Udara Mengakibatkan Stunting

oleh -991 views
Ade Dame, Stunting,

Diketahui bahwa setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan yang namanya oksigen untuk tetap bertahan hidup. Oksigen dapat masuk dalam tubuh ketika seseorang menghirup gas disekitarnya. Begitu oksigen berada di paru-paru, oksigen akan dipindahkan ke aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh.

Setiap sel dalam tubuh, oksigen akan ditukar dengan gas buangan yang disebut karbondioksida. Karbondioksida akan dikeluarkan dengan cara dihembuskan keluar oleh hidung. Paru-paru dan sistem pernapasan akan bekerja secara otomatis untuk melakukan proses pertukaran gas tersebut.

Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga.

Baca :  Kenapa Terjadi Stunting pada Anak

Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya. Dampak polusi udara di dunia makin mengerikan. Setiap hari sekitar 93 persen anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius.

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Udara sendiri mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen. Sementara itu, pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara.

Baca :  Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Gencarkan Program JKIA dan SNGI

Masuknya polutan ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan factor manusia. Faktor alam tidak dapat kita cegah untuk menjaga keseimbangan udara.

Namun factor lain atau manusia inilah yang dapat kita cegah, dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Ini salah satu bagian pengurangan sampah yang tertumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah menggunung. Bayangkan, jika di lingkungan kita berdiri dengan sombongnya Gunung Sampah. Gambaran yang sangat menakutkan untuk kita yang hidup dan tinggal dalam lingkungan kurang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *