Angin Kencang Mengamuk di Pandeglang, 11 Rumah Rusak

0
Angin, Pandeglang, Rumah
Sejumlah Rumah warga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Pandeglang [Foto: BPBD Pandeglang]

LEAD.co.id | Angin kencang mengamuk hingga merusak 11 rumah warga dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Kamis sore(1/10/2020). Tidak ada korban jiwa akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandenglang menginformasikan 1 orang mengalami luka ringan dan sekitar 137 KK atau 548 jiwa terdampak akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini. Sejumlah warga mengungsi ke tempat kerabat terdekat. BPBD setempat masih melakukan pendataan warga mengungsi di lapangan.

Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan ini mengakibatkan kerugian material berupa rumah rusak berat 11 unit, rusak sedang 11 dan rusak ringan 115. Sedangkan bangunan umum, sarana peribadatan rusak ringan 4 unit dan rusak berat 1.

Baca :  Satu Rumah Hanyut Akibat Banjir di Cicurug Sukabumi

“Lokasi terdampak berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sindangresmi (Desa Pasirloa) dan Angsana (Desa Kramatmanik),” ungkap Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers, Jumat, 2 Oktober 2020.

BPBD menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan upaya darurat seperti mengevakuasi warga rentan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Selain di Pandeglang, kejadian serupa juga terjadi sehari sebelumnya (1/10), angin kencang melanda wilayah Lombok Barat. Adapun di antaranya keluarga terdampak sebanyak 47 KK dan kerugian material berupa rumah rusak berat. BPBD setempat mencatat rumah rusak berat 9 unit, rusak sedang 9 dan rusak ringan 31.

Baca :  Bantuan Renovasi: Kakek Emub Jadi Tenang, Bisa Ngaji di Kamar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca pada Jumat (2/10) yang menyebutkan Banten salah satu wilayah yang berpotensi angin kencang. Menyikapi kejadin tersebut, BNPB mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya angin kencang.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Pusdatin BNPB

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here