Terjun ke Lebak, Tim DMC Susur Pengungsi Terisolir di Hutan

oleh -280 views
Redaksi Lead
Tim DMC Dompet Dhuafa saat diterjunkan di lokasi bencana kab. Lebak, Banten.

LEAD.co.id | Tiba di Pos Banten Dompet Dhuafa berlokasi di Ponpes (Pondok Pesantren) Darul Mustofa yang berada di Kampung Hemberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa segera berkoordinasi untuk melakukan assessment lebih lanjut dengan Tim Respon Cabang Banten juga pihak Ponpes Jum’at, (3/1/2020).

Pos tersebut merupakan salah satu titik pengungsian terbanyak yang didirikan sejak Kamis, 2 Januari 2020, bersama 20 orang relawan Dompet Dhuafa Banten.

“Pengungsi ada sekitar 200 orang, namun itu terus bertambah karena masih dalam fase evakuasi”, terang Agus Salim, Tim Respon Dompet Dhuafa Banten.

Baca :  Anies Baswedan Berikan Rumus Kepemimpinan Bagi Peserta YOULEAD

Dompet Dhuafa juga telah membuat Dapur Umum, Pos Hangat, Pos Medis, bantuan drop logistik, juga PFA (Psychological First Aid). Pun, tim armada Darling (Dapur Keliling) segera merapat ke Lebak, Banten.

RS Mata Ahmad Wardi Banten Dompet Dhuafa turut menerjunkan tim medis untuk melaksanakan Aksi Layanan Sehat (ALS) di Pos Ponpes Darul Mustofa, pun mobilisasi di titik lain.

Wawan, selaku Penanggung Jawab pihak Ponpes Darul Mustofa mengatakan, “Kebutuhan para pengungsi saat ini berupa tikar, selimut, juga tentunya suplai makanan. Masih banyak warga terdampak yang butuh evakuasi di Kecamatan Lebak Gedong, yaitu area Kampung Cigobang, Kampung Muhara, juga Kampung Ciniru”.

Baca :  Tahun 2019, Sebanyak 89.155 Penerima Manfaat Dompet Dhuafa

Tetapi informasi terkini yang didapat, untuk menuju ke lokasi-lokasi tersebut menjadi akses sulit, lumpur, jembatan rusak, dan area rawan longsor. “Ada pengungsi yang bertahan di hutan-hutan, juga belum tersentuh di blok Gunung Sibandung”, lanjut Wawan.

Koordinator Tim DMC (Disaster Management Center) respon banjir bandang Banten, Erwandi Saputra, menyebutkan, “Kita lakukan penyisiran terlebih dahulu, kemudian evakuasi awal di daerah Cigobang. Maghrib tadi pun tim kami melakukan mobilisasi bersama warga, mendampingi untuk mencari keluarganya yang terjebak. Alhamdulillah, dipertemukan setelah satu jam kemudian”. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *