Bang Aznan: Dialog Kemajuan dan Peradaban Cerenti Madani

oleh -748 views

Adinda AA, saya maksudnya senang membaca postingannya bang Aznan, isinya cukup bernas, agamis/ religous agak kentara, ada etik, moral dan akhlaqulkarimah, filosofis, santific dan juga menghibur bagi para pembacanya yang menyimak kontennya.

Beberapa postingan dan sharenya beliau, bang Aznan terlihat kejernihan berpikirnya dan keluasan perasaan-hatinya, dan tawadduak tapi tetap humoris ndak tegang. Sekali-kali postingan juga muncul lagu-2 jadoel, baik pop, dangdut, jaz dll yang menarik dan menghibur. Saya menikmatinya.

Saya kemudian pun terkadang ikut berkomentar dan ada beberapa yg sempat saya narasikan lewat tulisan/artikel yang telah saya share di medsos WAG IKC se Indonesia, FIKCI dengan maksud berbagi ilmu, pengalaman dan informasi antar sesama orang-orang perantau Cerenti.

Baca :  Rapat Coaching Clinic for Cooperation KPEK Kota Bogor 2021

Apa yang dilakukan dunsanak saya ini abangku Aznan bin Jaharan perlu ditiru oleh kita, terutama bagi yang muda-2, agar kita sama bergerak ke arah kemajuan untuk membentuk masyarakat yang berperadaban modern.

Hayoo kembangkan nalar (pandangan kritis) dan jiwa seni/ rasa kita dalam dialog dan berdiskusi dalam WAG FIKCI ini. Saya menyimak bahwa kita sudah berpikiran bagus, lebih terbuka dalam merespon perbedaan pendapat seperti yang diposting kmd Yean Asnudi SP.MPd (Kepsek SMAN Inuman) vs Add Marhendri v; Yohana vs AA dkk, etc.

Baca :  Kenangan Bersama Mas Ai-Satrio Wiseno Kodel TPB IPB 1980

Alhamdulillah orang Cerenti itu, sebenarnya cukup cerdas dan leluhurkan kita hidupnya tempo doeloe juga telah memiliki para guru, kaum terpelajar, intelektual, dan telah mewariskan berperadaban maju di zaman itu.

Misalnya, sebutkan warisan peninggalan pendidikan Tsanawiyah Muhammadyah dgn sekolah Mualliminnya di desa Koto Praku, Perkoperasian Serba Usaha “UKM” di Kelurahan Pasar Cerenti, Majelis Taklim Tsamaratul Azhar-Perti Koto Peraku, Majelis Zikir “Tarekat” Engku Kuniang di Desa Sikakak, dll.

Saya telah menulis beberapa artikel tentang ini dengan merujuk dari sumber pustaka, diantaranya buku “Mendulang Butir-Butir Budaya Melayu Cerenti Kuantan Singingi Riau”, dan buku Authobiografi 70 dan 80 tahun H. Edward Arfa SH, dan buku-buku referensi yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *