Sosialisasi 4 Pilar di Pamekasan Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -312 views
Sosialisasi, 4 Pilar, Pamekasan, Protokol, Kesehatan
Anggota DPR RI, MH Said Abdullah mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, dengan protolol kesehatan ketat

LEAD.co.id | Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah melaksanakan sosialisasi Empat (4) Pilar Kebangsaan, di Cafe & Resto D`Almuna, Pamekasan, pada Minggu (6/2/2020). Sosialisasi diikuti oleh 150 tokoh masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tampak para peserta dan pemateri tetap mematuhi prokes Covid-19 dengan mengenakan masker dan menjaga jarak. Tak hanya itu, sebelum masuk para peserta juga diperiksa suhu tubuhnya untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat.

Ketua PCNU Pamekasan, RKH Taufiq Hasyim, salah satu narasumber dalam sambutannya menegaskan, toleransi keberagamaan serta menghargai sesame manusia merupakan esensi dari keempat pilar kebangsaan.

Baca :  Kota dan Kabupaten Bogor Perkuat Protokol Kesehatan

Indonesia dengan beragam suku bangsa dan bahasa, kata dia, harus semakin diperkuat dan dirawat oleh semua pihak termasuk tokoh masyarakat.

“Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena itu kita tidak boleh merasa paling benar dan menyalahkan yang tidak sepemikiran dengan dirinya sendiri,” katanya.

Sementara Said Abdullah, yang diwakili oleh Nadi Mulyadi mengatakan, perbedaan dalam pendapat serta beberapa perbedaan lainnya adalah lumrah. Apalagi masyarakat Indonesia khususnya pamekasan terdiri dari berbagai macam agama serta ras.

Baca :  Milad HMI ke-73, Wabup Pamekasan Kupas Independensi HMI

Ia berharap semua pihak harus mampu memfilter setiap informasi dan tidak lantas langsung mengambil mentah.

“Karena salah satu faktor yang mempengaruhi kondusifitas adalah informasi sesat dan menyesatkan yang sengaja digulirkan untuk memecah belah keutuhan NKRI yang majemuk ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan jika saat ini tak ada kata lain selain menjalankan dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan. Karena semua hal tersebut tidak ada yang bertentangan dengan agama manapun, terutama dengan Pancasila.

“harus guyup, harus rukun, bukan karena beda pemikiran lalu main gebuk, ini negara hokum dan semuanya ada mekanismenya tersendiri,” jelasnya.

Baca :  Ade Yasin Memastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren

Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *