Tawuran Pelajar Lagi, PSI Kritik Wali Kota Bogor

oleh -2,058 views
Tawuran Pelajar, PSI, Kritik, Wali Kota Bogor
Ilustrasi Tawuran Pelajar

LEAD.co.id | Tawuran remaja kembali terjadi di Jalan Raya Pandu Raya, Tegalega, Kota Bogor Utara, sekitar pukul 04.00 Wib, Minggu dini hari (9/2). Kejadian itu menewaskan seorang remaja berinisial MZ (16).

Diketahui, tawuran yang menewaskan remaja dan pelajar di Kota Bogor sudah sering kali terjadi. Merespon itu, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso menuding Wali Kota Bogor malas mengurus Daerahnya sendiri.

“Walikota Bogor malas mengurus problem kota Bogor terbukti tawuran yang memakan korban jiwa Pelajar terjadi lagi,” sindir Sugeng kepada LEAD.co.id, Senin (10/2/2020).

Di beberapa media, Ketua PSI Kota Bogor yang akrab disapa STS ini beberapa kali telah mengkritik Wali Kita, Bima Arya. Bahkan, dia juga menuding rapat kordinasi yang dilakukan Wali Kota, Polresta, Dandim setempat, hasilnya juga hanya proses pencitraan politik Wali Kota.

Baca :  Satgas Kota Bogor Pastikan Pelajar Pulang-Pergi Sekolah Aman

“Wali Kota Bogor hanya hobby pencitraan dan ‘lari lari dari kenyataan’ terkait banyaknya korban pelajar jatuh akibat tawuran di kota Bogor,”

Atas kehadian tersebut, DPD PSI Kota Bogor menyampaikan bahwa, rencana tindakan bisa dipersiapkan dengan memperhatikan faktor faktor penyebab atau akar masalahnya sebagai berikut;

Pertama, Ketiadaan kejelasan masa depan; para pelajar tersebut tidak memiliki kepastian akan masa depannya terkait jaminan lapangan kerja dan persiapan memasuki dunia kerja. Karena itu, pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pendidikan kewirausahaan dan keahlian teknis serta pembukaan lapangan kerja yang cukup berbanding dengan angka kelulusan sekolah

Kedua, pendidikan budi pekerti dan visi hidup; pengajaran agama tok ternyata membantu mengatasi sikap arogan dan kriminal.

Pendidikan budi pekerti berbasis kultural dan visi akan hidup harus mendapat porsi cukup. Berikan visi hidup berkemajuan dgn membangun karakter mental tahan uji, konsitensi dan integgriratas.

Baca :  Rakorda, PSI Kota Bogor Capai 100 Persen Pengurus Tingkat Ranting

Perilaku politisi telah memberikan contoh buruk dengan menghalalkan cara. Cuma pencitraan produknya ini tidak menjadi teladan bagi pelajar.

“Jadi kalau pelajar tawuran, politisi harus mikir ini adalah feedback akibat buruknya teladan politisi termasuk Walikota,” sindir Sugeng lagi.

Ketiga, jiwa kompetisi dan pertarungan harus disalurkan melalui penyediaan sarana kompetisi dari kompetisi beladiri, olahraga (Lapanga sepak bola aja tidak ada di Kota Bogor), olahraga beladiri.

“Sediakan sarana yang cukup agar agresivitas tersalurkan dengan konsep fair play,” tambah STS.

Keempat, anak anak pelajar tersebut membentuk gank karena. mencari rasa aman secara kelompok akibat adanya potensi serangan dari kelompok lain. Oleh karena itu, Pemkot dan Polresta harus menghilangkan sumber yang tidak membuat aman pelajar pelajar tersebut. Caraya, mulai dari yang preventif sampai dengan penegakan hukum, bahkan kalau perlu dgn represif dengan penggunaan standar/protap penggunaan senjata yang tepat.

Baca :  Marak Tawuran di Kota Ramah Anak, PSI Minta Polisi Patroli Rutin

Patroli patroli keamanan rutin seperti tim Kobra di depok perlu dicontoh. “Pemkot harus mengalokasikan dana bantuan untuk itu,” tegas dia.

Fasilitasi para pelajar/mahasiswa untuk membentuk kelompok kelompok organisasi positif, salurkan pada ormas ormas agar bisa dibina. Sehingga, dana ormas tidak mubazir dan ormas mendapatkan peran positif.

Keenam, Kepolisian harus melakukan operasi penetrasi/intelijen untuk mengatasi adanya sinyalemen, adanya senior senior mereka yang memprovokasi, menyediakanan senjata bahkan mungkin narkoba sehingga anak anak tersebut patuh.

“Tangkap dan proses hukum provokator ini,” pungkas STS. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *