Bodebek Terapkan PSBB Proporsional Mulai 5 Juni

0
Bodebek, PSBB, Proporsional
Pemprov Jabar memberlakukan PSBB Proporsional bagi wilayah Bodepok mulai hari Jumat, 5 Juni hingga 28 Juni 2020.

LEAD.co.id | Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pproporsional untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodepok) mulai hari Jumat, 5 Juni hingga 28 Juni 2020.

“Jadi PSBB Proporsional untuk Bodebek akan berlaku mulai 5 Juni hingga 28 Juni, atau dua kali masa inkubasi terlama COVID-19. Hari ini gubernur akan mengeluarkan Kepgub nya,” ujar Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Jabar, Eni Rohaeni dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kamis (4/6/2020).

Hal itu karena, per-hari Jumat (5/6), Pemprov DKI Jakarta telah mengakhiri PSBB dan melanjutkan menjadi PSBB Transisional. Kebijakan ini tentunya berdampak pula pada daerah perbatasan DKI Jakarta dengan Jabar.

Baca :  PSBB DKI Diberlakukan, KAI Perketat Protokol Kesehatan¬†

“Selama ini kebijakan Bogor, Bekasi dan Depok (Bodebek) mengikuti DKI. Dengan berakhirnya PSBB DKI Jakarta maka akan ada kebijakan baru juga untuk Bodebek,” unkap Eni Rohaeni

Ia menegaskan, gubernur akan segera mengeluarkan keputusan untuk menetapkan Kepgub PSBB Proporsional, sekaligus surat edaran yang akan didistribusikan kepada kepala daerah di Bodebek.

Surat edaran juga akan menegaskan terkait rencana penerapan wilayah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan tahapan-tahapan yang jelas dan wajib diikuti kabupaten dan kota di Jabar.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daud Ahmad menyebutkan tren positif Covid di Jabar masih fluktuatif, namun cenderung menurun.

Baca :  Aktivis 98 Merilis Daftar "Aksi Ngamuk" Wali Kota Bogor

Ia menyebutkan masih ada penambahan pasien positif dan juga yang meninggal dunia. Namun disisi lain jumlah pasien sembuh terus bertambah pula.

Hingga kemarin, jumlah warga positif COVID-19 di Jabar mencapai 2.314 atau bertambah 5 orang dari sehari sebelumnya. Yang meninggal bertambah 3 orang atau total.menjadi 154 orang. Sementara pasien sembuh bertambah 53 orang atau total sembuh menjadi 701 orang.

“Kami juga ada rencana memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro di 13 wilayah desa atau kecamatan di Jabar. Masih kami terus evaluasi,” tegasnya.

Sumber: Humas Jabar
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here