Arif Marsudi Berikan Tips dan Trik Agar Mendapat Donatur

101
0
ACT, Bali, Diskusi, Online
Diskusi online ACT Bali

LEAD.co.id | Seringkali suatu organisasi atau komunitas merasa kebingungan dalam hal pendanaan untuk project mereka.Mereka banyak kesana kemari mengajukan program untuk mendapatkan donatur atau sponsor. Namun dalam prosesnya tidak jarang terjadi banyak penolakan. Banyak komunitas dan organisasi belum bisa membangun relasi dan menarik para donatur serta membangun kepercayaan publik

Melihat kondisi yang sering dialami komunitas dan organisasi maka Komunitas Turun Tangan Bali berkolaboraksi dengan organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali mengadakan Sharing Online #4 pada hari Ahad (31/5/2020) dari pukul 20.00 wita- Selesai. Kegiatan ini dilakukan Via WhatsApp Group.

Adapun Narasumber yang didaulat yakni Arif Marsudi (Branch Manager ACT Bali) didampingi Moderator Dani Andrean Widodo (Turun Tangan Bali)

Arif Marsudi membagikan pengalamannya selama mengabdi didunia kerelawanan disepanjang karirnya.

Jika sebuah usaha/bisnis maka usaha/bisnis itu pasti ada produknya dan produknya itu bisa barang atau jasa. Sedangkan organisasi maka produknya adalah program.

Arif Marsudi lebih menyoroti bagaimana sebuah program dapat mendulang donasi, meskipun peran marketing juga tidak bisa dielakkan.

Baca :  Praktisi Public Speaking Bali Ungkap Tips Membangun Personal Branding di Medsos

Agar program yang kita buat dapat mendulang donasi Maka setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

1. Program itu harus kuat daya tariknya, yaitu mampu menggerakkan orang untuk berdonasi.

“Menarik disini adalah Nama/judulnya, teknis pelaksanaannya, penerima manfaatnya serta efek dari program tersebut” jelasnya

2. Program harus unik, unik disini belum ada yang melakukan, berbeda dengan program-program yang sama esensinya, cara mengemasnya dan cara implementasi.

3. Program harus luas jangkauannya. Artinya penerima manfaat dari program ini harus multi efek bukan satu atau dua orang yang menerima manfaat, bukan sehari atau sepekan dampaknya namun berkelanjutan.

4. Program harus trending dengan isu kekinian. Setiap program yang dibuat harus disesuaikan dengan isu terkini. Contoh jika sekarang isu Corona menguat maka semua program adalah lebih banyak menyelesaikan dari dampak pandemi Corona.

“Jangan sampai kita buat program yang tidak ada kaitannya dengan Corona disaat sedang trending Corona” imbuh mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

5. Program yang sesuai dengan segmen donatur. Ini jika yang disasar adalah donatur dengan segmen coorporate atau komunitas. Jadi program-program yang ditawarkan harus sesuai dengan segmen dari calon donatur. Contoh, akan sulit jika kita ajukan program pendidikan mendapat respon dari segmen komunitas games online.

Baca :  ACT Kembali Mengirimkan Air Minum Wakaf Di Beberapa Masjid Bogor

“Mungkin itu secara singkat optimasi program dalam mendulang donasi.
Sisanya adalah kemampuan dari tim dalam memasarkan program kepada segmen yang ada dan dengan cara offline maupun online” tutur pria yang aktif di Muallaf Foundation Bali ini.

Umumnya kegagalan dengan dalam even/program dalam menarik donatur adalah Jika segmen corporate maka orientasi dari corporate adalah keuntungan/benefit dan benefit utamanya adalah brand awarenes corporate di publik (mendongkrak penjualan). Maka program/even yang kita buat harus mampu mendongkrak brand awarenes mereka sehingga simbiosis mutualisme bisa terwujud.

Jika segmennya adalah individu atau komunitas maka harus sesuai dengan karakter dari individu atau komunitas tersebut. Karakter donaturnya suka theater kemudian kita tawari konser musik, maka akan sangat berat untuk bisa diterima.

Faktor kegagalan berikutnya adalah portofolio organisasi kita dalam mengelola sebuah even kurang banyak. Sehingga biasanya banyak yang belum mau menerima.

Baca :  Dukung "Muslim Weekland", ACT Bogor Kerahkan Water Truck

” Saran saya adalah diperbanyak portofolio kegiatan/program, kedua masuk menggunakan relasi dari donatur” ungkapnya.

Jika baru pertama kali membuat program dan berupaya dijadikan sebagai portofolio organisasi maka buatlah program yang skalanya kecil dan biaya nya juga tidak besar.

Biasanya orang-orang dekat yang umumnya bisa bantu dalam mensukseskan kegiatan tersebut.

Seandainya ingin buat kegiatan besar maka harus mampu menarasikan yang membuat orang tertarik untuk mendukung kegiatan tersebut.

Kedua kerja sama dengan pihak ketiga sangat dianjurkan jika memang pihak kita tidak mampu jika sendirian.

“Sarana pencarian dana sangat banyak dan bisa disesuai dengan programnya. Hanya saja kita akan memilih dari sekian cara itu yang paling cepat mendulang donasi itu cara apa?. Bisa lewat FB, IG, tiktok, likee dan lain-lain. Semua jalur bisa dipakai dan harus update tiap hari” tutup Arif Marsudi mengakhiri sharing online.

Kontributor: Herdian Armandhani
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here