Tempo dulu ketika masa pra kemerdekaan, Abdoel Moethalib Sangadji pernah tinggal dan menetap pada wilayah Jakarta Pusat, yakni Jalan Molenvliet west no. 100, Batavia (sekarang jalan Gadjah Mada) kemudian Gang Kernolong Dalam, Kramat Sentiong.
Ketika di jalan molenvliet west beliau berbaur dengan masyarakat Betawi dan para supir angkutan umum hingga mendirikan KBS (Koperasi Buruh Supir) bagi pemuda – pemuda dari berbagai suku di Indonesia. Sebab kedekatan emosional itu beliau didapuk menjadi ketua umum paguyuban para supir angkutan umum tersebut.
Warga di sekitar wilayah ini menjuluki beliau dengan Si Pitung dari Ambon. Kata bang Syafinuddin Al -Mandari Tokoh Muda Syarikat Islam ketika dialog via zoom meeting ‘Mengenal Sahabat Tjokroaminoto Jago Toea dari Maluku A.M. Sangadji).
Tak berhenti disitu saja, ketika A.M. Sangadji pindah rumah ke Gang Kernolong tahun 1930. Dalam catatan sejarah rumah A. Sangadji di Gang Kernolong Dalam ini menjadi saksi sejarah bisu rapat – rapat Pergerakan Penyadar giat dilakukan dirumah beliau. Hadji Agus Salim, Mohammad Roem, Prof Soedjono Hardjosoediro dan lainnya sering menggelar rapat di kediaman A.M. Sangadji ini tahun 1936.
Nanti pada tahun 1939 Pergerakan Penyadar yang merupakan sempalan PSII mendirikan ‘organisasi pasar’. Abdoel Moethalib Sangadji mendirikan ‘Persatuan Pedagang Pasar’ salah satunya meliputi wilayah pasar senen yang diketuai oleh Djajuli, ‘Persatuan Supir Oplet’ diketuai oleh Mohammad Amin, ‘Panitia Persiapan Perkumpulan Kaum Buruh Pelabuhan’ diketuai oleh Haji Patani anggota LC Tanjung Priok.
Keakraban dua prototipe politisi pejuang – pejuang politisi kebangsaan Hadji Agus Salim dan A.M. Sangadji layaknya saudara sendiri. Hal ini terbukti ketika seringkali A.M. Sangadji mengunjungi Agus Salim di rumahnya, seringkali menggunakan alat makan dan minum secara bersama – bersama. (Testimoni Prof Soedjono Hardjosoediro, Anak Mantu Hadji Agus Salim).
Mohammad Roem Waperdam (Wakil Perdana Menteri Republik Indonesia ke – 10) Berujar demikian mengagumi kombinasi tiga tokoh Trio SI (Tjokro Salim Sangadji) ketika berkenalan dengan A.M. Sangadji di kediaman Haji Agus Salim, Kawasan Gang Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta pusat. (Lihat buku biografi Mohammad Roem: Penulis dan Diplomat Hebat).
Narasi singkat ini sengaja dihadirkan kembali guna menegaskan eksistensi Jago Toea Abdoel Moethalib Sangadji di Kota Jakarta bukan sekedar singgah tetapi memberikan manfaat bagi kelangsungan kehidupan warga Jakarta hari ini. Nama besar beliau pun diabadikan pada ruas jalan kawasan Jakarta Pusat.
Dirgahayu Kota Jakarta ke – 459
Jakarta Hajatan (Kolaborasi, Akselerasi, Elevasi). Teruslah berkarya dan berprestasi.
Terima Kasih Pemprov DKI Jakarta Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ariza Patria, Sudin Kominfotik Jakarta Pusat.





