LEAD.co.id | Wakil Bupati Pamekasan, Raja`e, membuka acara Bursa Inovasi Desa Cluster I Waru, Batumarmar dan Pasean (WABUP) Program Inovasi Desa, Sabtu (14/09/2019).
Dalam sambutannya, Wabup Raja`e mengatakan, sejak keberadaan Bursa Inovasi Desa mulai tahun 2017 sampai 2019 banyak desa yang mulai menggeliat untuk terus berinovasi.
“Keberadaan bursa inovasi yang ada mulai tahun 2017, 2018 dan 2019. Kita bersama-sama menyaksikan ada perkembangan yang luar biasa signifikan yang terjadi di beberapa desa khususnya di kabupaten pamekasan,” katanya.
“Ada banyak desa muncul menggeliat baik itu dalam bentuk pelayanan public, ataupun dalam kontek pembangunan dan kreatifitas. Sudah sering kali kita temukan di beberapa desa. Ada istilah desa digital, ada desa wisata,” sambung dia.
Lebih lanjut, Mantan Kades Bujur Barat itu menjelaskan, meskipun sudah tiga tahun berjalannya Bursa Inovasi Desa, masih banyak desa yang belum berinovasi baik dalam bentuk infrastruktur atau sarana prasarana.
“Tiga tahun berjalannya BID desa belum semuanya melakukan inovasi, tetapi ada beberapa desa katakanlah 30-40 persen yang mulai melakukan beberapa inovasi dan melakukan kreasi dan sesungguhnya itu menyambut serius menjawab dari dana desa yang cukup besar.” tutur mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu.
Ia juga menambahkan, ada sekitar 257 T Dana desa yang di kucurkan dan di sebarkan oleh pemerintah ke seluruh desa di Indonesia.
Dana yang cukup besar, kalau desa berinovasi dan berkreasi serta desa tidak hanya terfokus pada orientasi atau istilah profit oriented, tetapi juga pada pemberdayaan dan pengembangan kepada masyarakat di desa masing-masing akan lebih maju dan mandiri.
“Kita mengajak seluruh jajaran di kabupaten pamekasan ada perubahan mindset, sebab dana yang besar jika hanya ke profit oriented anggap hanya berbentuk jalan, plengsengan, selokan. Enam-tujuh bulan dan satu tahun sudah mulai rusak, sampai kapanpun tidak akan berubah.” jelasnya.
Sementara Taufik selaku pendamping local desa (PLD) yang terlibat langsung dalam perencanaan pembangunan desa mengatakan kalau 4 desa binaannya sudah berinovasi.
“Empat desa binaan kami sudah berinovasi semua yakni, Desa Tampojung Guwa dengan wisata religi Bujuk Agung Bersila Bersiti, Desa Tampojung Pregi dengan desa Literasinya yang berbasis inklusi dan Ghula Rap-rap. Kemudian, Desa Sumber Waru dengan Abon Rallada dan Sirup Cendawa dan yang terakhir, Desa Tampojung Tengah Lampu Penerangan Jalan Umum dan Pemakaman. Itu semua buah dari bursa inovasi desa yang berslogan ATM (Amati Tiru Modifikasi),” paparnya.
Diketahui hadir dalam bursa inovasi desa 200 orang lebih yang terdiri dari unsur BPD, Kepala Desa, Tokoh masyrakat, Anggota DPRD Dapil III pendamping desa dan camat serta kasi PMD se kecamatan WABUP. ADV
Reporter Moh Hasanuddin
Editor Aru Prayogi





