Site icon LEAD.co.id

Tiga Polwan Duduki Jabatan Strategis, LSPI Sebut Kapolri Pro Kesetaraan

Polwan, Jabatan Strategis, LSPI, Kapolri, Kesetaraan

JAKARTA (LEAD.co.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka The 58 Th International Association Of Women Police (IAWP) Training Conference, di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT), pada Minggu (7/11/2021). Konferensi ini diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh 980 peserta dari 39 negara dan 2 organisasi Internasional.

Kapolri membicarakan isu global yang sangat penting, yakni Kesetaraan Gender (Gender Equality) bagi Polisi Wanita (Polwan). Hal itu sebagai bentuk kepekaan Polri terhadap isu kesetaraan dan keadilan gender yang dinilai sangat menentukan kualitas pergaulan internasional.

“Penegasan Sikap Kapolri Listyo di hadapan audiens dalam soal keberpihakannya pada semangat Gender Equality patut diberikan apresiasi tinggi,” ungkap Direktur Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Dinal Gusti dalam keterangan pers, pada Selasa (9/11/2021).

LSPI menyatakan antusias dengan diskursus yang dibangun Polri, khususnya terkait isu Kesetaraan Gender dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, isu Gender saat ini telah menjadi kode penting dalam tradisi pergaulan dunia dan posisinya sangat menentukan kualitas hubungan kita dengan dunia internasional.

Di era Kapolri Listyo kini sudah ada tiga Polisi Wanita (Polwan) berpangkat Jenderal yang menduduki posisi strategis dan penuh resiko tinggi. Dinal mengatakan, Kapolri sangat percaya dan objektif dalam memberikan tanggung jawab kepada jajarannya tanpa pandang gender.

Di lain kesempatan, Deni Wahyudi, Sekretaris LSPI menyebut isu gender kini telah menjadi kebutuhan Global, terlebih dalam situasi Pandemi. Menurutnya, Pandemi Covid-19 telah memberikan kejutan hebat kepada dunia ekonomi dan juga sosial.

Dalam hal ini menurut Deni, peran Polri, khususnya Polwan sangatlah dibutuhkan untuk mengatasi efek-efek sosial seperti halnya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dipicu oleh persoalan ekonomi.

Menurutnya, dalam kondisi apapun, termasuk dalam situasi Pandemi seperti ini, Polri berkewajiban untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

“Pandemi Covid-19 secara de facto telah mengeskalasi kekerasan dalam rumah tangga. Korban paling dominan adalah perempuan dan anak. Dan pada posisi ini peran Polwan sangatlah dibutuhkan untuk melakukan pendampingan dan juga membantu penanganan kasus,” sebut Deni.

Selain itu, dia berharap bahwa Isu Gender Equality yang diusung dalam forum internasional tersebut mampu terealisasi dengan baik dalam Tubuh Korps Bhayangkara. Dia juga menilai diskursus yang disirkulasikan oleh Kapolri Listyo dalam forum Polwan Dunia sangat paralel dengan visi Polri Presisi.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version