Site icon LEAD.co.id

Seminar Nasional SV IPB, Mahasiswa Miliki Peran Pengabdian Masyarakat

SV IPB, IPB, Mahasiswa IPB, Pengabdian Masyarakat, Sofyan Sjaf

BOGOR (Lead.co.id) – Himpunan Mahasiswa Vokasi (Himavo) AKMAPESA Sekolah Vokasi (SV) IPB  bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB menggelar Seminar Nasional dengan topik “Sinergi Pendidikan dan Pengabdian Mahasiswa Vokasi untuk Indonesia Berkemajuan”.

Kegiatan itu dihadiri oleh sebanyak 50 peserta secara Luring dan 120 peserta secara daring melalui Zoom Meeting. Seminar dilaksanakan di Gedung Delta Sekolah Vokasi IPB University, pada tanggal 23 Juli 2022.

Sebagian besar peserta merupakan mahasiswa dari Sekolah Vokasi IPB University maupun dari universitas lainnya di seluruh Indonesia yang dipandu oleh moderator Muh Faturokhman, S.Pt, M.Si selaku Pembina Himpunan Mahsiswa Vokasi AKMAPESA IPB.

Acara seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten, antara lain Dr. Ir. Bagus P. Purwanto, M.Agr selaku Wakil Dekan Sekolah Vokasi IPB University Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si selaku Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian Masyarakat.

“Insan akademis memiliki peran Tri Dharma Perguruan Tinggi  yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Peran tersebut melekat juga kepada mahasiswa sebagai bagian dari insan akademis,” kata Bagus Purwanto.

Menurut dia, mahasiswa bisa berkolaborasi untuk terlibat dalam riset-riset aplikatif yang dilakukan oleh Dosen. Aplikasi hasil riset tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Pasalnya, kata Bagus, hasil riset yang tidak diaplikasikan ke masyarakat tidak akan ada gunanya, seperti “ngawang-ngawang”. Karena itu, perlu diamalkan salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Untuk itu, mahasiswa memiliki peran penting untuk terlibat dalam kegiatan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat melalu berbagi program.

Wakil Kepala LPPM  IPB University, Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si menyampaikan, Mahasiswa Vokasi memiliki peran yang sangat strategis untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, khususnya bidang ekonomi dan ketahanan pangan.

“Kenapa demikian? Permasalahan rendahnya produktivitas, kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi saat ini berawal dari minimnya sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang tertentu,” kata Sofyan.

Mahasiswa Vokasi yang pendidikannya berbasis vokasional atau keahlian, sangat dibutuhkan untuk mengaplikasikan kompetensinya baik di dunia industri maupun dunia wirausaha sebagai entrepreneur.

Sehingga, kata Sofyan, ruang-ruang kosong yang selama ini belum diisi oleh keahlian tertentu akan diisi oleh alumni-alumni Sekolah Vokasi yang ada di Indonesia.

“Jika ini berhasil, maka permasalahan-permasalahan bangsa akan relative tertangani,” tambah Sofyan.

Pada kesempatan tersebut, Sofyan Sjaf yang juga sebagai penggagas Data Desa Presisi itu mengajak mahasiswa dan alumni Sekolah Vokasi untuk terjun ke Desa yang menjadi sumber pangan.

“Kenapa Desa? Karena sumber pangan ada di desa. Jika berbagai budidaya pertanian, peternakan dan perikanan dapat dioptimalkan dengan berbagai inovasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa maka ancaman kerawanan pangan akan dihindari,” ungkapnya.

Menurut dia, secara benefit desa juga dapat memberikan penghasilan di atas rata-rata penghasilan pekerja industri. Untuk itu, maka  pendidikan vokasi dapat dirancang salah satunya mencetak aktivis-aktivis pemberdayaan desa.

Sofyan Sjaf menambahkan, jika sinergi pendidikan, penelitian dan pengabdian di Sekolah-Sekolah Vokasi yang dilakukan oleh Dosen dan mahasiswa berbasis pada inovasi yang aplikatif, maka Pendidikan Vokasional menjadi jawaban akan permasalahan bangsa.

“Hal ini menjadi trigger semua insan akademis vokasi untuk mengasilkan inovasi aplikatif yang dapat disinergikan dengan pendidikan dan pengabdian mahasiswa di masyarakat termasuk di dalamnya Program MBKM,” kata dia.

Untuk itu semua, LPPM IPB mengaku siap mendorong dan memfasilitasi dengan berbagai program, seperti yang sudah dilakukan antara lain program Dosen Mengabdi, Dosen Pulang Kampung, Mahasiswa Mengabdi, mahasiswa Wiramuda, IPB Goes To Field (IGTF), Farmers Goes To IPB dan lain-lain.

Exit mobile version