Bandara Kuabang Diresmikan, Jokowi: Membangun Peradaban Baru

oleh -256 views
Bandara Kuabang, Presiden Jokowi, Peradaban, Peradaban Baru, Halmahera Utara
Presiden Jokowi meresmikan terminal baru Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Rabu, 24 Maret 2021 [File: BPMI Setpres]

LEAD.co.id | Presiden Jokowi meresmikan terminal baru Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu (24/3/2021). Terdapat empat alasan pembangunan infrastruktur ini, salah satunya untuk membangun peradaban baru.

Terminal seluas 3.500 meter persegi yang dibangun mulai tahun 2016 hingga 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp50,82 miliar tersebut mampu melayani hingga 160.000 penumpang per tahun.

Peningkatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ekonomi dan peningkatan konektivitas di Maluku Utara. “Kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini,” sebut Jokowi dalam sambutan peresmian.

Hadir dalam acara peresmian ini di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Plh Bupati Halmahera Utara Yudihart Noya.

Baca :  KTT APEC ke-28, Presiden Jokowi Ajak Bangkit Bersama

Membangun Peradaban Baru
Menurut Jokowi, setidaknya terdapat empat alasan utama pentingnya pembangunan infrastruktur bagi Indonesia. Alasan pertama yaitu, Infrastruktur untuk membangun peradaban baru.

Kehadiran infrastruktur berupa bandara, selain membangun peradaban, juga berarti membangun budaya kedisiplinan baru bagi warga setempat. Penerbangan yang membutuhkan akurasi jadwal dan waktu tentu akan mendorong peningkatan kedisiplinan itu.

Kedua, infrastruktur yang memadai akan membangun dan meningkatkan daya saing sebuah negara sehingga mampu berkompetisi dengan negara-negara lain. Maka, membangun infrastruktur tak melulu berkaitan dengan urusan pembangunan fisik semata, tapi juga membangun keunggulan negara.

Baca :  Presiden Jokowi dan Ibu Negara Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1442 H

Ketiga, pembangunan infrastruktur yang dilakukan merata di seluruh penjuru Indonesia berarti mewujudkan sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Jokowi yang bertransformasi dari Jawa-sentris menuju Indonesia-sentris merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut.

Ke-empat, infrastruktur akan menjadi pemersatu bangsa yang wilayahnya terbentang luas dari Sabang hingga Merauke dengan belasan ribu pulaunya. Pembangunan bandara-bandara dan fasilitas transportasi penghubung akan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

“Menyatukan antar-daerah, antar-kabupaten/ kota, antar-provinsi, antar-pulau, dan antar-wilayah sehingga kita menjadi satu. Dari Halmahera bisa terbang ke Jakarta, Aceh, Kalimantan, juga bisa terbang ke timur ke Papua. Ini bisa menyatukan,” pungkasnya.

Baca :  Presiden Jokowi Imbau Semua Pihak Serahkan Zakat Melalui Baznas

Bandara Kuabang memiliki fasilitas landasan pacu sepanjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter dan landasan hubung sebesar 100×23 meter yang dapat melayani penerbangan pesawat jenis ATR 72-600, Boeing 737-800, dan Airbus A320.

Pengembangan fasilitas Bandara Kuabang amat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah setempat. Kabupaten Halmahera utara memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari yang membutuhkan peningkatan konektivitas untuk memajukan perekonomian wilayah.

Presiden Jokowi telah meminta Menteri Perhubungan untuk bertahap dapat membuka rute penerbangan setidaknya dua kali tiap minggunya untuk melayani penerbangan menuju Halmahera Utara.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *