Warga Tuntut Panitia Pilkades Sirnagalih Dibubarkan

148
0

LEAD.co.id | Seleksi bakal calon Kepala Desa Sirnagalih Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menuai polemik. Pasalnya, pihak paniti (BPD) dinilai tidak netral dalam proses seleksi.

“Kami atas nama masyarakat Sirnagalih menuntut keadilan dan keterbukaan proses seleksi bakal calon Kepala Desa Sirnagalih,” kata salah satu warga, Andi Wijayanto usai melakukan protes di kantor Kecamatan Tamansari, Senin (16/9/2019).

Menurut Andi, proses seleksi tersebut sangat tidak adil dan memihak pada satu calon. “Contohnya, keberpihakan anggota BPD atas nama Firman, Johan dan Tuti kepada salah satu calon,” tegasnya.

Baca :  Konsolidasi TRAY Menangkan Elly Yasin dan Ruhyat Nugraha

Selain itu, lanjut Andi, aparatur desa juga disinyalir melakukan intimidasi terhadap warga desa Sirnagalih.

Seharusnya, kata Andi, menurut Undang Undung, panitia pelaksana dan aparatur desa harus bersifat netral. Karenanya, dia meminta jika ingin berpihak ke salah satu calon, harus melepas jabatannya.

Masih menurut Andi, jika mengacu pada Perbub no 37 Tahun 2003 Tentang Persyaratan adminstrasi bakal calon Kepala Desa, pasal 43 ayat 5 menyebutkan bahwa, ijazah ujian persamaan dimaksud pada ayat 3 diterbitkan pada tanggal 3 juli 2019.

“Disini kami menemukan salah satu bakal calon yang ijazah penerbitannya di terbitkan pada tahun 2019. Kami melihat panita pelaksana tidak selektif dalam memverifikasi berkas tersebut,” tudingnya.

Baca :  Diskusi Kopi Warung Pemula : Generator Berbasis Knowledge & Inovasi di Universitas

Atas hal itu, selaku warga, pihaknya menuntut keadilan dan keterbukaan tahap seleksi bakal calon kepala desa ini agar terciptanya suatu demokrasi yang transparan. “Kami menuntut panitia tingkat desa dan BPD di bubarkan, serta mengadakan seleksi ulang bakal calon kepala desa,” tegasnya. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here