Tontonan Anak yang Baik dan Mengedukasi

oleh -684 views
YouTube Kids, Tontonan Anak, Media Sosial

Oleh: Abiyyu Yassar Soemarno

Perkembangan zaman kian pesat karena pengaruh media dan teknologi informasi. Media hiburan pun beralih, yang semula masyarakat gemar menonton televisi, kini bergeser dengan menonton youtube.

Channel youtube memang memiliki tayangan-tayangan yang menarik bagi semua orang, tak terkecuali untuk anak kecil. Ketika menonton tayangan youtube, ternyata anak banyak disuguhi oleh hiburan yang belum pantas untuk dilihat dan didengar.

Channel-channel yang tidak mendidik yang di dalamnya terdapat adegan percintaan, konflik, kekerasan serta umpatan-umpatan kasar yang dilontarkan oleh pemilik channel tersebut justru menjadi kegemaran sang anak untuk di tonton. Untuk menjaga harmoni dalam kehidupan anak.

Di masa masa sekarang ini atau di zaman media modern seperti ini, banyak yang menayangkan film kartun. Hampir setiap anak menyukai film kartun. Animasi yang menarik dengan cerita yang lucu, tapi sebenarnya ada kekhawatiran orang tua terhadap anak anak. Karena, terkadang ada adegan yang kurang mendidik tersempil di dalamnya,

Dilansir word of female anak anak sebaiknya di jauhkan dari film aksi dan film yang beri ketelanjangan yang dapat menimbulkan perasaan takut dan imajinasi yang salah. adapun beberapa kartun anak yang sebaiknya di hindari ada 4 yaitu : Casper, Sabrina si penyihir remaja, The walking dead, Spongebob.

Anak sebagai pengguna tontonan video di youtube, dilindungi oleh Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perlindungan konsumen ini lahir agar memberikan suatu kepastian, keamanan serta keseimbangan hukum antara produsen dan konsumen.

Tujuan dibuatnya perlindungan konsumen dapat dijelaskan dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri
  2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari akses negatif pemakaian dan/atau jasa.
  3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen.
  4. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi.
    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak, juga melindungi berbagai hak-hak anak di bawah umur yang menjadi konsumen penyiaran yang tidak layak di youtube.
    Keterlibatan pemerintah dan lembaga indonesia telah mendapatkab survey aduan konten negatif yang didapatkan oleh KemKominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) pada tahun 2019 aduan konten negatif yang paling banyak mencapai jumlah 244.738 aduan konten pornografi, kemudian terbanyak kedua mencapai jumlah 59.984 konten yang bermuatan fitnah, lalu terbanyak ketiga yang mencapai jumlah 53.455 terdapat aduan konten yang meresahkan masyarakat, selanjutnya terbanyak keempat yang mencapai jumlah 19.970 konten terkait perjudian. Kemudian konten penipuan sebanyak 18.845. Banyak lagi aduan konten negatif yang diterima oleh Kominfo yaitu yang berkaitan dengan SARA, Terorisme, kekerasan terhadap anak, dan juga penyalahgunaan obat terlarang (Kominfo, 2019). Banyak sekali dijumpai konten-konten youtube yang mempunyai unsur SARA, Hoax, menghasut, menyesatkan, kekerasan, pronografi, vulgar, mengandung kebencian, pelecehan, dan cyeberbullying. Dalam hal ini konten-konten yang bermuatan negatif tersebut dapat dengan mudah dicontoh oleh penonton.
    Maka dari itu dari data dan analisis yang kami dapat bahwa Kominfo telah melakukan pemblokiran terhadap konten negatif yang ada diyoutube agar tetap ada dijalur pedoman youtube itu sendiri. Oleh karena itu kami menyarankan sebuah channel youtube tentang ruang untuk anak berkembang yaitu channel Zuni and Family. Zuni and Family adalah channel youtube yang berisi konten konten ringan untuk hiburan anak anak seperti memainkan beberapa permainan, tebak tebakan edukasi, dan akting anak anak yang sangat menarik. tidak ada unsur negatif dalam channel tersebut dan seluruh kontennya hanya bertujuan untuk menghibur dan mengedukasi anak usia pertumbuhan. di zaman modern sekarang sangat sulit untuk melarang anak anak untuk bermain gadget jadi konten seperti main permainan balon dan air namun diselipkan sesuatu yang edukatif jauh lebih baik daripada anak anak menghabiskan waktunya untuk bermain game sehingga membuat anak menjadi malas malasan karena sudah terlalu asyik dengan dunia game.
Baca :  Disiplinkan Masyarakat, Kapolres Bogor Bagikan Masker di Titik Keramaian

Contoh edukasi untuk anak usia pertumbuhan di salah satu kontennya yang berjudul Lolypop Little Pony & Kinder Joy Eggs adalah bernyanyi sambil menghafal kata dan nama nama warna dalam bahasa inggris seperti pepatah kata yang dikutip dari syair nadanya yaitu “yellow color, yellow color where are you? here i am, here i am how do you do” dengan cara tersebut anak anak dapat lebih mudah menghafal suatu nada, kata, dan kalimat dalam bahasa inggris.

Konten semacam ini yang tidak rumit dan tidak memakan biaya yang besar dengan tujuan untuk hiburan dan edukasi anak ternyata dapat meraup keuntungan yang sangat besar dari jumlah like dan viewers seperti salah satu contoh judul video yang paling favorit adalah Keysha Bermain Air Dalam Balon Daddy Finger Nurshery Rhymes itu yang mencapai 2,6 miliar penonton dan 9,3 juta like itu sudah jelas akan mendapatkan profit keuntungan jam tayang dari youtube yang sangat besar jika sudah dicairkan dalam bentuk rupiah.

Baca :  Komunitas Tagar Motekar Jalin Kerja Sama Edukasi Anak Putus Sekolah

Konten semacam ini dalam channel tersebut tidak mungkin sepi penonton karena anak anak pasti sudah menunggu nunggu konten selanjutnya yang akan diupload oleh channel Zuni and Family.

Perkembangan zaman yang kian pesat karena pengaruh media dan teknologi informasi adalah bahwa pergeseran preferensi masyarakat dalam mengkonsumsi media hiburan telah terjadi. Dulu, televisi merupakan pilihan utama, namun kini banyak orang beralih ke platform YouTube.

Channel YouTube menawarkan beragam tayangan menarik, termasuk untuk anak-anak. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran tentang konten yang tidak pantas bagi anak-anak yang tersaji di YouTube, seperti adegan percintaan, kekerasan, dan umpatan kasar.

Baca :  Analisis Komparatif Dzawin Nur di Youtube dan Ekspedisi Alam Gaib di TV

Untuk melindungi anak-anak sebagai pengguna YouTube, Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen berlaku. Undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen dalam melindungi diri, serta mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan menghindarkan mereka dari akses negatif. Undang-undang ini juga menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi.

Dalam hal ini, kami merekomendasikan channel YouTube yang sesuai dengan tujuan pendidikan dan hiburan anak-anak, seperti channel Zuni and Family. Channel ini menyajikan konten-konten ringan, seperti permainan, tebak-tebakan edukasi, dan akting anak-anak yang menarik.

Channel ini tidak memiliki unsur negatif dan seluruh kontennya bertujuan untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak. Konten yang menggabungkan permainan dengan unsur edukatif lebih baik daripada anak-anak hanya bermain game yang dapat membuat mereka menjadi malas.