Oleh: Dr Apendi Arsyad
Selamat dan sukses atas terselenggaranya Webinar ICMI Orwilsus Bogor seri pertama, ada kejutan. Sekaligus menjalankan misi sosialisasi awal untuk menjadikan Prof. Arif Satria (ASA) sebagai kandidat Ketua Umum ICMI Pusat yang ditawarkan di forum Muktamar ICMI mendatang, tepatnya pada tanggal 4 – 6 Desember 2021 di Bandung, Jawa Barat.
Syukron adinda Dr. Sofyan Syaf dan Dr. Doni Yusri.. alhamdulillah anda-anda telah sukses memimpin diskusi di Webinar ICMI Orwilsus Bogor sesi satu. Topik bahasan sangat relevan dengan kebutuhan ICMI tantangan masa kini dan menghadapi situasi kehidupan 5 tahun ke depan.
Narsum ahli di bidangnya dan beken, para Ketua Orwil ICMi yang mewakili barat (0rwil Lampung), tengah (Orwil Banten dan Jawa Tengah), dan timur (Orwil Maluku) saling mempertajam analisis dan melengkapi, sehingga dari berbagai perspektif yg muncul, tampak jelas dimana reposisi dan rekonstruksi peran ICMI untuk kurun waktu atau periode 2021 sd 2026.
Add Prof ASA sangat cerdas dan bernas idenya yg logis, runtut yang cukup mewarnai pemikiran pemikiran baru dengan menyebut tantangan baru dan pendekatan solusi baru bersifat kekinian, zaman Now.
Ada 3 tantangan destrupsi sosial yang perlu direspon dan diantisipasi ICMI kepemimpinan milenial yakni,
1. Climate change
2. Revolusi industri 4.0 dan
3. Pandemi Covid 19.
Prof. Arif Satria berpenampilan begitu menarik dan mengesankan bagi mereka yang sempat menyimak isi materi paparan di Pptnya berupa gagasan cerdas, kreatif, inovatif dan inspiratif yang mencerahkan tersebut. Mas Arif begitu piawai menjelas fenomena kehidupan sosial yang komplek itu, kemudian dibuat menjadi simpel, mudah dipahami audiens karena disajikan berupa model kerangka berpikir yang logis.
Saya berkeyakinan malam Webinar FGD membahas topik Pendidikan dan Kebudayaan ini adalah salah satu isu strategis yang menarik dan telah menjadi panggung sosialisasi ide ide brilian (genuin) yang merefensi dan dikuasai serta berkiblat kepada isi Ppt ASA, walaupun slot waktu yang diberikan moderator sangatlah sedikit waktu dalam presentasinya.
Melihat fenomena itu saya selaku Ketua Wankar ICMI Orwilsus Bogor tidak ragu2 dan percaya diri untuk berkata dengan lantang bahwa sosok dan vigur yang tepat menjadi Ketum ICMI Pusat periode 2021-2026 adalah Prof. Dr. Arif Satria SP., MSi yang kini Rektor IPB University, dan Ketua ICMI Orwilsus Bogor. Beliau yang tepat melakukan reposisi dan rekonstruksi peran ICMI untuk 5 tahun kedepan agar keberadaan membawa kemaslahatan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia di dalam wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Saya melihat dinamika dan sharing gagasan yang berkembang dalam forum webinar/ FGD ICMI Orwilsus Bogor tadi malam (29/11/2021) yang membahas topik “Peran dan Fungsi ICMI dalam Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan” yang dihadiri pentolan aktifis ICMI se-Indonesia, sangat pas dan tepat untuk mendeklarasikan ASA for ICMI Satu. Momentumnya untuk mempromote ASA for ICMi Satu dan Bogor untuk Indonesia adalah tepat sasaran. Mudah mudahan tidak ada yang komplain dari apa yang saya sampaikan.
Saya AA tetap berpandangan optimistik untuk kejayaan ICMI 5 tahun kedepan proses regenerasi (suksesi) kepemimpinan ICMI haruslah berjalan baik, objektif dan rasional serta islami.
Generasi tua yakni para pendiri ICMI tahun 1990an harus legowo, berjiwa besar untuk memberikan kesempatan dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi baru bukan lagi dipegang tampuk kekuasaan eksekutif dari generasi pendiri ICMI, melainkan berikanlah kepada sosok vigur pemimpin millenial. Itu pesan moral yang pernah saya dengar dan tangkap informasinya dari pendiri ICMI abang kita Prof. Dr. Jimly Assiddiqie SH,MH (Ketum.ICMI Pusat sekarang).
Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang layak dari generasi millenial untuk memimpin ICMI untuk 5 tahun ke depan?. Saya berani menjawabnya, dia adalah Prof. Arif Satria (Prof. ASA).
Prof. ASA yang saya kenal dan tahu, adalah seorang kader ummat yang telah teruji, berpengalaman memimpin dan sosok yang cukup banyak meraih prestasi dan penghargaan. Semua aktifis ICMI yang akademis seantero Indonesia tahu akan hal itu. Bahwa Prof. ASA adalah pemimpin IPB University yang meraih peringkat nomor satu di Indonesia versi Kemendikbud RI dan juga mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, begitu dikenal pemikiran pemikirannya. Sebab Prof. ASA seorang akademisi dan pemikir produktif, inspiratif dan mencerahkan yang artikel artikelnya banyak diterbitkan dan dimuat di sejumlah media cetak, elektronik dan media sosial.
Beliau Prof. ASA juga telah banyak mengarang dan menerbitkan belasan buku yang dipasarkan di book store seperti Gramedia dll. Salah satu karya buku terbarunya, yang sangat menarik dibaca dan dipahami adalah berjudul “Pesan Rektor: Mindset Baru untuk Transformasi” IPB Press, 204 halaman. Buku ini mengingatkan dan menyadarkan kita akan sejumlah tantangan dan peluang di era millenial yang sarat digitalisasi.
Prof. ASA, berusia muda, energik, sering tampil sebagai nara sumber di berbagai forum bergengsi baik turun ke daerah daerah menebar ilmu, juga di tingkat nasional, regional dan bahkan internasional, berkelas dunia seperti PBB, FAO, UNESCO, etc.
Karakter Prof. ASA sebagai akademisi sangatlah menonjol, seorang leader yang bervisi jauh kedepan dengan misi cemerlang yang demikian tampak. Vigur yang diharapkan bisa mewarnai, mengoreksi dan mengawal public policy di negeri ini yang memadukan Imtaq dan Ipteks, tidak bertentangan dengan aspirasi ummat dan jari diri bangsa yang berwatak socio relegious, bukan liberal kapitalistik apalagi komunisme yang bejat dan jahat itu.
ICMI sesuai khittahnya adalah organisasi berciri kecendikiawanan, Keislaman dan Keindonesiaan/ Nasionalisme yang tidak diragukan, maka sosok dan vigur yang dibutuhkan bukanlah seorang politisi yang populis dan pragmatis, akan tetapi vigur yang layak dipilih di dalam forum Muktamar ICMI nanti adalah seorang pemimpin Islam yang berkemampuan keilmuan dan kepakaran yang kuat. Artinya sosok vigur yang tepat yang dibutuhkan, seorang Akademisi yang brilian dan sukses memimpin institusi yang exellence dan belum terkooptasi dan tersandera kepentingan Parpol tertentu. Siapa dia? Dia adalah Arif Satria, ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor.
Semoga yang hadir sebagai peserta webinar ICMI Orwilsus Bogor (dari Orwil, Orda dan Orsat serta Batom se Indonesia) unttuk Sesi kajian pertama pada hari Senin malam 29 Nov 202l, yang dipimpin adinda Dr. Sofyan Syaf dan Dr. Doni Yusri, harapannya bisa mempermulus raihan ASA for ICMI Satu.
InsyaAllah akan kami tawarkan di forum ICMi Muktamar 4-6 Des 2021 di Bandung, subhanallah. Terima kasih atas kerjasama yang baik sebagai Teamses ASA untuk ICMI One. Sukses di ICMI kami. Syukron barakallah, semoga Allah SWT melindungi dan menolong kita sebagai hamba-Nya yang sholeh, Amiin YRA.
Pendiri ICMI di Malang dan Ketua wankar ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, dan TA P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, etc

