UMKM Bogor Bagikan Tips Sukses Raih Omzet Tinggi

oleh -444 views

BOGOR (Lead.co.id) – Dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19, membuat UMKM Kabupaten Bogor mengalami naik-turun. Tetapi banyak di antaranya yang mampu bertahan, sukses bangkit, hingga raih omset yang tinggi.

Dalam program Bicara Dari Bogor, Diskominfo Kabupaten Bogor menghadirkan dua owner UMKM Kabupaten Bogor dalam edisi Kamis Inspirasi pada Siaran Radio Tegar Beriman 95,3 FM, pada Kamis (23/6/2022).

Ada Khifni Zaenali Albantani asal Kecamatan Klapanunggal (UMKM Madu Albantani) dan Intan Pratiwi asal Kecamatan Tamansari (UMKM Rumah Nahla Food & Beverage). Keduanya berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang kiat-kiat menjadi UMKM yang tangguh dan sukses.

“Bisnis madu ini merupakan usaha yang ke sekian kali setelah sekian kali saya jatuh bangun, karena jiwa saya jiwa berwirausaha maka saya akan terus berwirausaha,” kata Khifni Zaelani Albantani, owner UMKM Madu Albantani.

Baca :  Tingkatkan UMKM di Caringin, Kominfo Hadirkan Program Unggulan

Khifni mengaku telah memperdalam Madu dari tahun 2005, sedangkan usaha tersebut dimulai sejak tahun 2018. Pada saat Covid-19 melonjak, semua UMKM mengeluh, namun justru penjualan madu tembus 10 kali lipat.

Begitupula dengan UMKM Rumah Nahla, dengan berbagai inovasi dan kreatifitas dari sang owner, UMKM ini menciptakan berbagai produk yang menarik hingga berhasil menjual ribuan produk sehingga meraih omzet yang tinggi.

Intan Pratiwi, owner UMKM Rumah Nahla mengungkapkan, awalnya dia bercita-cita ingin bisa punya banyak karyawan, karena senang kalau rumah menjadi ramai. Akhirnya dia membentuk bisnis yang bermanfaat di sekitar untuk kaum ibu-ibu.

“Karena saya seorang ibu rumah tangga, di rumah terus, bermulai dari dapur, dan terciptalah produk-produk yang memang benar dari dapur. Kemudian semakin dalam menggeluti bisnis semakin jatuh cinta, karena banyak reseller harus punya keputusan yang diambil,” ungkap Intan.

Baca :  Penting !, Pelaku UMKM Daftar E-Catalogue

Usaha tersebut, kata Intan, dimulai pada tahun 2010, tetapi mulai sistem online pada 4 tahun terakhir ini.

Sebelumnya, dia menjual produk kurma. Saat melirik jualan online, Intan memikirkan apa yang bisa dijual secara online tetapi dengan produk yang berbeda.

“Alhamdulillah waktu itu saya launching sambel kurma yang sempat dipamerkan juga di Galeri Ade Yasin dan sebulan itu tembus 10.000 botol. Selain sambel kurma, saya juga menjual kukis unyil, filosofi browni, buko pandan, puding, minuman dan masih banyak lagi,” kata Intan.

Sementara itu, Khifni, owner Madu Albantanni menceritakan awal memulai usaha Madu. Menurutnya, sampai sekarang dia belum pernah mengalami kerugian.

“Saya mengatakan itu karena madu itu tidak ada expiration date. Madu itu dibutuhkan atau masuk ke semua jenis usia, dari anak-anak sampai orang dewasa pun mereka membutuhkan,” ungkapnya.

Baca :  Dibantu Pemkab Bogor, Daun-daunan dan Rempah jadi Bernilai Jutaan Rupiah

Dia mengajak para pejuang UMKM untuk bersama-sama bangkit. Karena, saat ini sudah mulai ada titik terang, banyak juga jenis-jenis bantuan dari pemerintah seperti dari dinas-dinas terkait.

Intan Pratiwi menambahkan, menjalankan bisnis itu bukan hanya modal keberanian, tapi juga butuh ilmu untuk membesarkanny. Jualan kue bukan hanya berjualan, tapi juga harus belajar marketing, belajar fotografi, video, medsos, tiktok dan sebagainya.

“Akhirnya point penting menjadi pengusaha adalah terus belajar, walaupun kita udah di titik puncak omset target kita. Kalau kita gak belajar ya selesai sampai disitu saja. Pebisnis itu tidak boleh berhenti belajar,” closing statement dari Intan.

Informasi tambahan untuk masyarakat yang ingin membeli produk UMKM Kabupaten ini dapat menghubungi media sosialnya yaitu @rumahnahlaofficial dan @madualbantani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *