LEAD.co.id | “Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memiliki Sense Of Crisis”. Hal itu dilontarkan olleh Ali Taufan Vinaya (ATV), Salah satu warga Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Pernyataan ATV itu merespon rencana pembangunan Kantor Kecamatan Pamijahan senilai Rp. 7,5 miliar, serta Gedung Serba Guna senilai Rp. 1 miliar. Anggaran dana pembangunan, bersumber dari sisa Bonus Produksi sebesar 60 Persen yang dikelola Pemda Bogor.
Disisi lain, lanjut dia, seperti fasilitas SD Negeri Gunung Picung IV, kp. Susukan RT 03/02 desa Gunung Picung, Pamijahan, diketahui sangat membutuhkan bangku dan meja untuk proses belajar mengajar, namun masih diabaikan.
“Saya bukan menolak pembangunan kantor kecamatan tersebut, seharusnya Pemda Bogor memiliki Skala Prioritas, mana yang harus diutamakan, dan mana yang tidak,” ungkap ATV kepada LEAD.co.id, Jumat (7/2/2020).
ATV mengaku telah menyampaikan itu pada bulan Juli sampai Oktober 2019 lalu ke pihak Dinas Pendidikan Kabuaten Bogor. Namun, kenyataannya, pada Musrembang di GOR PGRI Selasa lalu (4/2/2020), tidak menganggarkan pengadaan sarana dan prasarana untuk kebutuhan Sekolahan milik Negara tersebut.
“Yang harus dibangun Itu bukan kantor Kecamatannya, tapi SDM dan pelayanan untuk masyarakatnya,” tegas Eksponen Aktivis 98 ini.
Pengkhianatan Terhadap Masyarakat Pamijahan
Karena itu, ATV menyebut pembangunan Kantor Kecamatan yang menggunakan dana Bonus Produksi sebagai “Pengkhianatan” terhadap masyarakat Pamijahan. “Karena bonus Produksi itu jelas milik dan Hak dari warga Pamijahan,” tambah dia.
Dia mencontohkan, di Kecamatan Liewliang misalnya, meski tidak ada dana Bonus Produksi, Kantor kecamatan tetap dibangun dengan megah. Namun, di Kecamatan Pamijahan mau membangun Kantor harus menunggu penggunaan Bonus Produksi.
Menyikapi hal Itu, salah satu Aktivis Sabri Maulana Ibrahim menyatakan menolak keras Rencana Pembangunan Kantor kecamatan Pamijahan tersebut.
“Kami dari Balad Pamijahan, Akan melayangkan Surat Untuk audiens dengan ketua Dewan,” kata dia, merespon masalah diatas.
Menurutnya, pemerintah percuma saja melakukan pembangunan Kantor Kecamatan dengan megah, tapi gedung gedung sekolahnya masih banyak yang tidak layak. (Red)





