Bendungan Karalloe Diresmikan, Petani Berharap Kesejahteraan Meningkat

oleh -367 views
Bendungan Karalloe, Petani, Kesejahteraan Petani, Sulawesi Selatan

SULSEL (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi telah meresmikan Bendungan Karalloe dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (23/11/2021). Bendungan dengan anggaran Rp 1,27 triliun ini memiliki kapasitas tampung 40,50 juta meter kubik dengan luas genangan 145 hektar.

“Alhamdulilah Bendungan Karalloe yang dibangun menghabiskan anggaran Rp1,27 triliun hari ini alhamdullilah telah selesai dan siap untuk kita resmikan,” ujar Jokowi dalam sambutan peresmian.

Dia menjelaskan, meski berada di Kabupaten Gowa, Bendungan Karalloe akan mengairi 7 ribu hektar lahan pertanian yang ada di Kabupaten Jeneponto. Bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

“Dengan adanya Bendungan Karalloe ini, petani yang sebelumnya dulu hanya panen padi sekali, palawija sekali, nanti insyaallah bisa dua kali panen padi dan sekali palawija,” ungkapnya.

Baca :  Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Seminar Tahsin di Gowa

Turut mendampingi Presiden dalam peresmian ini adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.

Harapan Para Petani

Usai meresmikan bendungan, Presiden Jokowi kemudian melepas benih ikan dan berdialog bersama sejumlah petani yang merasakan langsung. Para petani menaruh harapan terhadap bendungan yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tersebut.

“Selama ini kan kita khususnya di Jeneponto kekurangan air untuk irigasi. Setelah terjadinya bendungan ini, maka kami dari masyarakat Jeneponto sangat berbangga bahwa sudah bisa berkecukupan air, bisa berlebihan air dengan adanya bendungan ini,” ucap Nurham, petani sawah dari Kabupaten Jeneponto.

Baca :  Rugikan Petani dan Buruh, GMNI Bogor Tolak Omnibus Law

Nurham mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi atas kehadiran Bendungan Karalloe ini. Dia juga menyampaikan harapan para petani untuk bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Hal senada disampaikan oleh Rewa, seorang petani lainnya, yang berharap agar keberadaan Bendungan Karalloe dapat meningkatkan hasil dari produksi para petani hingga beberapa kali lipat.

“Supaya hasil produksi pertanian semakin meningkat dari 1 ton, 2 ton, mudah-mudahan adanya Bendungan Karalloe bisa meningkat sampai paling tidak 7 ton atau 8 ton,” ucap Rewa.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Jarot Widyoko berharap, agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkan bendungan ini sebaik mungkin sehingga kesejahteraan petani dapat tercapai.

Baca :  TMMD ke 109 Kodim 0621: Bedah Rumah Petani di Tenjo

“Jaga efisiensi pemakaian air, karena air ini sangat berharga. Kedua, tingkatkan dari sisi kinerja mengelola lahan, manfaatkan sejengkal tanah pun untuk kemakmuran mereka, atau masing-masing petani,” ujar Jarot.

Bendungan Karalloe juga diharapkan dapat mengurangi banjir di Kabupaten Jeneponto hingga 49 persen. Selain itu, juga memberikan manfaat lain, mulai dari pembangkit listrik tenaga air sebesar 4,5 megawatt, air baku 440 liter/detik, hingga pariwisata.

“Ini juga akan memberikan dampak yang baik karena airnya dimanage dari Bendungan Karalloe ini dan juga kemanfaatan bagi pembangkit listrik, air baku, yang semuanya nanti di peruntukkan bagi masyarakat,” ucap Jokowi.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *