Demonstran Myanmar Dibantai, Belasan Orang Tewas

0
Demonstrasi, Kudeta Myanmar, Korban Tewas
Kyal Sin alias Angel, perempuan berusia 19 tahun, telah ditembak mati oleh aparat keamanan saat protes anti kudeta Myanmar, pada Rabu (3/3/2021)

LEAD.co.id | Aparat keamanan Myanmar kembali menembaki para aktivis saat aksi protes terhadap kudeta militer. Penembakan ini telah menewaskan sedikitnya 18 orang demonstran Myanmar, pada Rabu (3/3/2021).

“Mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami,” kata aktivis pemuda Thinzar Shunlei Yi seperti dikutip Reuters.

Seorang perempuan bernama Kyal Sin alias Angel berusia 19 tahun menjadi salah satu yang ditembak mati di Mandalay, Myanmar. Foto perempuan mengenakan kaos bertuliskan “Everything will be OK” itu menjadi viral di media sosial.

Baca :  Ratusan PKL Bawa Dagangan ke DPRD Kota Bogor

Video yang disiarkan Radio Free Asia yang didanai AS menunjukkan, Polisi di Yangon memerintahkan tiga petugas medis keluar dari ambulans, menembak kaca depan, menendang dan memukuli para pekerja dengan senjata.

“Negara ini seperti Lapangan Tiananmen di sebagian besar kota besar,” kata Uskup Agung Yangon, Kardinal Charles Maung Bo, merujuk pada penindasan dengan kekerasan terhadap protes yang dipimpin mahasiswa di Beijing pada tahun 1989.

Aktivis demokrasi Esther Ze Naw mengatakan bahwa, pengorbanan mereka yang meninggal tidak akan sia-sia.

“Kami akan melanjutkan laga ini dan menang. Kami akan mengatasi ini dan menang, ”katanya.

Baca :  Kembali Berdemo, GASAC : Kejari Cianjur Tidak Adil !

Korban terbesar berada di pusat kota Monywa, di mana lima orang – empat pria dan satu wanita – tewas, kata Ko Thit Sar, editor Monywa Gazette.

“Kami sudah konfirmasi dengan anggota keluarga dan dokter, lima orang telah tewas,” katanya kepada Reuters. “Sedikitnya 30 orang terluka, beberapa masih tidak sadarkan diri.”

Di kota Yangon, saksi mengatakan, sedikitnya tiga orang telah tewas ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan dengan senjata otomatis.

“Saya mendengar begitu banyak tembakan terus menerus. Saya berbaring di tanah, mereka banyak menembak dan saya melihat dua orang tewas di tempat,” kata pengunjuk rasa, Kaung Pyae Sone Tun (23).

Baca :  Demonstrasi, Solidaritas Jurnalis Kecam Remisi Pembunuh Wartawan

Saksi dan media setempat melaporkan, dua orang telah tewas di kota Mandalay, dua orang tewas di kota pertambangan utara Hpakant, dan satu orang tewas di pusat kota Myingyan. Sedikitnya 35 orang tewas sejak kudeta.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here