Banjir Semarang: BMKG Perpanjang Peringatan Dini

oleh -383 views
Banjir Semarang, BMKG, Peringatan Dini
Peta Sebaran Curah Hujan Kota Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 5 - 6 Februari 2021 [File: BMKG]

LEAD.co.id | Hujan sangat lebat disertai kilat/petir pada Sabtu, 6 Februari 2021 pukul 02.00 hingga 05.30 WIB telah menyebabkan banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). BMKG telah memperpanjang Peringatan Dini hujan lebat hingga se-pekan ke depan untuk wilayah Jateng.

Pasalnya, berdasar analisis sementara menunjukkan pengaruh aktifnya Angin Monsun Dingin Asia dan adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Jateng dan sekitarnya.

Kondisi tersebut didukung dengan masa udara yang labil serta kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jateng, khususnya sebagian besar wilayah pantura tengah-barat termasuk Kota Semarang.

“BMKG Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim pada tanggal 6 Februari dari Pukul 01.30 WIB dan telah di update pukul 05.20 WIB. Kota Semarang termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam Peringatan Dini tersebut, ” kata Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Sukasno dalam siaran pers BMKG, pada Sabtu (6/2/2021).

Baca :  BMKG Sebut Wilayah Jakarta Masih Berpotensi Hujan Lebat

Pihaknya menyebutkan, berdasar pengamatan pada Citra Satelit Himawari, awan konventif yang sudah mulai tumbuh pada tanggal 6 Februari 2021 pukul 02.00 WIB dan semakin bertambah hingga menjelang pukul 07.00 WIB.

Pertumbuhan awan tersebut memicu hujan yang terjadi di Kota Semarang dengan intensitas lebat sejak pukul 02.00 WIB, dan meningkat intensitasnya menjadi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem pada pukul 05:00 sampai 06.00 WIB, dan kemudian mulai menurun intensitasnya hingga pukul 07.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) merilis sebanyak lima (5) kecamatan telah terdampak banjir dengan tinggi muka air hingga 100 Cm. BPBD setempat, masih memantau titik-titik yang terendam banjir.

“Sebanyak lima kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Genuk, Gayamsari, Tugu, Semarang Barat dan Candisari. Saat banjir terjadi tinggi muka air antara 70 cm hingga 100 cm,” sebut Raditya Jati, Kepala Pusdatin BNPB dalam keterangan pers.

Baca :  BMKG : Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Akhir Januari 2019

Selain banjir, BPBD juga menginformasikan adanya 11 titik jalan terdampak tanah longsor. BPBD Kota Semarang dibantu TNI, Polri, Dinas Sosial dan sukarelawan dikabarkan telah melakukan evakuasi warga terdampak. Di samping itu, tim gabungan ini telah melakukan pendataan lapangan terkait dampak banjir tersebut.

Dapur umum telah beroperasi untuk melayani warga terdampak, yang berada di halaman kantor Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Manggangwetan. Sedangkan untuk menampung warga terdampak, BPBD akan mendirikan tenda pengungsian dengan penerapan protokol kesehatan.

BMKG Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat, peta sebaran curah hujan harian Kota Semarang pada 6 Februari 2021 pukul 07.00 WIB terukur hujan dengan intensitas lebat-ekstrem. Terukur curah hujan pukul 07.00 WIB di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani sebesar 171 mm.

Baca :  BMKG : Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan Kedepan

Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan Informasi Prakiraan Cuaca berbasis Dampak SIGNATURE Tanggal 4 Februari 2021 yang berlaku 5 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai dengan 6 Februari 2021 pukul 07.00 WIB melalui laman BMKG bahwa terdapat Potensi Dampak Hujan Lebat untuk Dampak Banjir/Bandang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah dengan kategori Waspada, termasuk Kota Semarang.

Berdasarkan data AWS Stasiun Klimatologi Semarang, hujan terukur sejak jam 00.10 WIB (17.10 UTC). Intensitas hujan mulai meningkat menjadi lebat – sangat lebat sejak pukul 02.10 WIB (19.10 UTC). Periode intensitas lebat – sangat lebat berlangsung sampai dengan pukul 05.30 WIB (22.30 UTC).

Curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan dengan curah hujan 183 mm, sementara curah hujan terendah di Pos Hujan Meteseh Kecamatan Tembalang yang tercatat 69 mm.

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *