Tujuan penulis menyampaikan masalah ini untuk mengajak seluruh masyarakat harus peduli akan lingkungan. Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan.
Apa itu Polutan? Polutan atau bahan pencemaran adalah bahan/benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sampah.
Pengetahuan inilah yang harus dipahami oleh kita semua. Bahwa begitu sangat berpengaruh sekali bahaya sampah untuk pertumbuhan kembang bagi si buah hati. Lalu apa hubungannya dengan permasalahan tumbuh kembang anak atau yang lebih dikenal yaitu Stunting.
Dari tulisan sebelumnya, penulis sudah menjelaskan air, air tanah yang mengakibatkan Stunting. Kali ini penulis akan membahas udara yang mengakibatkan Stunting pada anak.
Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Dan juga berpengaruh pada sistem pernapasan. Organ paru-paru merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pernapasan manusia. Sistem pernapasan manusia memiliki fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas yang ada di dalam tubuh.
Pertukaran gas terjadi antara gas oksigen yang dihirup dengan gas sisa yaitu karbondioksida dari dalam tubuh untuk dihembuskan keluar. Pembakaran sampah juga dapat menghasilkan gas rumah kaca dan dihasilkan cukup lebih tinggi dibandingkan emisi gas lainnya.
Akibat sampah yang mencemari lingkungan sangat mempengaruhi otak, paru-paru dan tumbuh kembang anak. Stunting pada anak bukan hanya berpengaruh pada tubuhnya saja melainkan pada otak serta paru-paru.





