BOGOR (LEAD.co.id) | Para petani di Desa Cipeuteuy, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendapat pelatihan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data pertanian. Caranya, melalui penggunaan drone dan pengolahan data berbasis sistem informasi geografis (WebGIS). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program BIMA Pengabdian dari Kemendikburistek melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University (DPM-IPB).
DPMA-IPB mengelola Program Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) di lingkup IPB University yang didanai oleh Kemendikbudristek untuk berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Berbagai kegiatan seperti sosialisasi teknik budidaya, pelatihan, dan workshop pendampingan proposal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kewirausahaan sosial, dan pengembangan keilmuan di bidang agromaritim.

Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) atau Drone serta Sosialisasi Penerapan Teknologi; Teknis dan Struktur Sistem Penyimpanan Data berbasis WebGIS telah berlangsung pada Kamis (2/10/2025). Dalam kesempatan itu, dilakukan pula Penyerahan Teknologi dan Inovasi kepada mitra sasaran di Desa Cipeuteuy. Kegiatan merupakan kelanjutan dari Pengumpulan Data Komoditas Pertanian Presisi untuk Mendukung Optimalisasi Pasar Potensial dengan Pendekatan Partisipatif Berbasis WebGIS.
Para peserta program mendapat pelatihan langsung mengenai penggunaan drone untuk pengumpulan data pertanian secara presisi. Beberapa di antaranya yakni teknik pemetaan lahan, pemantauan pertumbuhan tanaman, serta pengolahan data berbasis WebGIS. Selain para petani, hadir pula perangkat desa, tim pelaksana, serta mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor.
Paparan pelatihan drone disampaikan oleh Dr. Wahyu Iskandar yang dibantu oleh Teguh Muhammad Iskandar, S.P dalam materi praktiknya kepada kelompok tani. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan terkait sistem WebGIS oleh Muhammad Fahli Ahyani, S.T.P.
Selain pelatihan, acara juga diisi dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Teknologi dan Inovasi berupa satu unit drone kepada mitra sasaran, yaitu Kelompok Tani Sinar Sejahtera. Penyerahan ini menandai komitmen berkelanjutan dalam penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian desa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Kepala Desa Cipeuteuy, Purnama Wijaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan inisiatif program tersebut. “Kami berharap teknologi ini dapat membantu petani dalam mendata dan memantau kondisi lahan dan tanaman dengan lebih cepat dan akurat, sehingga hasil pertanian bisa semakin optimal dan berdaya saing di pasar,” ujarnya.
Perwakilan tim pelaksana kegiatan, Dr. Wahyu Iskandar, menjelaskan bahwa penerapan drone dan WebGIS menjadi langkah nyata menuju transformasi digital sektor pertanian.
“Teknologi ini memungkinkan petani memahami kondisi lahannya dengan lebih detail. Dengan data spasial yang akurat, keputusan terkait pola tanam dan distribusi hasil pertanian dapat dilakukan secara lebih efisien,” ungkap Wahyu.
Melalui penerapan teknologi drone dan sistem WebGIS ini, diharapkan muncul model pertanian presisi yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan pasar potensial di wilayah perdesaan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan inovasi pertanian yang berkelanjutan.




