BOGOR (LEAD.co.id) – Kampung Cioray dengan sejuta cerita, menghiasi kehidupan masyarakat yang sulit terjangkau dari majunya peradaban. Di sana tersimpan cerita tentang seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang mendedikasikan diri demi hak anak-anak bangsa, demi kelangsungan dunia pendidikan di kampung yang terpencil di Kabupaten Bogor.
Mula-mula, Sukatma Atmaja merasa terpanggil hati-nya saat melihat sulitnya masyarakat untuk mengenyam pendidikan di kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal. Dengan motivasi itu, Sukatma mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk menjadi landasan dasar pendidikan anak-anak petani di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit ditempuh.
Hingga tahun 2009, Sukatma dengan bermodal tekad yang kuat mulai membangun sekolah dengan bangunan seadanya. Kini, hasil jerih payahnya membuahkan hasil, MI Hidayatul Islam sudah terakreditasi ‘B’ dan hak anak-anak bangsa terpenuhi hingga sampai jenjang perguruan tinggi.
“Cita-cita saya ke depannya dapat mendirikan sekolah di jenjang selanjutnya, agar anak-anak di kampung ini, tidak perlu jauh-jauh lagi melanjutkan ke MTS atau pun SMP yang lokasi terdekat berjarak sekitar kurang lebih 7 kiloan, dan harus memakai jasa ojek dengan biaya 20 ribu sampai 30 ribuan,” ucapnya kepada awak media, pada Sabtu (14/8/2021).
Masih kata dia, “selain itu, besar harapan saya bilamana pemerintahan daerah dan pusat dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak bangsa yang tinggal di pedesaan, karena mereka pun mempunyai hak yang sama sebagai putra daerah yang wajib mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara, Ridwan Hidayat selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leuwikaret membenarkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islam adalah satu-satunya sarana pendidikan yang ada di Kampung Cioray dengan sarana dan pra-sarana yang terbatas”.
Lanjutnya, selain itu ada juga beberapa sekolahan atau yayasan pendidikan di desa Leuwikaret yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintahan, dengan mirisnya kondisi gedung sekolah saat ini. Jika sarana sekolah lebih memadai, kemungkinan anak-anak murid pun akan lebih nyaman dan bersemangat dalam proses pembelajarannya,” pungkasnya.
Reporter: Sally Sumeke





