sahabat yang doeloe telah berjuang keras, sekarang mereka sdh sukses, menikmati berbagai keberuntungan, hidupnya sangat layak dan terhormat. Alhamdulillah mereka kini menjadi kelas menengah atas yang menjadi agen perubahan sosial dan modernisasi perdesaan.

Bahkan ada yang berhasil menjadi pejabat-birokrat esselon tinggi, politisi berpengaruh, pengusaha (koorporasi negara dan swasta) sukses, penggerak NGO dan petani pejuang yang profesional berdedikasi, berprestasi dan menginspirasi banyak orang serta patut disuritauladani (rule model).

Jujur saya berkata, saya hadir dalam acara pembukaan Munas VI thn 2021, begitu menikmati dengan desain dan skenario acaranya yang kreen dan mantul serta dekorasi ” lighting” yang aduhai. Ada hal yang baru saya temukan, membuat pikiranku lebih terbuka dan hatiku pun lega dan berbahagia.

Selamat dan sukses buat adinda Fathan dkk yang telah sukses memimpin dan mengelola organisasi dan menggerakan sistem kelembagaan HA IPB University selama 5 tahun (2016-2021), yang membanggakan dan menginspirasi kita semua.

Pada acara pembukaan Munas VI, saya mencermati dan menikmati rangkaian acara yang berlangsung, diantara sambutan Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, SP., MSi yang begitu cerdas dan optimis tengah membawa almamater kita IPB ke arah berkemajuan dan berperadaban, leading dalam pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengembang saintek Pertanian Tropika.

Prof Arif Satria (Prof ASA) begitu yakin dan percaya diri IPB University sebagai perguruan terbaik dan terbanyak inovasi ipteks di tanah air, bisa merespon tantangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara dalam mensupply pangan dan energi kini dan masa depan. Ingat pesan moral Presiden RI pertama, sang Proklamator (1952): “Ketersediaan Pangan, adalah menyangkut Hidup atau Matinya suatu Bangsa”.

Baca :  PSDKU IPB Sukabumi Siap Memulai Tahun Ajaran Baru

Sambutan mas Rektor “millenial” yang sangat saya kenal ini (baru-baru ini terpilih menjadi Ketua Umum ICMI Pusat di Muktamar, Bandung), saya cermati materi Pptnya, begitu logik, sistematik, penuh semangat, menginspirasi, mencerahkan dan memotivasi kita sebagai HA IPB. Semua kita hendaknya mau dan mampu berdedikasi, terus berprestasi dan menginspirasi untuk kemajuan bangsa dan negara.

Prof Arif dalam materi presentasinya sangat jelas argumentasi pengembangan kampus IPB University kekinian, baik dalam desain kebutuhan sapras (gedung dan peralatan) maupun dalam perspektif pengembangan disiplin sainteks pertanian tropika untuk beberapa dasa warsa mendatang. Alhamdulillah, bukan saja IPB berhasil unggul dan terdepan dalam kegiatan ipteks, tetapi sukses pula melakukan suksesi dan transportasi kepemimpinan dalam berbagai lini.

Faktanya dalam acara pembukaan Munas VI HA IPB University, bukan saja Rektor Prof.ASA yang berusia muda, energik yang tampak, tetapi juga para pendukung dan “pembantunya” banyak yang berusia muda, generasi millenial yang menggerak roda organisasi kampus IPB dan managerial program dan kegiatan akademik yang terbaharukan dan trendsetter. Hal ini membuat saya dan kita semua ikut merasa bangga sebagai alumni IPB University.

Dengan kata lain, kampus IPB University telah sukses melakukan transformasi dengan mindset yang baru, dan kemudian kita harapkan IPB sebagai kampus rakyat yang populer tahun 1980an, di era millenial ini tetap bertahan jati dirinya sebagai kampus yang membela kehidupan rakyat, terutama kaum tani, peternak, pekebun dan nelayan golongan menengah bawah. IPB University selain berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, seharusnya juga kuat mengawal ketat “social equity” dan konservasi SDA dan habitat, lingkungan hidup kawasan tropika.

Kedua hal ini yakni ketidakadilan sosial dan kerusakan ekosistem alam serta pencemaran lingkungan, menjadi issu-issu strategis sangat penting, sentral, yang seharusnya menjadi perhatian utama almamater dan alumni IPB University dimana pun berada dan berkiprah, mengabdi dan berkarier. Mereka harus berperan pelestari SDA dan lingkungan hidup, serta pejuang keadilan sosial untuk social walfare, bukan penggusur kehidupan kaum tani, peternak dan nelayan dari asset sumberdaya alam yang ada, dimiliki di wilayahnya

Dalam acara pembukaan Munas VI HA IPB tadi malam, saya menikmati betul rangkaian acara pemberian penghargaan (Award) HA IPB kepada mereka para alumni IPB yang terseleksi dan berhasil dalam pengabdiannya di tengah masyarakat, berdedikasi, berprestasi membawa perubahan sosial ke arah kemajuan dan sekali menginspirasi.

Mereka dipanggil ke atas pentas menerima berbagai penghargaan (award) dengan berbagai kategori seperti petani pejuang berwawasan lingkungan, birokrat profesional berdedikasi, penggerak gender, penggerak pendidik anak remaja di perdesaan, sosio-enterpreuner berdedikasi, profesional BUMN, termasuk penghargaan kepada sang Mahaguru almarhum Prof Andi Hakim Nasution yang melegenda, telah sukses mendidik dan mencetak kader SDM pertanian di Indonesia, yang karya inovasi dalam managemen pendidikan tinggi seperti USMI, perintis 2 yang memberi akses kepada putra-putri kelompok masyarakat bawah (miskin) yang berprestasi di SMA di daerah-daerah pelosok dan terpencil untuk masuk PT exellence, diadopsi secara nasional hingga sekarang, etc etc.

Baca :  Sekolah Vokasi IPB Panen Perdana 40ribu Ayam Tefa

Saya AA bersama kawan-kawan alumni IPB angkatan tahun 1980an merasakan betul layanan dan jasa kepemimpinan alm.Bapak Prof.Andi Hakim Nasution dalam mengembangkan (pembaharu) pendidikan tinggi pertanian tropika di Indonesia. IPB sempat menjadi kiblat bagi perintisan dan pengembangan Fakultas Pertanian dalam arti luas baik di luar Jawa bahkan di Asia Tenggara spt Malaysia, Brunai dll.

IPB adalah kampus yang mempelopori pengajaran ilmu statistika terapan, biometrika dengan segala derivasinya, yang mendidik para mahasiswa dan alumninya berpola pikir (mindset) holistik dan sistemik dalam memahami gejala sosial dan alam, disinilah jasa alm Prof Andi Hakim dalam kependidikan sebagai ilmuan terkemuka, yang sukses menanamkan berpikir sistem. Dan juga alm Prof Andi Hakim berhasil meyakinkan rekan sejawat dan seperjuanganya bahwa defenisi pertanian bukan hanya sekedar bisa “mencangkul”, tetapi pertanian itu begitu menyeluruh dan komplek.

Pak Andi memberikan pengertian pertanian itu begitu luas, mulai dari proses pemanenan sinar matahari (fhotosintesa), produksi, prosesing hingga konsumen dgn segala macam behaviornya (pasar) serta faktor subsistem pendukung agribisnis lainnya. Dengan mindset inilah melahirkan berbagai tipologi alumni dengan aneka ragam kompetensi, keahlian dan profesi dalam dunia kerja. Alhamdulillah kompetensi tersebut diakui dan mendapat appresiasi serta penghargaan dari berbagai organisasi dan lembaga, dimana SDM lulusan IPB itu berkarier cemerlang, dengan menempati posisi puncak di pemerintahan dan koorporasi bisnis serta pelopor dan penggerak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) yang berkelas dunia.

Jadi tidak heran kita sering mendengar kata-kata guyonan dan sindiran bahwa “IPB itu diplesetkan Institut Fleksibel Banget”, semua bidang bisa dimasuki dan berprestasi, kecuali pertanian budidaya itu sendiri yaitu “mencangkul”. Saran saya jika banyolan itu memang ada, kita tidak usah marah, sinis, memang faktanya segala macam impor komoditas pertanian dari negara lain terkadang membanjiri pasar domestik kita. Hal ini membuat para petani susah sengsara, tetap miskin, income usaha tani tidak meningkat sepanjang waktu, dampaknya usahatani menjadi tidak menarik dan kurang menjanjikan hidup sejahtera. Akibatnya kita kehilangan petani millenial yang mau bermukim di daerah perdesaan, regenerasi kaum tani macet. Saat ini yang berprofesi tani didominasi oleh kaum tua karena derasnya urbanisasi.

Jika lontaran kata-kata itu muncul, kita cukup mengelus dada dan jadikan bahan intropeksi dan mawas diri saja. Karena hal itu menyangkut problem srtruktural, public policy, politik pangan kita yang menyimpang dan tak terarah akibat masih kuatnya mapia pangan dan energi yang dikendalikan elite politik dan cengkraman oligarky (the ruling party) negeri ini. Disinilah letak peran strategis para punggawa alumni IPB (elite birokrat dan politisi yang bersih), mereka seharusnya bisa mengawal kebijakan-kebijakan dan regulasi yang berpihak (affirmatif policy) pada produsen, kaum tani, peternak, bukan pada konsumen kelas menengah atas yg sudah kenyang makan daging, terus disubsidi seperti yang pernah terjadi impor daging sapi dan kerbau beberapa kurun waktu yang lalu.

Baca :  Rimbawan IPB Tingkatkan Kiprah Nyata di Dunia Kehutanan dan Lingkungan Hidup

Bagus sekali acara pemberian Award HA Alumni IPB University ini, baru pertama kali ini terjadi, ada terobosan dan warna baru yang menginspirasi, mencerahkan dan menunjukkan arah baru utk bisa sukses bertransformasi memasuki era millenial yang berbasis digital yang cenderung menimbulkan “destrupsi” yang berciri “VUCA”.

Ketika satu persatu “para jawara” dipanggil ke depan atas panggung, disertai narasi biografi singkatnya dari para penerima Award di layar, saya tergagum-kagum dan terharu-menetas air mata, sambil menjebret dengan Hp untuk mengambil gambar-gambar dari para sang “jawara” pejuang pertanian dan pembela kaum tani tersebut.

Dalam hati yang “berbunga-bunga” saya bangga menjadi alumni IPB University yang telah banyak melahirkan generasi terbaik pada zamannya di negeri ini, dan seraya saya tak lupa berdoa semoga ke depan para lulusannya , alumninya dan civitas akademikanya semakin sukses menancapkan panji-panji IPB di dalam setiap aspek dan bidang pembangunan daerah dan nasional, serta membanggakan kita semua, yang telah didik dari almamater yang sama IPB University, kampus Rakyat.

Acara penganugerahan Award HU IPB Milad VI tahun 2021 selayaknya diteruskan dan dilanjutkan oleh siapa pun mereka yang terpilih nanti, dan diberi amanah memimpin dan mengurus HA IPB University yang kita cintai ini dalam 5 tahun ke depan.

Tradisi masa lalu Munas HA IPB yang sangat hiruk pikuk dengan pemberitaan siapa calon Ketua Umum HA IPB mulailah kita geser paradigma berpikir ke arah mindset baru yakni seberapa banyak kita melahirkan dan mempromote kader-kader terbaik alumni IPB University yang sukses mengabdi dan menginspirasi, sehingga kita bangga menjadi alumni IPB University dan IPB terus harum namanya di bumi persada Indonesia dan seantero dunia. Walaupun untuk mencapai prestasi “Campus exellence” bukanlah perkara mudah, menuntut effort yang tinggi dengan strategi dan pendekatan kalaborasi antara almamater IPB dengan para alumninya dikoordinasikan HA IPB 5 tahun mendatang.

Oleh karena itu kita sangat berharap Munas VI HA IPB University yang tengah berlangsung 17-19 Desember 2021 bertempat di Botani Square IPB Kota Bogor, sekarang ini, bisa memilih Ketua Umum HA IPB University masa bhakti 2021-2026 beserta “dream team”nya yang solid: siddiq, amanah, fathonah dan tablig. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi dan sukses Munas VI yang diridhoi Allah SWT tanpa transaksi alias terhindar dari perbuatan tercela sogok menyogok.

Selamat dan sukses buat para pemimpin HA IPB University yang demisioner, serta berterima kasih atas jasanya dalam mempertahankan eksistensi IPB yang kita banggakan. Semoga Allah SWT menjadikan amal perbuatannya mendapatkan pahala yang melimoah untuk bekal kehidupan dunia dan insyaAllah akhirat kelak.

 

Penulis adalah Alumni TPB IPB 17.1383, C.1981; Dosen/Assosiate Professor-Pendiri Universitas Djuanda Bogor; Konsultan TA P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri; Ketua Dewan Pakar dan Pendiri ICMI Orwilsus Bogor; Pegiat Sosial (Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan ACM dan Yapic) dan pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *