Update Banjir Sukabumi: Dua Orang Ditemukan Meninggal

oleh -211 views
Rumah, Hanyut, Banjir, Cicurug, Sukabumi
Banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020).

LEAD.co.id | Dua orang warga dilaporkan meninggal dan satu orang lainnya masih dalam pencarian akibat banjir bandang di wilayah Sukabumi. Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik – Cipeuncit, pada pukul 17.00 WIB, Senin kemarin (21/9).

“Pukul 10.00 WIB, dua warga telah ditemukan meninggal akibat banjir bandang. Satu warga lainnya masih dalam proses pencarian tim gabungan,” sebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dalam laman resmi BNPB, Selasa (22/9/2020).

Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, data yang dilaporkan oleh BPBD setempat masih terus dinamis dan masih dilakukan pendataan hingga kini. Data sementara menyebutkan 299 KK terdampak, 210 jiwa mengungsi dan 20 orang luka-luka. Mereka yang mengalami luka-luka sudah dirujuk ke rumah sakit.

Baca :  Update BNPB, Jumlah Pengungsi di Kabupaten Lebak Meningkat

Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih terus melakukan upaya penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan saat ini terus melakukan pencarian korban hilang. Di samping itu, tim gabungan bersama masyarakat bergotong royong membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang yang terjadi kemarin (21/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Alat berat telah di turunkan guna melakukan pencarian korban dan membersihkan material lumpur.

BPBD setempat melaporkan, Bupati Sukabumi telah meninjau lokasi kejadian dan melihat dampak bencana yang ditimbulkan. Genangan akibat banjir bandang tersebut terpantau telah surut.

Baca :  Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Rendam 964 Rumah Warga Cirebon

TRC BPBD Sukabumi mencatat wilayah yang terdampak di Kabupaten Sukabumi ini yaitu di Kecamatan Cicurug, Parung Kuda dan Cidahu. Lima desa yang terdampak di Kecamatan Cicurug antara lain Desa Pasawahan (Kampung Cibuntu), Desa Cisaat (Kampung Cipari), Desa Mekarsari (Kampung Lio dan Nyangkowek) dan Desa Bangbayang (Perum Setia Budi), Kelurahan Cicurug (Kampung Aspol). Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda berada di Desa Langensari (Kampung Bojong Astana) dan Desa Kompa (Kampung Bantar). Pusdalops BNPB masih memonitor situasi pascabanjir bandang di tiga kecamatan terdampak.

Baca :  UNHAN Salurkan Bantuan Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor

Sebelumnya diberitakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik – Cipeuncit pada hari Senin (21/9), pukul 17.00 WIB, memicu banjir bandang di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Provinsi Jawa Barat pada 22 dan 23 September 2020 masih berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Raditya Jati/ BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *