Wujud Nyata Pendidikan Kesetaraan, PKBM Pancasila Gelar Kegiatan Belajar Mengajar

oleh -33 views

BOGOR (Lead.co.id) – PKBM Pancasila yang beralamat di Jl Raya Pariwisata Gunung Pancar Kp. Cibarengkok, Desa Sumur Batu, Babakan Madang telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai pukul 01.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Ketua Yayasan PKBM Pancasila H. Yadi Suryadi, S. Pd, mengatakan kepada Media bahwa, pada hari ini, Sabtu ada 3 guru dan tiga mata pelajaran yaitu IPA, IPS dan PKN, beda dengan hari senin dan kamis yaitu 4 mata pelajaran.

“Biasanya kita siapkan guru piket juga. Jadi hari ini hanya tiga mata pelajaran IPA, IPS dan PKN. Beda dengan hari Senin, dan hari Kamis yaitu 4 mata pelajaran. Dari mulai hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis selain dari hari Senin dan Kamis itu 3, Tetapi Senin sama Kamis itu 4 mata pelajaran, satu pelajaran satu bidang study,” kata Yadi kepada awak media, pada Sabtu (3/10/2026).

“Setiap tahun dan tengah semester kita suka ada rapat sekalian kita pengarahan pembinaan sekaligus menghasilkan informasi kepada para tutor. Tutor kita kurang lebih ada 38 tutor kita undang semua supaya kita menyamakan persepsi untuk mencapai visi misi PKBM Pancasila. Karena kan harus satu arah kalau sinkron walaupun kita ada beberapa tempat di waktu awal, akhir awal dan pertengahan. Kalau kita berkomunikasi untuk PKBM sendiri apa salahnya menjadi kursial”, ujarnya.

Baca :  Prestasi Ganda PKBM Pelita Ilmu di Gema Tunas PKBM Jawa Barat 2026

Menurutnya, untuk kendala selama ini mereka alhamdulillah lancar-lancar aja, di PKBM Pancasila biaya gratis, jemputan kita siapkan, seragam dan ATK kita kasih. Artinya memang tinggal dikembalikan lagi ke anak-anak atau siswa, diajak kerja sama sama komunitas pemerhati pendidikan untuk bekerja keluar negeri selama anaknya itu mau boleh kami sangat welcome, ucap yadi.

Mudah-mudahan di PKBM kita mencetak paradigma baru kepada akhlak juga kita terapkan, hafalan Alquran juga kita terapkan, solat berjamaah juga kita laksanakan, mudah-mudahan dengan ikhtiar seperti itu mereka bisa mandiri. Ketika ada ajakan bekerja di luar negeri lahir dari pada hati nurani sendiri, harapnya.

Pesan saya di hari Kesaktian Pancasila saya kira anak-anak bersyukurlah, rajin belajar, hormat orang tua, dan kita mengisi kemerdekaan ini dengan belajar yang rajin. Tetap semangat belajar, hormati orang tua dan guru, Insya Allah sukses, ucap Ketua Yayasan PKBM Pancasila.

Baca :  Simalakama Belajar Di Rumah

Tutor PKBM Pancasila menyampaikan, “Saya kebetulan mengajar mata pelajaran IPS di kelas 7, 8 dan 9 secara keseluruhan. Karena di sini yang kelas 7 itu sekitar 40 siswa, kelas 8 sekitar 50 dan kelas 9 hampir 40 siswa. Karena di sini pusatnya PKBM keterbatasan ruangan mau tidak mau kita dibagi beberapa cabang. Sampai saat ini anak-anak juga antusias untuk ikutan belajar dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik”, kata Dedi, S. Pd.

Untuk siswa sendiri tidak bisa anak itu selalu hadir karena memang di setiap kali pertemuan ada saja siswa yang sakit, terus ada keperluan keluarga yang memang kami pun tidak bisa memaksakan anak tersebut. Ada juga alasannya sudah membuat pernyataan kepada wali kelasnya untuk informasinya sudah disampaikan ke wali kelas masing-masing.

“Untuk strategi di sini karena Emang kita dibatasi waktunya cuma 3 hari untuk Paket B yang kami juga semaksimal mungkin melakukan strategi yang bisa diterima oleh siswa seperti diskusi, tanya jawab dan pembagian pembagian kelompok yang diharuskan sesuai dengan mata pelajaran yang kami ajarkan. Karena kami di sini semuanya mayoritas anak itu digabung bukan hanya sebatas usia sekolah, ada juga yang memang usianya seharusnya sudah SMA dia baru masuk siswa SMP”, ucap Dedi.

Baca :  Alumni PKBM Bintang Tunas Mulia Gelar Temu Kangen

Yang membedakannya untuk penyampaiannya mungkin untuk menerima pembelajarannya pun lebih cepat yang seharusnya sudah usia SMA. Untuk mata pembelajarannya untuk paket B saya dipercaya oleh Yayasan mengajar IPS dan untuk paket C-nya Geografi, terangnya.

“Kebetulan kami di tahun kemarin alhamdulillah siswa kami yang lulusan tahun 2025 ada yang melanjutkan kuliahnya di luar negeri di Singapura atau Malaysia. Untuk beasiswa kami juga masih membutuhkan untuk yang memang mau beasiswa. Kebetulan saya juga wali kelas 9 dan diharapkan ada kerjasamanya untuk menyalurkan anak-anaknya untuk lanjut sekolah ke tingkat lebih tinggi lagi khususnya dari Paket B ke SMA”, pungkasnya.

Reporter : (Nina Karningsih)

Editor : Red