Buntut Korupsi Dana BOS, Kejari Geledah Kantor Disdik Kota Bogor

0
Kejari, Disdik, Dana Bos
Tim Pidsus Kejari Kota Bogor mengeledah kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor, Kamis (16/7/2020). (Doc. Bogoronline)

LEAD.co.id | Tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mengeledah kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Kamis (16/7/2020). Penggeledahan ini buntut dari penetapan tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Bogor.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.23 WIB, salah satu penyidik tampak keluar dari kantor Disdik dengan membawa sejumlah berkas ke mobil. Dua jam berselang atau sekira pukul 14.02 WIB, tim penyidik meninggalkan kantor Disdik sambil membawa 1 koper dan 2 bok besar.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade Satya Parsaoran mengatakan, penggeledahan ini menindaklanjuti penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor Tahun Anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Baca :  Tanggapi Praperadilan, Termohon Menyatakan Sikap Menolak

“Iya, penggeledahan mengenai barang bukti pengadaan BOS 2017, 2018 dan 2019. Ini tindaklanjut dari yang kemarin,” kata Rade seperti dilansir Bogoronline.

Dalam penggeledahan itu, kata Rade, pihaknya menyita sejumlah dokumen dari sejumlah ruangan kantor Disdik. “Ada (sita) dokumen-dokumen,” singkatnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Bogor telah menetapkan satu tersangka berinisial JRR atas dugaan penyelewengan dana BOS di Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor. Korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 17.189.919.828 rupiah.

Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengungkapkan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kasus itu kepada pihak berwenang. Fachrudin meyakini, Kejari Kota Bogor dapat menuntaskan kasus itu dengan sebaik-baiknya.

Baca :  DPC Giak Dukung Kejari Kota Bogor Tuntaskan Kasus Dana BOS

“Intinya mah saya menyerahkan ke aparat hukum semuanya. Mudah-mudahkan lancar saja. Karena penegak hukum yang punya kompetensi,” kata Fahrudin seperti dikutip Republika, Selasa (14/7/2020).

Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisno menjelaskan, JRR telah ditetapkan tersangka pada Senin (13/7). JRR terbukti menyelewengkan dana BOS dari kucuran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Total kerugian negara sebesar Rp 17.189.919.828 rupiah, Ini dihitung (Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dari kejadian peristiwa pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2019,” kata Bambang.

Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here