Curhat Terhadap Pendidikan Dasar Anak-Cucu Kita

0
Apendi Arsyad, Budaya, Islam, Melayu
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Oleh: Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi
(Ketua Wandik Kota Bogor 2013-2018)

Wa’alaikumsalam wr wb Abah H. Sujai; Alhamdulillah khabar saya baik-baik saja, sehat walaffiat. Mudah2an kita terhindar dari penyakit pandemi Covid 19. Terima kasih Abah sdh menulis panjang lebar dialamatkan kepada saya, yang mengungkapkan uneg2nya (curahan hati=curhat), keprihatinan mengenai masih maraknya penyalahgunaan (korupsi) dana pendidikan BOS di SD Kota Bogor, yang juga disertai sejumlah dana ‘pungutan liar’ kepada para murid, yang jelas melanggar hukum antara lain PP No.17/2010 (penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan), dan Kepmendikbud RI No. 75/2016 tentang Komite Sekolah, etc.

Kasus korupsi dana BOS SD se Kota Bogor tersebut, yang kini tengah diproses hukum oleh pihak Kejaksaan Kota Bogor. Berdasarkan informasi yang banyak diberitakan oleh berbagai media massa (al HU Radar Bogor, Pakar, Jurnal Bogor) dan media sosial (al WAG, Youtube, media online lainnya, etc). Sesungguhnya perbuatan persekongkolan jahat korupsi ini sudah berlangsung cukup lama, yaitu sejak tahun 2012 hingga sekarang. Hasil investigasi yang telah dikerjakan pihak berwajib, dan telah dipublikasikan, ditaksir kerugian negara sebesar lk Rp17 Milyard. Sebuah angka nilai uang yg cukup besar dan fantastik dilihat dari segi kepentingan pendidikan. Ke pihak2 mana saja dana “haram dan panas’ tersebut mengalir, terdistribusi dan tersebar, tentunya ke berbagai pihak. Untuk jelasnya pihak mana saja, aparat penegak hukumlah yg bisa dan berwenang mengungkapkan kasus ini secara terang benderang. Kita sangat berharap pihak Kejaksaan Kota Bogor bisa bekerja secara jujur dengan integritas tinggi, profesional dan bertanggungjawab demi masa depan anak-cucu kita yg juga berhak hidup berkemajuan dan berperadaban dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; khususnya pasal 31 (sistem pendidikan nasional).

Baca :  Yayasan Pamor Konsen Melayani Kesehatan, Pendidikan dan Keagamaan

Menyambung isi WA Abah, saya mendoakan, semoga Abah H.Sujai dan kelg yth selalu sehat walfiat dan dlm lindungan dan pertolongan Allah SWT.

Berdasarkan informasi yg diberitakan mass media diatas dan juga hasil diskusi (focus group discussion) bersama kawan stakeholders pendidikan serta observasi di lapangan; kondisi dunia pendidikan Kota Bogor kita memang sudah lama “kacau” dan “buruk” ruwetnya keragaan dan kinerja pelayanan pendidikan dasar dan menengah (dikmen) kita. Karena para penjahat pendidikan masih berkeliaran dan terus diberi ruang bergerak oleh “pihak yg berwenang dan berkuasa”. Saya melihat para penguasa hanya bisa beretorika, namun enggan dan tidak mau bertindak tegas mencegah dan membenahi dunia pendidikan, yang banyak dikeluhkan para orangtua murid. Perbuatan korupsi dana publik seperti dana Bantuan Operasional Siswa (BOS), dana PPDB, dana SPP dll sudah berlangsung lama, dan seolah-olah ada pembiaran. Ya beginilah kinerja Sekolah2 dikmen kita, yang setiap tahun juga langganan tawuran dan ragam kenakalan pelajar dan siswa lainnya.. yang bisa menjawab kondisi pihak Pemerintah/SKPD Pendidikan dan khususnya Aparat Penegak hukum di negeri ini. Selama ini proses penegakan hukum ada kesan, hanya sekedarnya, cukup mencari kambing hitam dengan menangkap 1-2 orang sbg “tumbalnya” sekarang baru ada 1 org kontraktornya yg ditahan. Dalam arti kata penegakkan hukum biasa kurang dan bahkan tidak tuntas. Ya mudah2an tidak untuk kasus korupsi dana BOS SD sekarang. Harapan kita akar permasalahan korupsi dana pendidikan berjemaah bisa disentuh dengan baik. “..Ibarat penyakit kronis, terapinya harus diamputasi..” Jadi wabah korupsi tersebut setiap tahun tidak kambuh lagi di masyarakat khusus di sekolah2 putra bangsa kita. Singkat kata solusi pencegahan dan penindakan jangan lagi bersifat “dagelan”, asal2an, karena masyarakat di era milenial sudah sangat cerdas memahami fenomena korupsi dana pendidikan ini.

Baca :  Kapolresta Bogor Urang Kita Kuansing

Yth Abah Sujai, untuk jelasnya pemahaman fenomena korupsi dana pendidikan, mohon dibaca artikel saya yg saya tulis kemaren (19/7-2020) sebagai respon dari beberapa keluhan orangtua murid SD di Kota Bogor yg sangat risau melihat perbuatan korupsi dana pendidikan Kota Bogor yg disampaikan ke saya sebagai mantan Ketua Wandik Kota Bogor. Mereka dulu pernah bertemu saya ketika mereka melakukan demontrasi menentang berbagai pungutan2 biaya pendidikan di sekolah (SD), juga banyak mass media yg memberitakannya, akan tetapi sayang, akhirnya juga berujung tidak jelas penyelesaian, penindakannya dan maaf ‘dipetieskan’. Hal ini terjadi, dan dapat kita pahami bahwa masih begitu kuatnya peran dan fungsi mapia pendidikan di negeri ini, tidak terkecuali di Kota Bogor, kota hujan yang kita cintai ini.

Baca :  #GenZBerkreasi, Wujudkan Internet Aman Bagi Anak

Silakan baca dan pahami, kesulitan2 yg saya hadapi selama menjadi Ketua Wandik Kota Bogor 2013-2018 yang bersuara menentang korupsi dana pendidikan di sekolah2 dengan beragam modus operandi yg tidak pernah digubris, ada pembiaran.

Hatur nuhun..bapak Haji Sujai, beliau adalah teman saya berolahraga pagi di Taman Heulang Kota Bogor, yg masih tetap peduli dan kini merisaukan nasib pendidikan anak cucu kita kini dan masa depan.

Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong hamba2Nya yg sholeh yg peduli pada pendidikan putra bangsa Indonesia Raya yang maju dan moderen. Amin3 YRA.
Sukron barakallah.
Wassalam.

Dr. H. Apendi Arsyad, MSi

Penulis adalah Dosen, Konsultan dan Aktivis Ormas di Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here