Oleh: Apendi Arsyad
Rapat Kerja (Raker) menurut Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) tahun 2021 adalah Silaturrahmi Kerja. Untuk wilayah Bogor, namanya menjadi Silaturrahmi Kerja Wilayah, disingkat Silakwil. Untuk tingkat nasional, MPP ICMI namanya Silaknas, tingkat daerah MPD ICMI disebut Silakda, sedangkan untuk tingkat satuan namanya Silaksat ICMI Orsat.
Fungsi kelembagaan Silakwil, ditingkat wilayah memang merumuskan dan menetapkan rencana kerja (renja) dan rencana aksi-kegiatan unggulan ICMI Orwil Khusus (Orwilsus) Bogor, yang tetap mengacu pada program nasional ICMI hasil Muktamar ICMI ke 7 thn 2021 di Bandung.
Begitu jeniusnya perancang AD dan ART ICMI ini, memang itulah watak kecendekiawan muslim. Mereka memiliki nilai lebih, bukan saja ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (ipteks) yang mereka kuasai, tetapi juga iman dan taqwa (imtaq) dengan pemahaman agama Islam (Dinulislam) yang baik, taat dan teguh (istiqomah) juga mereka pegang erat-erat dan kuat sistem nilai, akidah, moral dan ideologi Qurani menyatu dalam kepribadian muslimnya (integritas), tidak menjadi kepribadian yang terpecah (split personality, ambigu, munafiq).
Mengapa demikian saya katakan?
Istilah Silakwil dalam AD dan ART ICMI, jelas dan tegas mengandung sistem nilai dan norma yg agung dan sangat bermakna dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan kita bangsa Indonesia. Karena adanya kosa-kata “silaturrahmi” asalnya kata dari “silaturrahiem” (bahasa Al Quran), yang diterjemahkan “mempererat rasa/qalbu dan menyambung persaudaraan antar sesama” (ukhuwah Islamiyah).
Silakwil ICMI, bukan saja sekedar sebuah forum bertemunya dan bekerjanya para pengurus (MPW) ICMI Bogor untuk merumuskan dan memutuskan rencana kerja dan kegiatan perioritas-unggulan seperti Raker, tetapi lebih dari itu ada jiwa dan semangat untuk saling mengenal (ta’aruf) dan membangun persahaatan yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar saling mengenal dan tolong menolong satu sama lain dengan rasa cinta dan kasih sayang bahwa kita ini bersaudara (ta’awum dan lita’arofu).
Jadi makna Silakwil ICMI agak lebih mendalam maknanya, berbeda jauh dengan Rakerwil yang hanya bersifat teknis-mekanistik dan bersifat duniawi semata untuk menyelesaikan tugas konstitusi organisasi sesuai AD dan ART. Sedangkan Silakwil, selain ada unsur teknis-mekanis (fisik, dimensi material-duniawi) terdapat juga unsur kejiwaan (psikis-rasa, dimensi spiritual, ukhrowi) menyambung rasa dan merawat persaudaraan antar sesama muslim (ukhuwah islamiyah).
Itulah kelebihan ICMI, berusaha memadukan kemampuan dan kekuatan imtaq dan ipteks dalam satu kesatuan tugas dan amalan pengabdian. Ini penting di era milenial berbasis digital dan kapitalistik, kita lebih cenderung memuja material, ketimbang immaterial (spiritual), sehingga kita banyak terjerembab kedalam perilaku nista, jahil dan jahat, alias sesat-menyesatkan. Padahal Dinnulislam (Al Quran dan As Sunnah) mengajarkan umat manusia hidup berkeseimbangan material dan spritual, serta menjadi ummat penengah (ummatan washatan).
Kita sudah sangat paham dan mengerti apa manfaat (fadhillah) bagi seseorang yang rajin dan gemar bersilaturrahmi antar sesama manusia. Menurut hadist Rasulullah Muhammad SAW, seorang muslim yang mengamalkan dan melakukan silaturrahmi dengan para famili dan kerabat (dunsanak), kenalan, teman-kawan dan para sahabatnya, maka mereka akan mendapatkan manfaat sekurang-kurangnya 2 hal yakni panjang umurnya dan dimurahkan rezekinya, selain pahala atas perbuatan kebajikannya yang dikerjakannya atas niat beribadah karena Allah SWT.
Tapi sayang, silaturahmi untuk saling mengenal “kurang” dan bahkah praktis tidak terbangun karena rancangan acara Silakwil ICMInya terlalu singkat waktunya.
Jadi begitu mulianya, perbuatan gemar bersilaturahmi dalam perspektif Islam, yang kini agak mulai terlupakan dalam komunitas muslim sebagai dampak negatif globalisasi, materialistik-kapitalis dalam era milenial berbasis digital, zaman now ini.
Hal ini perlu saya narasikan, karena banyak yang belum tahu dan paham tentang Silakwil yang ada dalam AD dan ART ICMI tersebut, sebab orang baru bergabung di ICMI, dan kemungkinan belum membacanya ketentuan-ketentuan organisasi AD dan ART tersebut dengan seksama.
Faktanya surat undangan Ketua MPW ICMI Orwil Khusus Bogor saat ini, acara di Balai Kota Bogor, spanduk dan bener terpampang tulisan dengan narasi Rapat Kerja (Raker). Itu keliru, menyalahi konstitusi ICMI, dan harapannya untuk selanjutnya tidak perlu lagi hal itu terjadi.
Oleh karena itu, setiap personal yang namanya tercantum dalam susunan personal Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwilsus Bogor wajib membaca, memahami dan melaksanakan AD dan ART ICMI thn 2021 hasil keputusan Muktamar ICMI ke 7 di Bandung Jawa Barat.
Pagi Jumat (tgl 22 April 2022) itu, saya AA ditelepon oleh adinda Dr. Aceng Hidayat, Ketua Formatur terpilih di forum Muswilub ke 2 ICMI Orwilsus Bogor pada bulan Maret 2022 di kampus STIE IPWIJA, Cikeas Bogor Timur Kab Bogor. Beliau meminta saya AA untuk menjadi narasumber memberikan bekal pengetahuan organisasi dan kelembagaan tentang “Keicmian” di forum Silakwil ke satu ICMI Orwilsus Bogor.
Saya dengan senang hati menyanggupinya, sebab untuk memulai sebuah amanah dan tugas keorganisasian ICMI, maka sudah seharusnya, prasyaratnya setiap individu pengurus MPW memahami sejarah, khittah/watak kecendekiawan muslim, AD dan ART ICMI serta garis program kerja 5 K (Kualitas) ICMI.
Harapan kita setiap pengurus memiliki persepsi dan pemahaman serta berkomitmen yang sama dalam membuat langkah-langkah program dan menjalankannya sebagai ladang amal-sholeh dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Akan tetapi waktunya sangat sempit dan terbatas sekali (lk 15-30 menit), sehingga saya hanya memberikan materi pokok secara umum saja dan seraya menggugah jiwa semangat para peserta Silakwil untuk berkomitmen dan gemar berbuat kebajikan (jihad) untuk kemajuan ummat, rakyat, bangsa dan negara (NKRI) yang diridhoi Allah SWT, yang kini rakyatnya sebahagian besar masih tertinggal, terbelakang, dan sering mendapat kegaduhan, serta negara sedang berkembang (developing country), tersimpan banyak tantangan, yang menuntut keterlibatan kaum intelektual (cendekia).
Saya sampaikan materi lisan dengan bahasa retorik dan rasional (common sense) untuk membangkit kesadaran dan semangat (ghiroh) pengabdian para personal MPW ICMI Orwilsus Bogor yang hadir dalam forum Silakwil.
Alhamdulillah, kegiatan pembekalan materi singkat “Keicmian” bagi para pengurus berjalan baik, kondusif. Sesi pembekalan langsung dipimpin atau dimoderatori Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Dr.Aceng Hidayat (Dosen FEM IPB, dan sekretaris IPB University).
Sebelum acara Silakwil, telah diselenggarakan acara Pelantikan dan Pengukuhan MPW ICMI Orwilsus Bogor periode tahun 2022-2027 oleh Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Arif Satria SP (yang juga sebelumnya adalah Ketua ICMI Orwilsus Bogor dan Rektor IPB University) diteruskan penyerahan pataka, bendera ICMI dari Prof.Arif Satria selaku Ketua lama kepada Dr.Aceng Hidayat, ketua yg baru. Acara berlangsung hikmat, selain diisi sambutan Ketum ICMI, juga sambutan Wali Kota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto, dan dihadiri unsur Pemerintahan Kota dan Kabupaten Bogor, antara Sekdakot Bogor, ibu Dr.Syarifah Sopia, staf ahli Bupati Bogor bpk Makmur, dll.
Isi sambutan Ketum ICMI Pusat, Prof.Arif Satria antara lain mengajak MPW ICMI Orwilsus Bogor untuk melaksanakan program kerja 5 K ICMI, seraya menjelaskan makna 5 K tersebut, yakni peningkatan kualitas imtaq, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, kualitas hidup dan peningkatan kualitas berkeluarga berkasih-sayang (sakinah mawaddah warrohmah).
MPW ICMI Orwilsus Bogor bersama anggotanya tetap tampil, bangkit dan berkinerja sesuai dengan watak keislaman, kecendekiaan dan kebangsaan, serta khittah (visi dan misi) ICMI. Sedangkan bapak Walikota Bogor, Dr.Bima Arya menjelaskan beberapa keunggulan potensi SDM, Sumberdaya kelembagaan, geostrategis, geopolitik dan sumberdaya lainnya Kota Bogor untuk digarap ICMI dan beliau dengan senang hati membuka diri untuk bekerjasama dengan ICMI memajukan masyarakat Kota Bogor.
Semoga tawaran ini bisa ditangkap peluang dan tantangannya oleh pimpinan ICMI Bogor dan jajarannya untuk bersinergi dan berkalaborasi yang kreatif, inivatif yang saling memperkuat dan menguntungkan (mutualistik).
Dengan dilantiknya MPW ICMI Orwilsus Bogor, baik dewan penasehat, dewan pakar dan dewan pengurusnya, maka pada kesempatan ini, saya mengucapkan
selamat dan sukses buat adinda Dr Aceng Hidayat. Beliau sudah disyahkan dan dilantik menjadi Ketua/Pemimpin ke 6 MPW ICMI Orwil Khusus Bogor periode thn 2022-2027 (setelah Prof. Sjafri, Prof. Bunasor, Prof. Bintoro, Prof. Herry dan Prof. Arif Satria), terselenggara di Balai Kota Bogor, pada Jumat siang hingga sore tanggal 22 April 2022 yang lalu, sambil berbuka bersama shaum Ramadhan 1443 H.
Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik, dan dalam ridho Allah SWT..Amiin3 YRA.
Abang AA ikut senang, berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT atas telah berlangsungnya alih generasi kepemimpinan dan transformasi budaya “Keicmian” telah berjalan mulus dalam lingkungan organisasi ICMI Orwil Khusus Bogor. Harapannya, hendaknya kita selalu mengambil posisi dan peranan terdepan (pioneer, bukan follower) utk meraih kemajuan yg berperadaban membangun masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Harapan berikutnya kita MPW ICMI Orwilsus Bogor terus memberikan kontribusi yg terbaik baik peradaban tingkat lokal, regional dan nasional di lingkungan internal ICMI, seperti yang telah kita lakukan menempatkan kader terbaik untuk berkiprah pada tingkat nasional dan global, serta mempersembahkan inovasi seperti Hyme ICMI, Pemberdayaan Imaratul Masyajid, etc.
Dalam kesempatan ini untuk melengkapi materi pembekalan yg saya sudah berikan pada awal Silakwil (“Raker”) ICMI Bogor, karena waktunya sangat singkat maka saya share 4 (empat) artikel saya di WAG ICMI Bogor ini yakni berjudul: (1) Mengenang Sosok alm. Bpk Prof.BJ Habibie, “Bapak ICMI” kita, (2) agenda ICMI 5 tahun ke depan; (3) ICMI Bogor untuk Indonesia dan (4) Lesson Learn Muswilub ke 2 ICMI Orwilsus Bogor.
Semoga keempat artikel saya tulis tersebut bisa menambah wawasan, menggerakan motivasi utk beramal kebajikan (sholeh) dan memantapkan orientasi serta komitmen jajaran pengurus ICMI Bogor untuk mengimplementasikan program kerja 5 K ICMI di wilayah Bogor dengan serius dan sesungguhnya.
Saya berkeyakinan kita mampu, sebab saya melihat potensi SDM/Cendekiawan muda generasi millenial yg kita miliki dan terlibat dalam MPW ICMI Orwilsus Bogor sangat berkualitas. Mereka masih muda generasi millenial tapi sudah meraih gelar Magister dan Doktor dengan beragam keahlian dan disiplin ipteks cukup banyak, kepadatan yang tinggi di wilayah Bogor, bahkan ada yang sudah Professor.
Hampir 85 persen saya melihat wajah-wajah baru dalam kepengurusan ICMI Orwilsus Bogor periode 2022-2027. Alhamdulillah saya mendengar langsung presentasi proker ICMI Orwilsus Bogor oleh para Wakil Ketua bidangnya di forum Silakwil, begitu cerdas, kreatif dan inovatif, banyak gagasan kegiatan baru yg ditawarkan spt: Penataan dan konsolidasi keorganisasi Orda, Orsat dan Batom, Rebranding ICMI Orwilsus Bogor, Mendesain database digital, Penataan infokom, Pengembangan Desa presisi binaan berbasis pertanian terpadu, publikasi pemikiran keagamaan Islam dan iptek pertanian tepat guna, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis Koperasi dan UKM dll. Saya mengikuti jalan diskusinya dengan senang hati, dan berpikir proses transformasi sedang berjalan di ICMI Orwilsus Bogor untuk 5 tahun ke depan, insyaAllah kita tetap optimis.
Ingat adanya istilah “kekhususan wilayah” tersebut, karena Bogor berpenduduk dan memiliki SDM yang terpelajar dan terdidik, dan posisi strategis Bogor berada di daerah penyangga (buffer zone, hinterland) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dengan permasalahan yang begitu komplek. Sebab pada awal AD dan ART ICMI, orwil ICMI bisa dibentuk karena faktor potensi SDM dan permasalahan pembangunan yg harus dipecahkan.
Alasan ini, Bogor disetujui oleh Ketum ICMI Pusat pertama bapak Prof.Dr Ing.BJ Habibie. Sekedar informasi sejarah lahirnya ICMI Orwilsus Bogor tanggal 21 Maret 1991 di Balai Kota Bogor Jawa Barat, dengan Ketua pertama Prof.Dr.H.Sjafri Mangkuprawira (alm. wafat thn 2013) Ketua Majelis Guru Besar IPB University.
Harapan selanjutnya organisasi ICMI yang kita bangun di wilayah Bogor ini tetap eksis dan sustain dalam pengabdiannya pada masyarakat dan bangsa yang berbasis pada program 5 K ICMI dan terutama dalam hal peningkatan kualitas SDM muslim Indonesia yang inklusif dan rahmatullila’lamin.
ICMI hadir bisa memberikan solusi terhadap berbagai persoalan dan permasalahan bangsa, sebagai penghubung (jembatan) aspirasi umat-umaro, dan rumah besar umat Islam Indonesia dalam membangun masyarakat berkemajuan dan berperadaban, dll. Kemudian ikut serta proaktif (bukan “wait and see”) mengawasi, mengkritisi secara cerdas-saintifik dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik (public policy) spt UU, PP, Kepres dan Kepmen agar tidak bertentangan dengan sistem nilai Pancasila dan ajaran Islam berlandaskan Al Quran dan Sunnarasul (hadist nabi Muhammad SAW)
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong kita hambaNya yang beriman bertaqwa dan gemar berbuat kebajikan untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara sebagaimana dicita-citakan.
Syukron, barakallah.
Penulis adalah pendiri dan kini Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor 2022-2027, sebelumnya pernah mendapat amanah sebagai salah seorang Pemrakarsa berdirinya ICMI di Bogor; Wasek 1, Sekretaris umum, Wakil Ketua 3 periode dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor





