BOGOR (Lead.co.id) : 25 Tahun SMUN 6 Bogor Angkatan 2001 Pulang di Hotel Salak Tanggal 24-10-26 tercatat di papan tulis itu dengan kapur putih Silver Reunion Bukan di aula sekolah, tapi di ballroom Hotel Salak The Heritage Bogor.
Ketua Panitia 25th Class of 2001 SMUN 6 Bogor Galuh membagikan momen reuni bersama teman-teman dan guru SMUN 6 Angkatan 2001 Di atas papan tulis hitam besar itu tertempel stiker warna-warni 25th CLASS OF 2001 SMUN 6 BOGOR ReSIXtory (Reunion + SIX + Story).
Inilah inti dari reunian 25 tahun ini. Bukan acara formal Ini cerita Pertemuan tersebut membawanya kembali ke tempat yang menyimpan kenangan masa sekolah, sekaligus menjadi kesempatan untuk berkumpul lagi dengan orang-orang.
Reunian SMUN 6 ini merupakan momen spesial untuk mengenang kembali masa-masa sekolah dan remaja.
Papan Tulis yang Penuh Cerita:
Foto pertama yang paling jujur Sebuah papan chalkboard besar yang sengaja disediakan panitia, kini penuh sesak dengan tulisan tangan.
Ada yang nulis nama beken jaman dulu: Ajeng IPS3 ON!!!, Jacky IPS3, Abah -IPA4- Gilang yang tak pernah waras!!, Mamat Keren, Awt, Dewi Kecil 1-3,2-6, IPA2, Novie niy 24-10-26 Silver Reunion, Boele IPS3, Vani van Bascom IPS3, Agus Cime IPA3.
Ada yang nulis kelasnya dengan bangga : IPA Q WAS HERE, Zax’s les! was Hanif IPA3, Dada IPS4, Vibs -CHILL- Manca 1-3,2-3-3 IPS2, IPS2, Rabbi IPS4, Joan 1-6,2-1,3 IPS1. Ajeng IPS 4, Kacky IPS 1
Di pojok bawah bahkan ada tulisan : by Abah Abdullah And bunta Rombt dan Bhoz was here slow.
Gaya tulisnya masih sama seperti 25 tahun lalu di tembok belakang kelas. Berantakan, saling tumpuk, penuh coretan hati dan bintang. Setelah seperempat abad jadi orang dewasa, di depan papan ini semua kembali jadi anak SMA lagi.
Panggung Hotel Salak Jadi Kelas Paling Heboh :
Di foto kedua, belasan alumni berkaos putih seragam ReSIXtory berpose di atas panggung Hotel Salak Background LED-nya masih menyala tulisan ReSIXtory dengan ornamen kaset pita, HP lipat, dan game stick ikon angkatan 2001.
Tidak ada pose formal Semuanya tertawa lepas, tangan diangkat, ada yang jongkok, ada yang meluk dari belakang, ada yang membawa properti tape radio jadul Di depan panggung ada tulisan besar ReSIXtory dengan mahkota di atasnya. Lampu sorot biru dari Hotel Salak menyorot mereka, membuat ballroom bersejarah yang dibangun sejak 1855 itu terasa hidup dan muda kembali.
Ini yang membuat Hotel Salak pilihan tepat Ruangannya megah dengan chandelier klasik, tapi tidak kaku, justru mampu menampung energi 25 tahun yang pecah dalam satu hari.
Momen Paling Sakral : Guru dan Murid Bertemu Lagi
Foto ketiga adalah puncak kehangatanny Di panggung yang sama, kini berdiri para guru. Sebagian besar sudah sepuh, beberapa menggunakan hijab, rambut putih, tapi masih berdiri tegak di tengah-tengah kami.
Di sebelah mereka, ada alumni laki-laki yang berdiri mendampingi Suasananya berbeda. Kalau foto sebelumnya penuh tawa meledak, foto ini penuh hormat. Setelah 25 tahun, murid-murid yang dulu sering telat, sering nggak ngerjain PR, kini kembali berdiri di hadapan guru-gurunya untuk berfoto bersama lagi.
ReSIXtory di Hotel Salak tanggal 24 Oktober 2026 kemarin membuktikan satu hal seragam bisa dilepas, kelas bisa bubar, tapi cerita tentang menjadi anak SIX tidak pernah lulus.
Ini bukan sekadar reuni teman, ini reuni keluarga besar SMUN 6 Bogor :
Reuni ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kehangatan, tawa, dan kenangan indah di antara para alumni, serta memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para guru yang telah mendamping.
Semua peserta berharap acara serupa dapat terus digelar di masa mendatang, sebagai sarana mempererat hubungan dan berbagi kebahagiaan.

