Alhamdulillah, wasyukurillah, Sabtu pagi, tgl 21 Maret 2026, bertepatan 1 Syawal 1447 H, bertempat di Taman Rainward, Kebun Raya Bogor (KRB), Ummat Islam Kota dan sebahagian warga masyarakat datang dari daerah Kabupaten Bogor menunaikan ibadah sunnah sholat Idul Fitri 1447 H dan dilanjutkan khotbah Idul Fitri dengan khotib Prof. Dr. H. Arif Satria SP MSi (Prof.ASA).
Prof. ASA sudah sangat populer dan dikenal publik sebagai mantan Rektor IPB University yang sukses mengembangkan riset dan inovasi saintek yang terkait dengan dunia bisnis, sehingga IPB dibawa kepemimpinan Prof. ASA telah sukses bertransformasi menjadi kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terbaik dalam kategori keunggulan inovasi dan kepemimpinan PTN terbaik (exellence university) di Indonesia.
Prof. ASA yang saya AA kenal, adalah sosok dan figur pemimpin millenial, ternyata selain memiliki kompetensi keilmuan/sosok akademisi yang mumpuni yang menguasai ipteks, beliau juga menguasai llmu agama Islam (DinnulIslam) dengan basis iman dan taqwa (imtaq) yang kuat, teguh pendirian (istiqomah). Beliau sering diminta warga masyarakat Indonesia diundang menjadi khotib Jumat dan Idul Fitri/Adha di sejumlah masjid dan lapangan di Indonesia.
Dengan sering tampil sebagai khotib, penceramah agama Islam, dan menguasai iptek sebagai berprofesi sebagai Dosen di IPB University, maka kita menyimpulkan bahwa Prof ASA merupakan salah seorang sosok dan figur Cendekiawan Muslim sejati dan mumpuni yang dimiliki bangsa Indonesia. Dalam arti kata bahwa dalam diri pribadi adikku Prof. ASA berpadu 2 kekuatan kompetensi imtaq and iptek power (integrated imtaq and Iptek, yang telah menjadi icon ICMI), yang membuat beliau sering tampil di arena publik, diundang sebagai khotib guna merayakan dan memperingati hari-hari besar keagamaan Islam seperti Idul Fitri, setelah ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya.
Pagi Sabtu tgl 21/3-2026, Prof.ASA mantan Rektor IPB yang kini menjabat 2 jabatan publik yang strategis dan prestisius tsb yaitu Ketua Umum MPP Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diundang oleh Panitia Bogor ICMI Islamic Festival (BiiFest) thn 2026 bekerjasama dengan Pemda Kota Bogor, menjadi khotib sholat Idul Fitri 1447 H, bertempat di Taman Rain Ward KRB. KRB merupakan salah satu asset negara dikelola BRIN, adalah
sebuah warisan (herritage) penjajahan Belanda yang telah lama dikenal se antero dunia dengan aneka tumbuhan (flora) berbagai jenis vegetasi yang unik dan langka, terutama tumbuhan tropika, dll.
Pagi Sabtu 1 Syawal 1447 H, umat Islam daerah Bogor berduyun-duyun memasuki salah satu satu gerbang KRB Jln Raya Pajajaran, dan memadati Taman Rain Ward untuk melaksanakan sholat sunnat dan mendengar khotbah Idul Fitri 1447 H yang disampaikan oleh Prof. ASA (Ketum MPP ICMI, sekaligus Kepala BRIN RI, yang baru beberapa bulan diangkat dan dilantik Presiden RI bpk. Prabowo Subianto (PS).
Judul khotbah idul Fitri 1447 H, yang inspiratif, disampaikan Prof. ASA adalah “Idul Fitri dan Kontekstualisasi Nilai Islam dalam Rekonstruksi Peradaban Baru”. Topik khotbah ini menurut penilaian saya AA sungguh menarik dan menginspirasi, serta sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi saat ini, yakni adanya perang USA dan Zionis Yahudi Israel melawan Negara Revolusi Islam Iran, yang membuat sejumlah negara-bangsa (nation state) di dunia berada dalam ketegangan, goncangan mental, rasa kekhawatiran dan pengungsian besar-besaran penduduk untuk menghindar akan terjadinya perang Dunia Ketiga yang mengorbankan harta dan nyawa umat manusia.
Kita sudah tahu dan sangat paham bahwa insiator dan pemantik perang dipelopori oleh para Dajjal Donald Trump, Presiden USA berkoalisi dengan Dajjal Netanyahu PM Negara Zionis Yahudi Israel, mereka menyerang ibu kota Negara Iran, Teheran yang mengakibatkan wafatnya Presiden Iran Ayatullah Ali Khaemeni, ulama berpengaruh Iran dan matinya dibunuh beberapa pimpinan Militer Iran, sehingga Iran hanya bersifat membalas dan membela diri. Kita sudah tahu dan sangat paham bahwa terjadinya tragedi perang USA dan Israel versus Iran, akibat adanya pelanggaran hukum internasional dan Piagam perdamaian PBB oleh Negara Zionis Yahudi Israel yang dibackup oleh USA sebagai anjing helder Israel.
Dua Negara tsb sdh dikenal berwatak buruk, yaitu ekspansionis kekuatan politik Barat, agresor, superarogan, berperikaku biadab, pembunuh, pemfitnah, pembohong dan perampok sumberdaya alam negara-negara kaya migas, dengan berkedok demokrasi dan penegakan HAM. Akibat pola perilaku “paradoks dan anomali” 2 negara Zionis Yahudi membuat peradaban dunia mengalami kehancuran dan kemunduran dalam semua aspek kehidupan manusia, apalagi dampak perang bersenjatakan Nuklir dan modern yang presisi, memiliki daya rusak dan kekuatan pembunuh manusia yang luar biasa. Faktanya bisa kita lihat sudah selama beberapa pekan konflik 2 negara USA dan Israel versus Iran, dengan menggunakan persenjataan Rudal dan Drone, insprastruktur-sapras strategis kedua belah pihak hancur-hancuran, porak poranda disertai kematian, melayanhnya nyawa rakyat dari masing-masing negara yang berperang, mengalami berbagai penderitaan dalam multidimensional.
Memang perang adalah penyebab utama kehancuran sebuah peradaban dan perbuatan diluar perikemanusiaan (dehumanisasi), harkat dan martabat manusia degradasi-pudar, pupus dan sirna didalam kehidupan sosial sebagaimana pengalaman yang terjadi Tragedy of the Common Perang Dunia Pertama dan Kedua. Kekuatan aturan hukum, moral, etika dan akhlaq di lingkungan sosial yang dilanda dan atau berada medan laga peperangan dicampakan dan menjadi sirna, sehingga menimbulkan kecemasan, ketegangan dan berbagai kerugian material dan spiritual. Kita sedang menunggu negara mana yang menang atau kalah dalam peperangan tsb, USA berkoalisi dengan Israel atau Iran? Berdasarkan fakta kekuatan di medan perang, menurut pengamatan, ramalan para ahli strategi dan pakar militer, Iran berpeluang menjadi pemenang karena memiliki persenjataan Rudal Hiperbalistik dan Drone yang lebih unggul dari USA/Israel, juga dari moral-mental berperang Rakyat dan Tentera Garda Revolusi Islam Iran tampak lebih unggul spiritualnya dengan spirit nilai Ruhul Jihad karena Allah SWT luar biasa surplus energi, berbanding terbalik dengan sikap mental dan moral Rakyat dan Tentera bayaran USA dan Israel yang defisit.
Kita berharap adanya ajakan si mulut besar dan superarogan Trump, mengemis dan meminta bantuan pasukan dan persenjataan perang kepada negara-negara Erofah dan NATO, agar tetap ditolak. Dan negara-bangsa tsb harus sadar sesadarnya, perbuatan Dajjal Trump merusak perdamaian dunia yang menjadi dambaan dan kebutuhan dasar umat manusia (basic human need) di dunia.
Sehubungan dengan situasi dan kondisi adanya ancaman potensi terjadinya perang Dunia ketiga, akibat ulah Presiden USA si Dajjal Trump dan PM Zionis Yahudi Israel Netanyahu, maka materi khotbah Idul Fitri 1447 H Sabtu pagi di KRB disampaikan oleh Prof. ASA sangat menarik, menginspirasi dan sangat relevan untuk dipedomani guna mencegah peperangan dalam upaya mewujudkan dan menciptakan perdamaian abadi di muka bumi saat ini agar tidak dirusak para Dajjal dan supportersnya.
Cendekiawan Muslim Indonesia Prof. ASA dalam khotbah sholat Idul Fitri 1447 H di KRB menawarkan konsep, yaitu ada 7 (tujuh) Nilai Islam dalam konteks merekonstruksi peradaban baru di era millenial, memasuki abad ke 21 yang bersifat distruptif, penuh ketidakpastian, yaitu sbb:
1.Tawazun (maknanya penuh keseimbangan termasuk menyeimbangkan kepentingan dunia dan akhirat (merujuk pada QS Al Qashas ayat 77),
- I’tidal (artinya manusia berperilaku secara proporsional dan adil dengan tanggungjawab, QS AnNisa 135, Al Hashar 7 dan Al Maidah 8), 3.Tasamuh (manusia hidup bermasyarakat bertoleransi atau penerimaan, pengertian dan penghormatan terhadap perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat, merujuk pada QS Al Hujarat ayat 13, Al Mumtahanah 8 dan QS Al Baqarah 213),
- Syura (maknanya cenderung kepada musyawarah dan menyelesaikan masalah melalui pembicaraan untuk mencapai kesepakatan (QS Al Imran 159),
- Islah (artinya perbaikan atau pembaharuan: Dalam pengertian yang lebih luas Al Islah mengacu pada upaya untuk memperbaiki keadaan suatu masyarakat, individu, atau sistem sosial dengan tujuan mencapai kesejahteraan, keadilan dan kemajuan),
- Qudwah (maknanya teladan, merupakan konsep penting dalam tradisi Islam merujuk pada vigur-vigur yang dijadikan contoh dalam berperilaku dan kehidupan: QS Al Ahzaab 21), dan
- Muwatanah (mengenali bangsa sendiri dan menghormati kewarganegaraan atau cinta tanah air: Al Muwatanah bukan hanya sekedar loyalitas terhadap negara, tetapi juga mencakup rasa memiliki, tanggungjawab, dan partisipasi individu dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara yang bermartabat (rasa nasionalisme, humanistic and dignity).
Menurut Prof. ASA diakhir khotbahnya yang saya AA simak dan diperhatikan dengan khusuk, ke 7 (tujuh) sistem nilai dan kaidah sosial ini dapat menjadi budaya hidup secara individu dan kolektif di era modern saat ini. Kita pun sebagai Warga negara-bangsa Indonesia yang hidup berketuhanan yang Maha Esa (socio religous) atas dasar pandangan hidup (way of life) dan berideologi Pancasila perlu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa umat Islam mampu menjalankan Paradigma “Wasatiyat Islam” dalam semua aspek atau sendi-sendi kehidupan untuk membangun ummatan wasatan, masyarakat yang adil, makmur, damai, inklusif, harmonis, berdasarkan ajaran dan moralitas Islam. Demikian itulah kata Prof. ASA yang merupakan gambaran bagaimana konstelasisasi Islam untuk mengkonstruksi peradaban baru di muka bumi. Sukron dan barakallah Prof. ASA, it is very good idea for Freedom and Peace in the World, now.
Demikian dan Terima kasih atas perhatiannya, semoga kehadiran Tulisan saya AA ini yang merupakan kutipan atau cuplikan dari materi khotbah Idul Fitri 1447 H, Kepala BRIN dan Ketum MPP ICMI, Prof. ASA bertempat di lapangan RainWard KRB, Sabtu pagi 21/3-2026 yang lalu, hendaknya bisa mencerahkan, menginspirasi kita agar selalu berupaya mencari solusi menciptakan dan menjaga perdamaian abadi di muka bumi sebagaimana bunyi Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 Tujuan bernegara NKRI, perdamaian abadi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Semoga kehadiran Tulisan ini bermanfaat dan hendaknya berkontribusi untuk kemajuan hubungan antar negara-bangsa yang damai, harmoni, beradab dan berdaulat atas Rahmat dan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, Aamin-3 YRA
Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari Botim City, West Java, 22 Maret 2026
Oleh: Assoc Prof. Dr. Ir. H. Apendi Arsyad MSi
Penulis adalah Pendiri dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor thn 1986-2024, Penerima Penghargaan “Alife Time Achievment Award”, BiiFest thn 2026 ICMI Orda Kota Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-Tulisannya di Media Sosial dalam rangka ikut serta berkontribusi mewujudkan Visi dan Misi Indonesia Emas tahun 2045





