LEAD.co.id | Penanganan pandemi corona virus disease (Covid-19) di Kota Bogor dinilai tidak maksimal. Pasalnya, antara pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak sesuai.
PSBB di Kota Bogor telah diterapkan sejak hari Rabu (15/4), namun sampai saat ini masih banyak warga yang masih berkumpul dengan jumlah banyak (lebih dari 5 orang). Banyak warga yang tetap nekat keluar rumah dengan alasan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Sampai hari ini pelaksanaan PSBB di Kota Bogor belum berjalan maksimal. Terbukti masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan masyarakat Kota Bogor,” ungkap tokoh perempuan Kota Bogor, Ryanti kepada LEAD.co.id, Jumat (17/4/2020).
Menurutnya, masyarakat masih banyak yang melanggar bisa jadi karena tingkat kesadarannya yang belum tinggi atau kurangnya sosialisasi dari pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini.
“Atau mungkin juga karena kebutuhan yang mendesak sehingga mereka harus keluar rumah,” kata Wakil Ketua Gerindra Kota Bogor ini.
Pantauan tim LEAD.co.id, seiring diberlakukannya status PSBB di kawasan Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi), petugas gabungan telah melakukan chek point dibeberapa jalur dan dibentuk RW Siaga Corona di setiap RT/RW di Kota Bogor. Meski demikian, pemberlakuan pembatasan sosial secara ketat berpotensi menimbulkan masalah baru jika tidak dibarengi jaminan kebutuhan hidup bagi warga terdampak.
Terkait itu, Ryanti mengatakan, selain penerapan social distancing, Pemkot Bogor dikabarkan telah menyiapkan bantuan bagi masyarakat. Ada tiga Clauster bantuan yang akan diberikan yaitu dari pemerintahan pusat, provinsi, dan kota/kabupaten.
Sumber LEAD.c.o.id melaporkan, masyarakat saat ini mempertanyakan bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah. Padahal, pihak RT/RW telah memberikan data masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial kepada pemerintah daerah.
Ryanti menilai lambatnya penanganan Covid-19 dan penyaluran sembako untuk warga ini karena kinerja Pemkot Bogor yang tidak maksimal. “Untuk saat ini bantuan Pemkot belum berjalan maksimal,” Pungkas Ryanti.





