Oleh: Shaniren Esa Aguilara
Revolusi industri 4.0 adalah transformasi industri yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan terjadinya hubungan keterkaitan antara perkembangan teknologi dengan pemanfaatannya yang dapat memunculkan hal-hal baru yang belum pernah terjadi pada era sebelumnya, salah satunya adalah teknologi Artificial Intellegance (AI).
Teknologi Artificial Intellegance (AI) merupakan simulasi dari kecerdasan manusia yang dimodelkan dalam mesin dan di program yang bertujuan untuk memback-up atau mempermudah manusia dalam melakukan suatu aktivitas. Berdasarkan hasil survei Populix, hampir setengah atau 45 % pekerja dan pengusaha di Indonesia menggunakan aplikasi AI
Tidak hanya memberikan pengaruh positif diberbagai sektor kehidupan, teknologi Artificial Intellegence (AI) juga memberikan pengaruh negatif pada perubahan pola hidup dan kebiasaan masyarakat sehingga menimbulkan permasalahan seperti meningkatnya persentase pengangguran karena sebagian besar pekerjaan telah digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan, menimbulkan rasa malas dan menurunnya kreativitas.
Selain itu karena teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat di akses dengan mudah, banyak oknum dan pihak yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakan kemajuan teknologi tersebut. Salah satu contohnya yaitu sistem AI yang diprogram untuk membuat tindakan penyebaran informasi palsu atau hoax.
Perkembangan Artificial Intellegence (AI) menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memberikan dampak positif juga negatif bagi kita semua. Namun, penting bagi kita untuk bisa memaksimalkan teknologi Al untuk kebermanfaatan dari teknologi itu sendiri.
Penulis adalah Mahasiswi Universitas Pakuan (Unpak) Bogor





