LEAD.co.id | Perkembangan pendidikan di sebagian wilayah Indonesia masih mengalami hambatan karena kendala akses hingga bencana alam. Hal itu diungkap dalam Education Outlook 2020 bertema “Revolusi Pendidikan Tinggi di Indonesia” yang digelar Dompet Dhuafa Pendidikan, di Cikini, Jakarta, Rabu, (22/2/2020).
Education Outlook 2020 ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono M. Si (Dekan Fakultas Ekonomi dan Management IPB), Guru Agung (GM Dompet Dhuafa Pendidikan), Goldy F. Dharmawan (Peneliti Riset SEMERU) dan Syafi’ie El Bantani (Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan).
Berbeda dengan perkembangan infrastruktur di Pulau Jawa, infrastruktur di Papua menyebabkan pendidikan masih terhambat, sehingga mempengaruhi kualitas, fasilitas pendorong hingga biaya pendidikan termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menopang kemajuan pendidikan seperti guru maupun orang tua.
Dalam kegiatan tersebut, Peneliti Riset SEMERU, Goldy F. Dharmawan menyebutkan, ada tiga alternatif sebagai solusi yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan pendidikan Indonesia saat ini.
“Satu, memodifikasi kebijakan PPDB sekolah negeri. Dua, mendorong konsep ‘sekolah kolaborasi’. Tiga, melakukan induksi dengan program pembelajaran mandiri,” tambah dia.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, Indonesia saat ini memasuki tantangan pendidikan 3.0. Lebih dari 75% siswa di Indonesia tidak menguasai kemampuan dasar matematika.
Beberapa faktor yang menjadi kendala dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yakni kompetensi guru yang masih perlu ditingkatkan, perekrutan dan penempatan guru belum merata hingga tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran dasar rendah, dan mengalami ketimpangan antar provinsi.
“Relevansi pendidikan dan pekerjaan perlu disesuaikan dengan perkembangan era dan iptek, juga tetap memberikan perhatian kepada aspek-aspek humanis,” terang Dekan Fakultas Ekonomi & Management IPB, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono M.Si, di kesemoatan yang sama.
“Saat ini kebutuhan akan pengelolaan pendidikan yang baik menjadi persoalan di Indonesia. Education Outlook 2020 mencoba mengevaluasi masalah di atas sekaligus memprediksi peluang di bidang pendidikan,” kata Aza el Munadiyan, Manager Strategic Partnership DD Pendidikan.
Menggandeng Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, serta Peneliti SEMERU, Education Outlook 2020 yang mengusung tema “Revolusi Pendidikan Tinggi” diyakini mampu memberikan perspektif serta evaluasi bagi jalannya pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui forum ini, pihaknya ingin para pembicara dan peserta dapat merumuskan strategi yang efektif untuk proses pendidikan tinggi dan pendidikan nasional.
“Selain itu, kami percaya jika dari Education Outlook 2020 dapat terbangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, juga perusahaan dalam kerja peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia” tutup Aza. (Humas DD/Red)





