Theodore Roosevelt

0
President, Theodore Roosevelt
President Theodore Roosevelt (sumber foto: SBNATION)

Oleh: Arip Musthopa (Komunitas Cinta Indonesia)

Teddy, begitu Theodore Roosevelt akrab dipanggil. Teddy berasal dari Partai Republik. Menjadi wakil Presiden William McKinley dan kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke-26 dalam dua periode yakni tahun 1901-1909. Teddy memerintah Amerika di saat yang sangat menentukan arah sejarah Amerika dan juga dunia.

Sebelum menjadi wakil Presiden Amerika, Teddy merupakan Gubernur New York yang populer. Karena meski berasal dari kalangan borjuis, Teddy mudah tersentuh oleh penderitaan kaum dhuafa. Popularitasnya yang melambung membuat Teddy dipasangkan dengan McKinley untuk periode keduanya sebagai Presiden AS pada pemilu tahun 1900. Penunjukan Teddy sebagai wakil McKinley untuk mengimbangi popularitas William Jennings Bryan (Partai Demokrat), yang juga lawan McKinley pada pemilu 1896.

Dalam setiap kampanyenya yang ramai dihadiri rakyat, Jennnings selalu membuat panas telinga taipan. Saat itu, ekonomi Amerika dimonopoli oleh segelintir pengusaha/taipan saja. Jennings menyerang praktek monopoli mereka dan menempatkannya sebagai biang keladi kesenjangan sosial di masyarakat Amerika. Mereka adalah Vanderbilt sang raja kereta api. Andrew Carnegie sang raja baja. Rockefeller sang raja minyak. JP Morgan, sang investment banker legendaris. Kalau Jennings menang, kenyamanan monopoli taipan terancam. Sebaliknya, para taipan nyaman dengan “loyalitas” McKinley.

Baca :  Presiden Tegaskan Pentingnya Penyederhanaan Sistem Perizinan

Pemilihan akhirnya dimenangkan McKinley-Teddy. Senyum kemenangan merebak di wajah para taipan. Sejarah dan Tuhan berpihak pada mereka, begitu yang dipikiran taipan. Tapi senyum itu tidak berlangsung lama, karena 14 September 1901, McKinley dibunuh oleh seorang anarkis bernama Leon Czolgosz. Teddy, sang wakil yang sebenarnya tidak disukai taipan, naik menjadi Presiden Amerika. Mimpi buruk para taipan pun dimulai.

Korban pertama adalah JP Morgan. Saat itu Morgan menguasai kereta api di seluruh Amerika. Dia menggabungkan semua perusahaan kereta api, termasuk yang terbesar punya Vanderbilt yang berhasil diakuisisinya. Pemerintah Federal di bawah Teddy mengajukan tuntutan hukum anti monopoli pertama di dunia terhadap perusahaan kereta api JP Morgan.

Baca :  Presiden Jokowi dan PM Belanda Bahas Peningkatan Kerja Sama Vokasi

Tuntutan Pemerintah AS kepada korporasi ini berhasil dimenangkan oleh Pemerintah Amerika. Keberhasilan yang semakin mengharumkan nama Teddy sehingga dia terpilih untuk periode kedua. Konon hingga menjelang akhir hayatnya, JP Morgan mengeluhkan kekalahannya ini.

Di periode kedua sebagai Presiden Amerika, Teddy mengajukan tuntutan anti trust kepada lusinan perusahaan besar. Salah satunya adalah gurita terbesar milik Rockefeller, Standard Oil Company. Tapi tidak mudah menaklukkan si rubah legendaris ini. Dia licin dan berhasil lolos dari sejumlah tuntutan.

Sampai akhirnya, ditemukan celah yang tepat untuk menggugat Standar Oil. Saat tuntutan diajukan, Rockefeller bersembunyi, melarikan diri entah kemana. Karena Rockefeller adalah saksi kunci atas gugatan terhadap perusahaannya, begitu dia tidak dapat dihadirkan di persidangan, kasus tidak dapat dilanjutkan.

Baca :  Presiden : Enggak Apa Nebeng Sobat Ambyar Buat Bumikan Pancasila

Pelarian Rockefeller berakhir ketika cucunya lahir. Ia pulang ke rumah untuk melihat sang cucu dan menyerahkan diri untuk menghadiri sidang Standard Oil vs Pemerintah AS. Pengadilan memenangkan gugatan Pemerintah AS dan Standard Oil dipecah menjadi 34 perusahaan kecil dan harus bersaing satu sama lain.

Kemenangan Teddy atas praktek monopoli taipan adalah tonggak penting demokratisasi ekonomi dan kapitalisme Amerika (dan dunia).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here