Seni dan Tradisi Sunda Warnai Pekan HAM di Kota Bogor

oleh -554 views

BOGOR (Lead.co.id) – Penampilan Tarian Tradisional, Wayang Golek, Batik Bogor dan Alunan Musik Sunda telah mewarnai Rangkaian Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Bogor.

Kegiatan itu tepatnya dilaksanakan di Kampung Agro Eduwisata Organik (AEWO), Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis (8/12/2022).

Mengusung tema “Merawat kebudayaan lokal, ruwat seni budaya sebagai jatidiri bangsa yang mandiri dan bermartabat”, talkshow Pekan HAM di tengah hamparan sawah itu dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya sebagai keynote speech.

Juga tampak hadir para budayawan yakni Yayat Hidayat, Ceceng Arifin, Atang Supriatna, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata, Anggota DPRD Kota Bogor, Sri Kusnaeni dan Pemilik Geulis Batik Bogor, Sri Ratna Handayani.

Baca :  Memahami HAM di Kota Bogor, Perlunya Sinergi dan Kolaborasi

Di awal talkshow yang dibalut dengan sesi diskusi ini, Bima Arya melontarkan pertanyaan satu kata yang identik dengan orang Sunda.

Pertanyaan itu dijawab oleh para peserta yang hadir dari LPM Kecamatan Bogor Selatan, Karang Taruna, KNPI, organisasi masyarakat, paguyuban dan sebagainya.

“Kata yang paling identik, iya someah, bageur, guyub, sauyunan, sabilulungan, wanter, dan sebagainya,” kata Bima Arya meneruskan jawaban para peserta diskusi.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, secara umum, kata Bima Arya, masyarakat Sunda itu memiliki personal branding periang, sangat penolong, berbaik hati, ramah dan pemberani.

Baca :  PSI Kota Bogor Merespon Pemulangan WNI eks ISIS

Berbicara tentang jati diri, menurut Bima Arya ada beberapa level tahapan.

Tahap pertama lanjut dia, adalah mengenai simbol kesundaan yang sudah ada sejak zaman dahulu yang perlu dijaga, diperkuat dan terus disosialisasikan, seperti kujang, pakaian sunda dan sebagainya.

“Kita sahkan perwali itu, baju pangsi yang awalnya hanya digunakan ASN, sekarang diikuti oleh pegawai swasta, kantor, perbankan, semua ikut Alhamdulillah,” katanya.