BEM UNPAK Gelar Aksi September Hitam di Tugu Kujang

oleh -529 views
BEM UNPAK, September Hitam, Tugu Kujang

BOGOR (LEAD.co.id) – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pakuan (UNPAK) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “September Hitam”, di Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Minggu (26/9/2021).

Aksi unjuk rasa refleksi September Hitam ini menyikapi kasus-kasus, antara lain pembunuhan Munir Said Thalib, Tragedi Tanjung Priok, Tragedi Semanggi, Reformasi Dikorupsi, Tragedi 1965-1966, dan terbunuhnya Salim Kancil.

Dalam aksi ini, para peserta aksi membawa Megaphone, spanduk dan poster yang bertuliskan September Hitam, Merawat Ingatan untuk Segala Kasus Pelanggaran Ham, Game Over Hak Azasi Manusi, September Hitam Sebuah Tragedi Kemanusiaan yang Diabaikan, Usut Tuntas Pelanggaran Ham.

Baca :  PMKRI Fasilitasi Ruang Dialog, BEM Fisib Unpak Minta Maaf

Koordinator Lapangan (Korlap) Munjin Sulaeman dalam orasinya menyampaikan bahwa, para mahasiswa yang hadir di sini tidak lain adalah untuk “menolak lupa” dalam rangka memperingati para pejuang HAM, yang sampai saat ini belum jelas penyelesaian kasusnya.

Menurutnya, isi UU Nomor 26 Tahun 2000 bahwa, setiap korban dan saksi dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat berhak atas perlindungan fisik dan mental dari ancaman, gangguan, teror, dan kekerasan dari pihak manapun.

“Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum dan aparat keamanan secara cuma-cuma tetapi mana buktinya sampai saat ini belum ada satupun yg terealisasi,” tambah Munjin.

Baca :  RIP Demokrasi, Mengintip Aksi Simbolik BEM se-Bogor di Tugu Kujang

Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah dan DPR RI segera melakukan revisi terhadap UU No 26 Tahun 2020 tentang pengadilan HAM agar efektif menjadi landasan hukum baik bagi penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat secara yudisial maupun pemenuhan hak reparasi bagi korban.

Pasalnya, pada pasal 9 UU No 26 Tahun 2000 juga terdapat kekeliruan bahwa yang diadili hanya aktor lapangan saja dan aktor intelektual dibelakangnya tidak ikut diadili, maka akan sangat sulit untuk ungkap bilamana dalang belum ditangkap.

Aksi Refleksi September Hitam juga diselingi dengan Pembacaan Puisi, menyanyikan Lagu Kebangsaan, Teatrikal, serta membagikan brosur kepada pengguna jalan sekitar Tugu Kujang.

Baca :  Menyala di Istana Bogor, Mahasiswa Unpak Keluhkan Kondisi Ekonomi

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *