Oleh : Muhammad Raihan
Timnas Indonesia U-17 menahan imbang Timnas Australia pada minggu malam (28/10/2024) lalu di Stadion Abdullah Al-Khalifa, Mishrief, Kuwait. Diluar prediksi, kedua tim bermain tak sesuai harapan supporter dari negara masing-masing.
Suporter kedua belah tim kecewa dengan penampilan timnasnya masing- masing yang cenderung bermain aman saat laga berlangsung.
Setelah timnas Indonesia U-17 memastikan diri lolos ke Piala Asia U-17 2025 sebagai peringkat 2 pada Grup G di bawah Australia yang menempati posisi teratas klasemen grup yang sama-sama mengumpulkan tujuh poin hanya berbeda selisih gol saja, Indonesia mengumpulkan 11 gol sedangkan Australia mengumpulkan lebih banyak gol sebanyak 22 gol. Yang menarik dari klasemen Grup G ini adalah Indonesia merupakan satu-satunya Tim yang meraih 11 poin tanpa kebobolan 1 pun, berbeda dengan Australia yang menduduki puncak klasemen yang ternyata sempat kebobolan 1 gol saat melawan Timnas Kuwait.
Pertandingan Indonesia U-17 kontra Australia U-17 yang di selenggarakan pada 28 Oktober 2024 itu mendapat banyak perhatian dari kalangan pengamat sepak bola Indonesia maupun mancanegara terutama dari supporter timnas itu sendiri. Bagaimana tidak, pertandingan yang digelar selama 90 menit itu cukup membosankan karena tidak adanya gol yang tercipta dari kedua belah tim. Terlebih lagi dengan menurunnya tempo permainan sejak menit ke-70, yang di mana pemain Australia nampak sekali banyak menguasai bola di daerah pertahanannya sendiri. Sementara dari Timnas Indonesia tidak ada satupun yang mendatangi bola yang dikuasai oleh para pemain dari Timnas Australia hingga Pluit panjang dibunyikan.
Meskipun dari kedua belah tim sempat saling jual beli serangan yang yang diawali oleh pemain Timnas Indonesia pada menit ke-12. Ketika Gholy melepaskan tendangan dari kaki kanannya, namun penjaga gawang Australia berhasil menghalau bola yang melesat dengan percaya diri. 2 menit berselang
umpan dari Mierza Firjatullah mengarah ke Gholy, tetapi kesempatan itu kurang dimanfaatkan dengan baik oleh Evandra sehingga bola melambung di atas mistar gawang Timnas Australia.
Kokohnya lini pertahanan Indonesia yang digalang anak asuhan coach Nova Aryanto berhasil menghalau setidaknya 5 tembakan yang diarahkan ke gawang Daffa. Padahal peluang emas sempat tercipta pada menit ke-31 di saat pemain Timnas Australia lepas dari pengawalan back Timnas Indonesia sehingga dapat dengan mudah masuk ke area kotak pinalti, namun tendangan yang dilesapkan oleh Anthony Didalica mampu dihalau sigap oleh Daffa. Hingga akhir babak pertama selesai skor kacamata pun masih tetap terpampang di papan skor.
Memasuki babak ke-2, Indonesia sempat mendapat peluang emas dari umpan crossing yang diberikan oleh Meirza, namun peluang tersebut gagal diselesaikan dengan sempurna oleh Daniel Al-Fredo sehingga bola melambung tinggi diatas mistar gawang Australia.
Saya sebagai supporter Indonesia yang menonton pertandingan tersebut sangat menyayangkan karena beberapa peluang emas yang terlewatkan, bahkan bisa dikatakan pertandingan tersebut cukup membosankan. Namun dibalik itu, kita juga perlu mengapresiasi kerja keras para punggawa Garuda Muda U-17.
“Saya sangat menghargai kinerja seluruh komponen tim, mulai dari pemain, staf, hingga pelatih, karena ini merupakan momen yang kita tunggu-tunggu. Timnas senior kita berhasil lolos Piala Asia, Timnas U-20 juga lolos, dan itu semua menjadi motivasi bagi kami”. Ucap Nova Ariyanto, kepala pelatih Timnas Indonesia U-17. (https://www.pssi.org)
Bahkan hingga peluit panjang babak ke-2 dibunyikan, diantara kedua belah tim bermain dengan tempo yang sangat lambat bahkan terbilang bermain aman dan berhati-hati tanpa ada 1 gol pun yang tercipta, dengan tujuan agar tidak kehilangan poin dari masing-masing tim.
Perhatian dan kritik yang dilayangkan untuk Timnas Indonesia u-17 bukan hanya dari coach ataupun staff kepelatihan saja. Tetapi juga banyak dari kalangan netizen Indonesia bahkan ketua umum PSSI yang ikut berkomentar soal pertandingan Timnas Indonesia u-17 kontra Timnas Australia u-17 yang dinilai tampil dengan tidak sungguh-sungguh pada babak kedua, karena mungkin dari kedua belah tim ingin bermain aman untuk mengincar hasil seri.
“Saya melihat (Timnas Australia U-17) tidak mau kecolongan pada menit ke-
70 dan Mereka cenderung bermain lebih bertahan” ucap Erick Thohir. “Pemain Timnas Indonesia u-17 juga tidak mau kecolongan karena beberapa kali serangan balik belum maksimal, kalau berhasil bisa gol itu” jelas Erick Thohir. (https://www.bola.com)
Pernyataan ketua umum PSSI tersebut menunjukkan bahwa belum matangnya lini Serang dari Timnas Indonesia u-17, yang jika gagal dalam melakukan serangan balik maka Indonesia yang akan kebobolan oleh Timnas Australia u-17. Maka dari itu Indonesia u-17 ingin bermain aman agar poin yang telah dikumpulkan tidak dapat dicuri oleh pemain Timnas Australia u- 17.
Bukan hanya dari netizen Indonesia saja, netizen mancanegara pun ikut berkomentar bahkan tidak sedikit dari peserta kualifikasi piala Asia u-17 yang lain juga justru menilai bahwa pertandingan Timnas Indonesia u-17 versus Australia u-17 ada indikasi pengaturan skor demi lolos ke putaran final Piala Asia u-17 2025. Namun menurut FIFA, AFC justru membela Timnas Indonesia meski banyak sorotan negatif di awal pertandingan ini. AFC menilai bahwa Timnas Indonesia u-17 dan Timnas Australia u-17 memainkan sepak bola yang baik. Mereka melihat pertandingan ini sebagai laga yang positif. “tidak adanya gol yang tercipta karena pertahanan kedua tim yang kokoh bukan karena pengaturan skor” respon AFC untuk laga Timnas Indonesia u-17 vs Australia u-17 (Courtesy: Starting Eleven News).
Dibalik segala kritik yang diterima oleh Timnas Indonesia u-17, Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI memberikan dukungan dan motivasi untuk
Garuda Muda. “Saya juga mengingatkan, kita ini tim sepak bola ksatria, bukan guling-gulingan dan drama, performa harus terus meningkat untuk timnas u-17 dan U-20 “ ucap Erick Thohir, Ketua Umum PSSI. (https://www.kompas.tv)
Dengan lolosnya Timnas Indonesia u-17 ke Piala Asia 2025, Timnas Indonesia kembali menorehkan prestasi karena semua Timnas Indonesia kategori umur mampu menempuh babak kualifikasi dan lolos Piala Asia.
“Ini benar-benar catatan sejarah, karena di semua kelompok umur Timnas kita bisa berlga dibabak utama Piala Asia. Ini bukti level (Timnas) kita sudah naik dalam waktu yang relatif singkat. Saya apresiasi seluruh kerja keras para pemain, tim pelatih, ofisial dan segenap pengurus PSSI karena pencapaian ini terjadi berkat kerja keras kolektif dan sesuai program yang sudah direncanakan” ujar Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta (28/10/24) (https://www.pssi.org)
Dengan hasil baik ini, kita berharap semoga Timnas kita lebih baik kedepannya dan mampu menorehkan banyak prestasi serta membuat sejarah untuk bangsa Indonesia dengan tujuan agar kualitas sepak bola Indonesia dapat bersaing ditingkat dunia.
Penulis adalah pengajar di pondok pesantren Ummul Quro Al-Islami sekaligus mahasiswa Aktif di Institut Ummul Quro Al-Islami Leuwiliang Bogor, program studi Komunikasi & Penyiaran Islam, fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.





