Warga Cifor Tolak Pembangunan Laboratorium SAI

oleh -625 views

LEAD.co.id | Warga Cifor Bubulak, Kelurahan Setu Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menolak pembangunan laboratorium Sutra Alam Indonesia. Bangunan yang berawal di atas tanah Lapangan Sepak Bola Kuntum Setu Gede, yang sering digunakan olah raga oleh warga setempat.

Penolakan bangunan tersebut, karena warga yang setiap hari berolahraga merasa dirugikan dengan rencana bangunan laboratorium dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

“Kalau mau membangun gedung laboratorium, nanti kami harus berolahraga dimana..?, karena di wilayah kami hanya lapangan ini yang biasa digunakan, ” kata Roni selaku ahli waris, kepada wartawan, Selasa (29/10/19).

Baca :  Warga Tuntut Panitia Pilkades Sirnagalih Dibubarkan

Ia menjelaskan, tanah yang tercatat dalam surat seluas 145 ribu meter persegi itu. Mesmi demikian, yang menjadi persoalannya luas lahan sepak bola seluas 1 hektar, yang akan dibangun menjadi gedung laboratorium.

Kalai berbicara keabsahan lahan ini, kata dia, memiliki surat atas tanah lahan yang sekarang digunakan lapangan sepak bola oleh warga.

Sementara Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Kementrian LHK RI, Subarudi, mengatakan, audiens yang dilakukanan dengan masyarakat, salah satu untuk mencari jalan tengah.

Selain itu, pihak dirinya juga mengklaim memiliki sertifikat atas tanah tersebut.  “Mereka punya eigendom, tapi saya tahu eigendom tahun 1967. Itu saya baca, Pak Ukar itu telah melepaskan dan menerima uang, dari perusahaan, ” kata Subardi.

Baca :  Mahasiswa Bogor Serahkan Bantuan bagi Korban Banjir Cicurug

Menurutnya, dengan audensi ini, dirinya mempunyai saksi hidupnya dulu, malah pihaknya telah beli lahan tersebut seluas 60 hektar, yang ada sekarang 57 hektar. “Saya tawarkan ke mereka mau gak kita tetap bangun. Tapi masyarakat bisa tetap main bola dengan syarat jangan menebang pohon, ‘Katanya.

Ditempat yang sama, Ketua LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI), Muhamad Nurman, yang juga warga setempat pun meminta, pembangunan itu tidak mengabaikan permintaan warga sekitar. Sarana dan prasarana olahraga yanh selama tempat untuk bermain sepak bola secara perlahan akan tergerus jika pembangunan dilaksanakan.

Baca :  Usut Tuntas Insiden Ambruknya Dinding dan Plafon DPRD Kota Bogor

“Bila tidak ditemukan solusi yang diharapkan warga, maka warga dimediasi PPLHI akan melayangkan surat ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *