Bertadharus Al Quran sebagai Basic Human Needs

oleh -320 views
Apendi Arsyad
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MS.i (Penulis di LEAD.co.id)

Oleh: Dr. H. Apendi Arsyad

 

Bismillahir Rahmanir Rahiem
Saya menyimak tulisan di WAG. Faperta Universitas Djuanda Bogor. Allhamdulillah 30 juz ayat2 kitab suci Al Quran untuk kegiatan bertadharus rutin bulanan di Faperta UNIDA sdh terpenuhi nama2nya. Terlihat di daftar secara berurutan tertera nama2 seorang untuk satu juz.

Mhn maaf saya agak terlambat mengisi daftar (list) nama2 kesediaan yang akan bertadharus tsb. Walaupun saya tidak ada nama saya di dalam daftar (list) tersebut. InsyaAllah, saya akan tetap ikut secara konsisten (istiqomah) ikut serta dalam program Tadharus Faperta UNIDA tsb. Program bertadarus Al Quran ini, menurut pendapat saya sebuah kegiatan yang sangat terpuji dan mulia, karena memang membaca ayat2 Allah dalam Al Quran sebagai bacaan mulia.

Mohon maaf bukan saya bermaksud “ria”, melaksanakan tadharus Al Quran setiap setelah sholat fardhu dan sholat sunnah sudah menjadi kebiasaan hidupku (my habit) selama ini sejak masa kanak2. Atas didikan orangtua dalam keluarga. Karena sejak di masa kecil ayah dan ibuku telah mengajar dan mendidik dengan disiplin, agar kami selalu membiasakan anggota keluarganya untuk rajin membaca dan belajar Al Quran. Semasa kecil, saya membaca Al Quran rutin pada setiap malam hari di surau dibimbing oleh guru mengaji di kampung bersama para tetangga. Oleh karena itu, mengaji Al Quran sudah menjadi kebiasaan hidup, dan akhirnya… alhamdulillah juga telah menjadi kebutuhan dasar kehidupan spiritual sehari-hari. Bertadharus bukan saja saya amalkan sedang berada di rumah, akan tetapi terkadang juga saya sempatkan membaca Al Quran di kantor/kampus di sela-sela waktu menjalankan tugas. Bahkan juga rutin bertadharus sedang berada di luar kota jika sedang bertugas lain, misalnya sedang riset/ survey lapang-menginap dan membaca Al Quran di hotel. Dan atau saya kerjakan sedang pulang ke kampung halaman, ketika menemui ibunda dan para dunsanak.

Baca :  Inmemorial Almarhum Kang Hidayat Syarif

Jadi, tidak heran setiap saya berpergian kemana pun di dalam tas pakaian (koporku) tidak ketinggalan kitab suci Al Quran tersimpan dan ikut dibawa pergi dalam perjalanan jauh.

Pada suatu waktu, ada saja kadang2 kelupaan tidak terbawa kitab suci Al Quran dan Terjemahannya, sehingga saya tidak bisa membaca Al Quran. Jika ini terjadi, ada sesuatu “yg kurang” dan hilang dalam diri saya, yang dirasakan” selama dalam berpergian. Dengan kata lain, jika saya tidak berkesempatan membaca Al Quran, ada sesuatu yg hilang dan merugi dalam pemanfaatan waktu pada hari itu untuk dekat dengan Allah SWT. Maaf..begitulah narasi tentang pola habitku selama ini sejak kecil hingga dewasa sampai memasuki lansia. Alhamdulillah membaca kitab suci Al Quran sudah menjadi kebutuhan dasar hidup spiritual sehari-hari (basic human needs) bagiku, dan bukan sekedar ritual semata-mata, tapi bertadharus adalah ajang edukasi pada diri sendiri. Pada kesempatan bertadarus, saya berusaha memahami makna dan artinya setiap ayat dengan membaca terjemahan resminya Kemenag RI. Karena saya berpendapat bahwa Al Quran itu sebagai kitab suci harus dapat dimengerti maksud dan kandungan isinya oleh sipembacanya (qori/qiriah) agar kemudian dapat dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap kegiatan bertadharus Al Quran di kampus ini oleh para dosen bersama karyawannya, bukan saja niatnya ketika ada ancaman penyakit berbahaya virus baru Corona seperti Covid 19 sebagai do’a untuk penolak bala. Akan tetapi targetnya, sebaiknya lebih dari itu, dan bagi kita haruslah kegiatan bertadarus menjadi habit dalam keseharian kita.

Al Qur’an itu kitab suci yg merupakan kumpulan wahyu atau firman2 Allah SWT yang diturunkan melalui nabi dan Rasulullah Muhammad SAW. Al Qu’ran itu sbg petunjuk bagi kehidupan manusia (hudallinnas); dan Al Quran itu mengandung firman Allah sebagai pembeda mana yg haq dan mana yang bathil (Al furqon). Serta Al Quran mengandung berita2 ada yg khabar gembira (surga-jannatunnaim) dan juga peringatan (neraka-jahannam) bagi ummat manusia.

Baca :  Silakda Orda Membawa Berkah: Gedung ICMI Bogor

Dalam kandungan isi Al Quran terdapat harapan dan peringatan dari Allah SWT buat ummat manusia. Dari seperangkat ajaran yg terkandung dalam Al Quran itu bagi yg sadar dan mendapat hidayah Allah, tentunya akan merubah pola berperilaku baik dan mulia bagi manusia sehari-hari, sekurang-kurangnya kita manusia sudah tahu mana yg diperintahkan (halal) dan mana yg dilarang (haram) oleh Tuhan-Allah SWT. Kemudian barangtentu sebagai konsekwensinya, kita wajib belajar mematuhi dan mengamalkan ajaran DinnulIslam berdasarkan Al Quran dan Assunnah (QnS) tsb sebagai jalan keselamatan di dunia dan akhirats.

Ini sekedar saran dan nasehat berdasarkan pengalaman hidup saya (terutama berwasiat pada diri saya sendiri). Dalam hal bertadharus Al Quran, upayakan dikhayati dan dipahamilah maknanya, simak dengan baik pesan moral dari setiap kandungan isi (saripati) ayat2 Al Quran sbg firman Allah SWT tsb itu apa?, sehingga kita bisa belajar dan melatih bertahap berperilaku sesuai ajaran QnS dalam.kehidupan keseharian kita, yang insyaAllah bermuara pada pembentukan karakter berahklaqulkarimah diri kita masing2, yang terrefleksi dalam pola relasi kita dengan Allah (hamblum-minallah), pola relasi kita antar sesama manusia (hamblum-minannas) dan pola relasi kita dengan makhluk alam lainnya (hamblum-minalami) dalam kehidupan di dunia.

Jadi, kegiatan bertadhatus Al Quran, bukan hanya sekedar “menggugurkan” kewajiban semata-mata saja, akan tetapi memang seharusnya sudah menjadi kebutuhan dasar kehidupan spiritual kita (our basic human needs).

Baca :  Caleg DPR RI, Cukuplah Menjadi Masa Laluku

Apalagi kita sdh paham bahwa membaca Al Quran adalah perbuatan baik, bacaan mulia yg sangat besar ganjaran pahalanya. Bagi para pembacanya, yang gemar berzikrullah, Allah SWT akan memberikan ketentraman hati-bathin (sakinah) bagi manusia yg membacanya, yang akhirnya bermuara pada kehidupan yg tenang dan berbahagia (the happiness). Kehidupan berbahagia merupakan sebuah kondisi yg menjadi harapan dan dambaan kita semua orang dalam kehidupan di dunia yang fana ini.

Pengalaman menunjukkan bahwa bagus sekali dalam adab membaca kitab suci Al Quran, dipraktekkan, ketika kita membacanya seolah-olah kita membayangkan “Wajah Allah” ada dihadapan kita, bahwa kita seolah-olah sedang berkomunikasi dl jiwa dan raga kita dengan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan dimana Tuhan-Allah sedang menyampaikan berbagai firmanNya kepada kita sebagai hambaNya. Kita sedang berkomunikadi dengan Allah SWT sebagai sumber prima inspirasi, pencerahan dan memotivasi dalam proses kehidupan kita untuk meraih keselamatan hidup di dunia dan akhirats kelak.

Ya Allah Ya Rabb… anugerahilah kami RahmatMu, KaruniaNya dan hidayahMu, sehingga kami selalu berada pada jalan yg benar dan lurus (haq) yang berpedoman pada Al Quran dan Assunnah…Ya Allah jauhkanlah kami dari segala perbuatan orang2 kuffar, fasiq, musriq dan munafiq yang sangat mewarnai kehidupan sosial saat ini, dan hindari kami dari godaan setan yg menyesatkan dan terkutuk. Ya Allah kabulkanlah doa kami .. Amin3 YRA.

Sehat dan Tetaplah Bersemangat mencegah pandemi Covid 19, sukron dan barakallah.

Wabillahit taufiq walhidayah.
Wassallam.

Artikel oleh: Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi
Penulis adalah Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan dan Aktivis Ormas di Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *