Sukatma Atmaja, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Kampung Terpencil

oleh -565 views
Sukatma Atmaja, Pahlawan, Tanda Jasa, Kampung Terpencil
Sukatma Atmaja, pendiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di daerah terpencil, kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor

BOGOR (LEAD.co.id) – Kampung Cioray dengan sejuta cerita, menghiasi kehidupan masyarakat yang sulit terjangkau dari majunya peradaban. Di sana tersimpan cerita tentang seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang mendedikasikan diri demi hak anak-anak bangsa, demi kelangsungan dunia pendidikan di kampung yang terpencil di Kabupaten Bogor.

Mula-mula, Sukatma Atmaja merasa terpanggil hati-nya saat melihat sulitnya masyarakat untuk mengenyam pendidikan di kampung Cioray, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal. Dengan motivasi itu, Sukatma mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk menjadi landasan dasar pendidikan anak-anak petani di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit ditempuh.

Baca :  Gelar FGD, Dompet Dhuafa Ajak Revolusi Pendidikan Tinggi

Hingga tahun 2009, Sukatma dengan bermodal tekad yang kuat mulai membangun sekolah dengan bangunan seadanya. Kini, hasil jerih payahnya membuahkan hasil, MI Hidayatul Islam sudah terakreditasi ‘B’ dan hak anak-anak bangsa terpenuhi hingga sampai jenjang perguruan tinggi.

“Cita-cita saya ke depannya dapat mendirikan sekolah di jenjang selanjutnya, agar anak-anak di kampung ini, tidak perlu jauh-jauh lagi melanjutkan ke MTS atau pun SMP yang lokasi terdekat berjarak sekitar kurang lebih 7 kiloan, dan harus memakai jasa ojek dengan biaya 20 ribu sampai 30 ribuan,” ucapnya kepada awak media, pada Sabtu (14/8/2021).

Baca :  Peran AM Sangadji di bidang Pendidikan dan Ekonomi Umat

Masih kata dia, “selain itu, besar harapan saya bilamana pemerintahan daerah dan pusat dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak bangsa yang tinggal di pedesaan, karena mereka pun mempunyai hak yang sama sebagai putra daerah yang wajib mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.

Sementara, Ridwan Hidayat selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leuwikaret membenarkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islam adalah satu-satunya sarana pendidikan yang ada di Kampung Cioray dengan sarana dan pra-sarana yang terbatas”.

Lanjutnya, selain itu ada juga beberapa sekolahan atau yayasan pendidikan di desa Leuwikaret yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintahan, dengan mirisnya kondisi gedung sekolah saat ini. Jika sarana sekolah lebih memadai, kemungkinan anak-anak murid pun akan lebih nyaman dan bersemangat dalam proses pembelajarannya,” pungkasnya.

Baca :  Refleksi Hari Pahlawan: Cipayung Plus Bogor Selenggarakan Diskusi dan Deklarasi Pahlawan

Reporter: Sally Sumeke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *