Oleh: Dinal Gusti
Dalam sejarahnya, Korupsi selalu menjadi virus berbahaya bagi kesehatan Demokrasi suatu bangsa. Korupsi dalam praktiknya mampu memperlambat proses pembangunan ekonomi suatu negara, hingga menciptakan kondisi ketidakstabilan Pemerintahan. Korupsi adalah tindakan manipulatif yang tak hanya bermain di wilayah anggaran, melainkan juga kebijakan yang dibuat oleh seorang pejabat negara.
Pada tahun 2005, tepatnya pada tanggal 9 Desember, Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui sebuah konvensi, tetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. Seluruh Negara yang terlibat, termasuk Indonesia di dalamnya, bertanggung jawab untuk memerangi dan mencegahnya.
Di masa Pandemi Covid-19 ini, seluruh negara di dunia sedang berbenah diri. Dampak yang ditimbulkan Pandemi, membuat beberapa sektor vital suatu negara hampir terpuruk. Ekonomi dan kesehatan adalah dua sektor yang paling merasakan dampaknya. Dan upaya strategis yang diupayakan banyak negara dunia, termasuk Indonesia adalah melakukan percepatan Vaksinasi sekaligus memberikan stimulus untuk mempercepat kepulihan ekonomi.
Indonesia termasuk negara yang relatif stabil dalam urusan penanggulangan wabah serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dalam urusan Percepatan Vaksinasi, Indonesia adalah yang terbaik di Asia Tenggara. Sedangkan dalam urusan percepatan pemulihan ekonomi nasional, Indonesia pun terbilang sangat baik. Pelbagai kebijakan yang dibuat Pemerintah untuk mengantisipasi dampak Pandemi, sejauh ini dinilai banyak pihak cukup optimal.
Optimalnya kebijakan atau program unggulan pemerintah dalam urusan penanggulangan wabah dan juga mempercepat pemulihan ekonomi nasional, tak bisa dilepaskan dari peran dan kontribusi Polri. Sebagai salah satu lembaga penegak hukum, pengayom dan pelindung masyarakat, Polri mampu memainkan peranan yang baik dalam dua urusan tersebut.
Peran dan Kontribusi Polri di Masa Pandemi
Dalam urusan Pandemi, Polri terbilang sukses mempercepat kerja pemerintah dalam penanggulangan wabah berserta dampak yang ditimbulkannya. Target minimum 40 persen Vaksinasi yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia WHO, Indonesia berhasil melampaui target. Sedangkan dalam urusan dampak sosial ekonomi yang dipicu Pandemi pun Indonesia terbilang cukup optimal bila dibandingkan beberapa negara di Asia lainnya.
Di awal kehadirannya, Pandemi Covid-19 berhasil membuat kepanikan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Isu penjarahan, rush, hingga penimbunan bahan pokok penting (Bapokting) menjadi isu yang membuat jutaan masyarakat Indonesia panik dan cemas. Namun berkat kesigapan Kepala Bareskrim Polri pada saat itu, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, isu-isu yang membuat cemas dan panik tersebut mampu diredam hingga ke level terendahnya.
Peran dan kontribusi Polri dalam menanggulangi Pandemi dan ekses yang ditimbulkannya juga nampak dalam beberapa aspek lainnya. Di masa Pandemi Covid-19, banyak kelompok jahat baik dari dalam dan luar negeri yang mencoba memanfaatkan situasi. Sebut saja Sindikat Narkotika, kelompok radikal-ekstrimis, Penipu jaringan internasional, hingga Koruptor Bansos Covid-19—tak luput dari pengawasan Polri. Eksistensi mereka mampu dicegah dan ditindak oleh Polri.
Mengawal PEN Hingga Merekrut Novel Baswedan Cs
Selama Pandemi, Polri ditugaskan secara khusus oleh Presiden Joko Widodo untuk mengawal jalannya proses Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Polri dalam hal ini telah membuat Satuan Tugas khusus untuk mewujudkan harapan Presiden dan juga Masyarakat Indonesia—agar anggaran besar yang digelontorkan negara bisa tepat sasaran.
Di Tahun 2021, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dirilis oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp.699,43 Triliun. Anggaran yang masuk dalam alokasi belanja Pemerintah pada APBN tersebut perlu dukungan berupa pengawasan dari Aparat Penegak Hukum seperti halnya Polri. Tujuannya tentu adalah agar anggaran besar tersebut tidak menjadi bancakan koruptor baik di level daerah hingga di level Nasional.
Di penghujung tahun 2021, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukan simpati yang kuat soal pemberantasan Korupsi di Indonesia. Khusus di masa Pandemi, Satgas PEN yang telah dibuat Polri di tahun sebelumnya terbilang cukup optimal dalam mengawal anggaran PEN. Dan di tahun ini, Polri bisa dipastikan bertambah kuat dengan hadirnya Novel Baswedan Cs yang menyatakan siap untuk bergabung dengan Polri.
Pengalaman yang dimiliki Novel Baswedan Cs terbilang sudah teruji dalam urusan pemberantasan Korupsi di Indonesia. Hal ini yang kemudian menjadi alasan Kapolri Listyo Sigit untuk merekrut Novel Baswedan Cs sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Institusi Polri. Inisiasi Kapolri ini pun akhirnya disambut baik olej sejumlah pihak. Kapolri dinilai memiliki komitmen kuat terhadap persoalan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, terlebih di masa Pandemi ini.
Direkrutnya Novel Cs oleh Kapolri Listyo Sigit barangkali menjadi salah satu indikator yang membuat masyarakat semakin percaya terhadap Polri, khususnya dalam komitmen Polri terhadap Pemberantasan Korupsi. Survei teranyar yang dirilis oleh Lembaga Survei terpercaya, yakni Indikator Politik, menempatkan Polri di posisi puncak dalam soal Indeks Kepuasan Publik. Polri berhasil meraih skor sebesar 80,2 persen. Dan Survei tersebut menjadi catatan tertinggi Polri dalam sepuluh tahun terakhir.
Penutup
Sejauh ini, Polri di Era Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terbilang cukup optimal dalam menjalankan peranannya sebagai aktor penegak hukum sekaligus sebagai aktor penting penanggulangan Pandemi di Tanah Air. Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap layanan Polri yang baru saja dirilis oleh Indikator Politik adalah bukti konkret.
Visi Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (Presisi) yang digagas oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah membuahkan sejumlah hasil. Budaya-budaya buruk oknum anggota hingga Perwira Tinggi Polri mampu dieliminir ke level terendahnya. Kini, Polri lebih tampil humanis, persuasif dan lebih memperkuat dimensi pencegahan dibandingkan penindakan.
Ketegasan dan keberanian Kapolri Listyo Sigit Prabowo sangat diharapkan masyarakat juga mewujud dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Pasca bergabungnya Novel Baswedan Cs ke dalam Polri, masyarakat sangat optimis dan percaya bahwa Polri mampu bekerja lebih optimal mengentaskan Virus Demokrasi yang bernama : Korupsi. Ingat, Pandemi belum usai, anggaran besar PEN harus dikawal Ekstra. Dan kita percaya Polri mampu lakukan itu.
Penulis adalah Direktur LSP Indonesia





