JAKARTA (Lead.co.id) – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri dinilai telah berhasil melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap proses produksi hingga distribusi minyak goreng di Indonesia.
Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn mengatakan, keberhasilan Satgas Pangan itu bisa dilihat dari stabilitas produksi hingga harga jual pasaran yang sesuai dengan HET.
“Hal itu bisa kita lihat dari stabilitas produksi, distribusi hingga harga jual pasaran yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Romadhon dalam keterangannya, pada Kamis (21/4/2022).
Selain berhasil menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng curah di pasaran, Romadhon juga menilai Satgas Pangan telah mampu mengantisipasi dampak buruk dari krisis minyak goreng.
Menurut dia, krisis minyak goreng yang terjadi beberapa bulan belakangan mampu memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya. Namun faktanya, tidak ada kenaikan harga yang signifikan pada bahan pokok lainnya.
“Dalam posisi ini kita lihat Polri mampu mengantisipasi dampak buruk yang sangat mungkin terjadi,” tambah dia.
Lebih lanjut, Romadhon menilai kinerja Kepolisian Republik Indonesia khususnya dalam menjaga dan mengawasi jalannya ekonomi nasional di tengah Pandemi sangat luar biasa.
“Peran Kepolisian dalam mengawal dan mengawasi ekonomi nasional, khususnya di tengah situasi Pandemi ini sangat luar biasa. Pasalnya, Polri mampu bekerja maksimal tanpa mengurangi fokus mereka dalam menjaga Kamtibmas,” tegasnya
Di akhir sesi wawancara, Romadhon Jasn secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurut pria kelahiran Madura itu, Kapolri Listyo adalah sosok pemimpin yang cerdas dalam membaca situasi dan konsisten dengan visi Polri Presisi yang digagasnya.
“Tentu tidak mudah menjadi pemimpin di tengah situasi darurat (Pandemi) seperti ini. Namun yang kami lihat, Kapolri Listyo mampu menunjukkan kinerja yang baik sekalipun dalam situasi yang sulit. Beliau mampu membaca situasi dan menjawab persoalan dengan cepat dan tepat. Hal itu bisa kita amati mulai dari urusan kamtibmas, vaksinasi, terorisme, hingga menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tutup Romadhon.





