Setahun Memimpin, Bupati Pamekasan Dihujani Demo Harga Tembakau

oleh -483 views

LEAD.co.id | Di akhir-akhir tahun pertama memimpin, pasangan Baddrut Tamam dan Raja`e (Berbaur) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pamekasan sejak dilantik pada tanggal 24 September 2018 lalu, kini dihujani aksi demonstrasi soal anjloknya harga tembakau.

Harga tembakau yang dirasa anjlok oleh masyarakat yang mayoritas petani tembakau itu menjadi sasaran empuk untuk kemudian menagih janji politik yang pernah disampaikan Bupati Baddrut Tamam saat kampanye setahun lalu.

Diketahui, aksi demontrasi mengenai anjloknya harga tembakau pertama kali terjadi pada Rabu 28 Agustus 2019. Pada aksi tersebut ratusan massa baik dari petani tembakau, mahasiswa dan pemuda turun jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pucuk pimpinan Kabupaten berjargon Kota Pendidikan itu.

Baca :  Wabup Pamekasan Pantau Lokasi Terdampak Banjir

Saat itu, massa aksi selain menyampaikan aspirasi juga sempat membakar beberapa bal tembakau tepat di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebagi bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dianggap tidak mampu memenuhi janji politiknya.

Selang beberapa hari, aksi demonstrasi terjadi lagi pada Senin 9 September 2019. Pada aksi tersebut juga ada ratusan massa yang turun jalan dengan tujuan yang sama yakni menagih janji bupati saat kampanye dulu.

Kemudian, aksi demonstrasi yang mempersoalkan anjloknya harga tembakau terjadi lagi pada Selasa 10 September 2019 tadi siang, dipelopori oleh Jaka Jatim dan Ikred.

Menurut salah satu orator aksi, Zainullah mengatakan, massa ingin menyampaikan keluh kesah petani yang sampai saat ini harga tembakau sangat murah bahkan tidak laku dipasaran.

Baca :  Tuntut Pesangon, Karyawan Dunkin Donuts Bogor Gelar Demonstrasi

“Sekarang harga tembakau murah Pak Bupati, mana janji politiknya yang disampaikan satu tahun yang lalu,” kata geram.

Ia meminta Bupati Baddrut Tamam segera menepati janjinya, sebab rakyat saat ini sudah tercekik. “Bupati dan Wabup harus bertanggung jawab kepada petani tembakau dan mendesak gudang atau pabrikan untuk membeli tembakau rakyat mahal,” tuturnya.

Terpisah, menanggapi seruan aksi tersebut, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan siap membela para petani tembakau.

“Saya dan Pak Wabub beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan siap gerak bela petani tembakau,” katanya.

Dikatakan, dukungan tersebut dibuktikan dengan keseriusan Pemkab terhadap sembilan gudang yang ada di Pamekasan. Dimana pihaknya melalui dinas Perindustrian dan Perdagangan terus melakukan pengawasan dan komunikasi yang inten.

Baca :  KOMPAK Ikut Aksi Pungut Sampah Bersama KPMM

“Kami sudah memanggil para pemilik gudang tembakau. Ada beberapa kesepakatan dari Pemkab, pembeli dan juga Petani,” katanya.

Diantara ksepakatan tersebut adalah mengenai harga minimal dalam pembelian tembakau adalah Rp 42.600 per kilogram. “Gudang tembakau tidak boleh membeli tembakau di bawah Rp 42.600, itu harga minimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, kalaupun Pemkab harus merubah perda untuk dapat lebih mensejahterakan rakyat lebih-lebih para petani tembakau, Bupati Baddrut Tamam siap merubah keberadaan Perda Tembakau Nomor 4 Tahun 2015 itu.

Tentu, menurutnya, dengan melibatkan beberapa stakeholder, termasuk pemuda dan mahasiswa. Tujuannya, agar lebih berpihak kepada masyarakat atau petani tembakau. (haz/nam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *