Tanggapi Obrolan TNI-Polri Soal IKN, Jaringan Aktivis Nusantara: Perlu Dikawal

oleh -204 views
TNI-Polri, IKN, Jaringan Aktivis Nusantara,
Sketsa Ibukota Negara, Kalimantan Timur

JAKARTA (LEAD.co.id) – Ketua Umum Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romdhon JASN berikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta TNI-Polri untuk menertibkan anggotanya. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat Rapat Pimpinan TNI-Polri.

Romadhon memuji sikap Presiden yang meminta TNI-Polri mendisiplinkan anggotanya. Karena TNI-Polri sebagai bagian dari pemerintah seyogyanya keniscayaan mendukung kebijakan pemerintah terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang sudah diputuskan bersama oleh pemerintah dan DPR.

“Presiden tegas, saya kira arahan dan permintaan Presiden terhadap TNI-Polri untuk menertibkan anggotanya suatu hal yang wajar karena sebagai bagian dari pemerintah TNI memang keniscayaan mendukung apalagi itu udah diputuskan pemerintah dan DPR, artinya sudah disetujui,” kata Romadhon JASN dalam keterangan tertulisnya kepada media di Jakarta, Rabu (02/03/2022).

Baca :  TNI-Polri Gencarkan 5000 Vaksinasi Covid-19 Untuk Warga Bogor

Arahan dan permintaan Presiden kepada TNI-Polri sejatinya adalah supaya TNI-Polri tertib dan disiplin untuk terus mendukung dan mengawal pemindahan IKN yang menjadi keputusan bersama.

“Arahan Presiden jelas beliau minta TNI-Polri tertib dan disiplin dalam mengawal pemindahan IKN ini, butuh dukungan dari aparat TNI-Polri sebagai elemen penting negara,” ujarnya

Romadhon meyakini soal kesetiaan dan loyalitas TNI-Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah tak dapat diragukan lagi. Karena TNI-Polri adalah bagian dari pemerintah sehingga terkait kebijakan IKN, TNI-Polri pasti mendukung penuh dan akan mengawal program yang dibuat pemerintah.

“Kalau soal loyalitas dan kesetiaan TNI-Polri saya yakin sehingga tak perlu ragu kita, TNI-Polri pasti mendukung semua kebijakan Presiden termasuk soal IKN, kan TNI-Polri bagian dari pemerintah,” ucap Romdhon.

Baca :  Sukses Amankan Natal, Pastor dan Pendeta Apresiasi TNI-Polri

Karena itu kata Romadhon, ketika ada arahan Presiden Jokowi, TNI-Polri langsung sigap merespons secara cepat sembari introspeksi dan mengevaluasi anggotanya. Tak hanya itu, dalam rangka menunjukan loyalitas kepada Presiden, TNI menegaskan akan ada tindakan tegas dari pimpinan untuk menertibkan anggota jika tidak disiplin seperti yang terjadi dalam percakapan grup WhatsApp.

“Kita apresisi TNI-Polri karena sigap merespons arahan presiden sembari introspeksi dan evaluasi, dua institusi ini jelas akan mengambil tindakan tegas mendisiplinkan anggotanya hal itu lantaran menyikapi percakapan grup WhatsApp soal bahasan IKN, tentu selain karena menunjukan loyalitas kepada Presiden,” tuturnya.

Untuk itu lanjutnya, Romadhon mendorong jajaran TNI-Polri benar-benar tegak lurus menunjukan loyalitasnya dengan tetap mendukung pelbagai program dan kebijakan Presiden Jokowi terutama dalam konteks kebijakan pemindahan IKN.

Baca :  SPM Pontianak Tegaskan Dukung Proyek Pembangunan Nasional

“Sekali lagi menurut saya introspeksi dan evaluasi TNI-Polri adalah bagian dari respons atas arahan Presiden saat rapat sehingga TNI-Polri harus dukung itu program dan kebijakan pemerintah termasuk soal kebijakan IKN,” tutup Romadhon.

Sebelumnya, Presiden dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri menyampaikan arahan kepada pimpinan TNI-Polri terkait percakapan anggota TNI-Polri di grup WhatsApp yang membahas soal IKN. Presiden Jokowi meminta TNI-Polri untuk menertibkan anggotanya supaya disiplin dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pemindahan IKN.

“Kalau seperti itu diperbolehkan dan diteruskan, hati-hati. Misalnya berbicara mengenai IKN. ‘nggak setuju, IKN apa’. Itu sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR,” kata Jokowi.

 

Kontributor : Permana
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *